alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Arek Pungging Sabet Emas untuk Indonesia

MOJOKERTO – Hampir dua tahun menjalani kerasnya pemusatan latihan dan jauh dari keluarga, tak menghentikan semangat Khalimatus Sakdiyah dalam merebut prestasi.

Terbukti, pebulu tangkis difabel asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini berhasil merebut medali emas di Asian Para Games yang berlangsung di Istora Senayan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, kemarin.

Turun di nomor ganda putri SL3-SU5 (kategori tunadaksa), Khalim yang berpasangan dengan Leani Ratri Oktila itu sukses mengandaskan wakil China, Hefang Cheng/Ma Huihui dua set sekaligus.

Medali tersebut menjadi raihan medali emas ke-31 bagi Indonesia di gelaran olaraga khusus penyandang disabilitas se-Asia itu. Bermain di Istora Senayan pada Jumat (12/10), pasangan Indonesia ini bermain sangat mendominasi sejak awal.

Baca Juga :  Pemkab Gelontor Peralatan IKM Rp 749 Juta

Strategi bermain cepat diterapkan pasangan Khalim/Leani. Dukungan suporter Indonesia yang tiada henti bergemuruh cukup memengaruhi peningkatan penampilan keduanya.

Hingga di interval set pertama pasangan Indonesia itu unggul dengan skor 11-8. Selepas jeda, Khalim/Leani terus menjauh. Perolehan poin mereka terus bertambah hingga menutup set pertama dengan skor 21-15.

Memasuki set kedua pasangan Indonesia kembali menerapkan permainan cepat. Setelah kembali unggul di interval set kedua, Khalim/Leani pun akhirnya berhasil kemenangan usai mengamankan set kedua dengan skor 21-12. ’’Sejak awal Khalim dan Leani memang sudah dijagokan karena usia mereka masih muda dan berstatus tuan rumah,’’ ungkap Nur Wakhid, ketua Harian Pengkab PBSI Mojokerto.

Baca Juga :  Predator Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Ini Sekarang Jadi Buruan

Perolehan emas tersebut sekaligus memuntaskan target medali yang diemban cabor bulu tangkis di Asian Para Games tahun ini. Tidak hanya itu, keduanya juga dinilai masuk dalam jajaran atas pebulu tangkis difabel tingkat dunia.

Hingga keduanya berpeluang turun kembali di gelaran Olimpiade khusus penyandang disabilitas tahun 2020 mendatang. ’’Asalkan dia konsisten dan terus menunjukkan peningkatan, pasti bisa masuk di Olimpiade,’’ pungkasnya.

 

MOJOKERTO – Hampir dua tahun menjalani kerasnya pemusatan latihan dan jauh dari keluarga, tak menghentikan semangat Khalimatus Sakdiyah dalam merebut prestasi.

Terbukti, pebulu tangkis difabel asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini berhasil merebut medali emas di Asian Para Games yang berlangsung di Istora Senayan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, kemarin.

Turun di nomor ganda putri SL3-SU5 (kategori tunadaksa), Khalim yang berpasangan dengan Leani Ratri Oktila itu sukses mengandaskan wakil China, Hefang Cheng/Ma Huihui dua set sekaligus.

Medali tersebut menjadi raihan medali emas ke-31 bagi Indonesia di gelaran olaraga khusus penyandang disabilitas se-Asia itu. Bermain di Istora Senayan pada Jumat (12/10), pasangan Indonesia ini bermain sangat mendominasi sejak awal.

Baca Juga :  Pemkab Gelontor Peralatan IKM Rp 749 Juta
- Advertisement -

Strategi bermain cepat diterapkan pasangan Khalim/Leani. Dukungan suporter Indonesia yang tiada henti bergemuruh cukup memengaruhi peningkatan penampilan keduanya.

Hingga di interval set pertama pasangan Indonesia itu unggul dengan skor 11-8. Selepas jeda, Khalim/Leani terus menjauh. Perolehan poin mereka terus bertambah hingga menutup set pertama dengan skor 21-15.

Memasuki set kedua pasangan Indonesia kembali menerapkan permainan cepat. Setelah kembali unggul di interval set kedua, Khalim/Leani pun akhirnya berhasil kemenangan usai mengamankan set kedua dengan skor 21-12. ’’Sejak awal Khalim dan Leani memang sudah dijagokan karena usia mereka masih muda dan berstatus tuan rumah,’’ ungkap Nur Wakhid, ketua Harian Pengkab PBSI Mojokerto.

Baca Juga :  Pemkot Tunda Mojotirto Festival

Perolehan emas tersebut sekaligus memuntaskan target medali yang diemban cabor bulu tangkis di Asian Para Games tahun ini. Tidak hanya itu, keduanya juga dinilai masuk dalam jajaran atas pebulu tangkis difabel tingkat dunia.

Hingga keduanya berpeluang turun kembali di gelaran Olimpiade khusus penyandang disabilitas tahun 2020 mendatang. ’’Asalkan dia konsisten dan terus menunjukkan peningkatan, pasti bisa masuk di Olimpiade,’’ pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/