alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Friday, July 1, 2022

Proyek Saluran Jalan Majapahit Perbaikan Hanya Sentuh Pedestrian

Pasca Putus Kontrak Tahun Lalu
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto memastikan akan melakukan pemeliharaan terhadap kekurangan pekerjaan pasca pemutusan kontrak proyek saluran dan trotoar di Jalan Mojopahit. Namun, sentuhan fisik itu hanya menyasar jalur pedestrian karena dinilai berdampak mengnaggu pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menyatakan, pekerjaan yang belum tuntas akibat diputusnya kontrak proyek rehabilitasi saluran dan trotoar di Jalan Mojopahit akan disentuh pemeliharaan tahun ini. Terutama di jalur pedestrian khusus difabel yang terputus di sejumlah titik. ”Jadi, yang menggangu fungsi nanti kita tindaklanjuti menggunakan dana pemeliharaan,” terangnya kemarin.

Baca Juga :  Pakde Karwo: Dewan Tak Taat Undang-Undang, Ini Tugas Malaikat

Menurutnya, tindaklanjut pekerjaan itu baru bisa dilakukan menyusul telah rampungnya proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Diakui Mashudi, diputusnya kontrak proyek dengan nilai kontrak Rp 5,4 miliar dari APBD 2021 itu juga masih menyisakan pekerjaan lainnya.

Yakni, belum tersentuhnya pembangunan pada saluran dan trotoar di sisi timur Jalan Mojopahit. Namun, dia menyebut jalur pedestrian di selatan Rel KA Miji tidak termasuk dalam pemelihraan. ”Karena fungsi saluran tidak sampai terganggu dengan adanya putus kontrak,” ulasnya.

Sebab, imbuh dia, titik tersebut belum sampai dilakukan pembongkaran. Sehingga, tidak ada dampak yang dinilai merugikan fungsi fasilitas umum (fasum). ”Tapi yang tidak berakibat itu nanti tetap kita rencanakan pada berikutnya,” beber dia.

Baca Juga :  Pasar Sapi Kembali Ditutup

Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini mengatakan, diputusnya kontrak dengan CV Makaraya Mandiri dilakukan karena kontraktor tidak bisa memenuhi target pekerjaan sesuai deadline di akhir 2021. ”Ternyata progresnya belum bisa 100 persen,” tandasnya.

Meski kontraktor asal Ngagel, Kota Surabaya ini diberi kesempatan perpanjangan 50 hari di awal tahun ini, namun rekanan hanya mampu memenuhi progres kurang dari 70 persen. Sehingga pihaknya terpaksa mengambil langkah tegas untuk memutus kontrak. ”Sudah kita blacklist juga. Tapi konsekwensinya yang berakibat menganggu fungsi harus kita tindaklanjuti,” tukas dia. (ram/ron)

Pasca Putus Kontrak Tahun Lalu
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto memastikan akan melakukan pemeliharaan terhadap kekurangan pekerjaan pasca pemutusan kontrak proyek saluran dan trotoar di Jalan Mojopahit. Namun, sentuhan fisik itu hanya menyasar jalur pedestrian karena dinilai berdampak mengnaggu pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menyatakan, pekerjaan yang belum tuntas akibat diputusnya kontrak proyek rehabilitasi saluran dan trotoar di Jalan Mojopahit akan disentuh pemeliharaan tahun ini. Terutama di jalur pedestrian khusus difabel yang terputus di sejumlah titik. ”Jadi, yang menggangu fungsi nanti kita tindaklanjuti menggunakan dana pemeliharaan,” terangnya kemarin.

Baca Juga :  Stan Expo Kota Mojokerto Banyak Dikunjungi Kepala Daerah

Menurutnya, tindaklanjut pekerjaan itu baru bisa dilakukan menyusul telah rampungnya proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Diakui Mashudi, diputusnya kontrak proyek dengan nilai kontrak Rp 5,4 miliar dari APBD 2021 itu juga masih menyisakan pekerjaan lainnya.

Yakni, belum tersentuhnya pembangunan pada saluran dan trotoar di sisi timur Jalan Mojopahit. Namun, dia menyebut jalur pedestrian di selatan Rel KA Miji tidak termasuk dalam pemelihraan. ”Karena fungsi saluran tidak sampai terganggu dengan adanya putus kontrak,” ulasnya.

Sebab, imbuh dia, titik tersebut belum sampai dilakukan pembongkaran. Sehingga, tidak ada dampak yang dinilai merugikan fungsi fasilitas umum (fasum). ”Tapi yang tidak berakibat itu nanti tetap kita rencanakan pada berikutnya,” beber dia.

Baca Juga :  Pakde Karwo: Dewan Tak Taat Undang-Undang, Ini Tugas Malaikat

Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini mengatakan, diputusnya kontrak dengan CV Makaraya Mandiri dilakukan karena kontraktor tidak bisa memenuhi target pekerjaan sesuai deadline di akhir 2021. ”Ternyata progresnya belum bisa 100 persen,” tandasnya.

- Advertisement -

Meski kontraktor asal Ngagel, Kota Surabaya ini diberi kesempatan perpanjangan 50 hari di awal tahun ini, namun rekanan hanya mampu memenuhi progres kurang dari 70 persen. Sehingga pihaknya terpaksa mengambil langkah tegas untuk memutus kontrak. ”Sudah kita blacklist juga. Tapi konsekwensinya yang berakibat menganggu fungsi harus kita tindaklanjuti,” tukas dia. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/