Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Sasaran Nonfisik TMMD Ke-112 Kodim 0815

Dibekali Kebencanaan hingga Wawasan Kebangsaan

13 Oktober 2021, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dibekali Kebencanaan hingga Wawasan Kebangsaan

Kegiatan Penyuluhan pada Sasaran Nonfisik TMMD Ke-112 Kodim 0815 Mojokerto di Desa Duyung, Kecamatan Trawas. (Kodim Mojokerto for Radar Mojokerto)

Share this      

MEMASUKI hari kesembilan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-112 Kodim 0815 Mojokerto di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, banyak menunjukkan capaian yang berarti. Tak sekadar fisik, sasaran nonfisik juga dikebut.

Kali ini warga di lokasi TMMD dibekali beragam penyuluhan dari OPD Pemkab Mojokerto. Meliputi, Dinas Sosial, Dispendukcapil, dan BPBD, yang pelaksanaannya berkolaborasi dengan TNI. Kegiatan nonfisik ini yang memasuki hari kedua dan berlangsung di Pendapa Balai Desa Duyung, Kamis (23/9) ini menyasar perangkat desa, Kader PLKB, Karang Taruna, ormas, masyarakat, dan operator BDT (Basis Data Terpadu) desa.

Bertajuk Ilmu Kesiapsiagaan Keluarga dalam Menghadapi Bencana, materi ini dijelaskan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabuupaten, Puji Andrianti. ’’Jadi, dalam penanganan kebencanaan ini harus bersinergi dengan semua pihak dan saling bergotong royong. Namun harus menghargai kearifan lokal adat istiadat di masyarakat setempat,’’ jelasnya.

Baca juga: Proyek Skywalk Kota Mojokerto Terlalu Dipaksakan

Sesuai UU RI Nomor 24 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 2008, Penanggulangan Bencana (PB) alam merupakan tanggung jawab bersama. Yakni, Pemerintah, TNI Polri, dan masyarakat. Tahapan penanggulangan bencana dimulai pencegahan (mitigasi), tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.

’’Dilanjut rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dengan mengadakan kegiatan karya bakti TNI dan berkolaborasi dari unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akedemisi dan awak media. Atau yang kerap disebut Penthahelix dalam Penanggulangan Bencana,’’ bebernya.

Masyarakat juga diberikan penyuluhan terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari dinos dan Pelayanan kependudukan masyarakat berbasis online dari Dispendukcapil.

Pada kesempatan berbeda, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beni Asma, S.Sos., M.H., selaku Dansatgas TMMD Ke-112 Kodim 0815 Mojokerto melalui Danramil 0815/17 Trawas Kapten Arh Suminto, mangatakan, kegiatan nonfisik dalam TMMD Ke-112 ini diisi dengan 20 kegiatan berupa penyuluhan dari OPD Kabupaten Mojokerto, salah satunya materi kebencanaan.

Penyuluhan materi kebencanaan ini, lanjutnya, diberikan kepada warga Desa Duyung, mengingat desa itu termasuk bagian kawasan rawan bencana (KRB) yang rentan terjadinya longsor dan kekeringan. ’’Harapan kami dengan pembekalan materi ini, maka warga masyarakat semakin paham tentang ilmu kebencanaan, mulai tahap pencegahan (mitigasi), tanggap darurat dan rehabilitasi, sehingga terwujud kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana,’’ katanya.

Sebelumnya, di Ruang PKK Balai Desa Duyung, juga dilakukan sosialisasi wawasan kebangsaan oleh Pgs. Kasdim 0815 Mojokerto Mayor Inf Achmad Djailani. Materi bertajuk Sistem Penguatan Karakter dalam Bentuk Bela Negara, diikuti 30 orang. Terdiri dari Anggota Linmas, Satgas Covid Desa, Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Perwakilan Masyarakat.

’’Penguatan kembali wawasan kebangsaan ini harus dibarengi dengan pembinaan keagamaan, moralitas dan akhlak, agar generasi muda menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak dan berwawasan kebangsaan,’’ ungkapnya.

Di kegiatan nonfisik ini, juga dilakukan penyuluhan Peran Satlinmas Dalam Mencegah Penyebaran Covid 19 oleh Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Drs. HM. Karel, M.M., dan Peran Aktif Masyarakat dalam Kampung Tangguh pada Masa Pandemi Covid-19 oleh Kapolsek Trawas AKP Didit Setiawan, S.H. (ori/abi)

(mj/ori/ris/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia