alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Sasaran BST di Kabupaten Mojokerto Berkurang 2 Ribu KPM

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bantuan sosial tunai (BST) yang bersumber dari refocusing APBD Pemkab Mojokerto mulai tersalurkan,Jumat (12/6).

BST yang sempat tersendat sejak Mei lalu itu telah tersalurkan kepada 16.445 keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah tersebut berkurang 2.066 KPM dari 18.551 KPM yang sudah diusulkan.

Pengurangan terjadi setelah terjadi proses verifikasi dan validasi data penerima  terhadap data bansos yang sudah dibagikan sebelumnya. ’’Bukan karena apa-apa, tapi memang kehati-hatian kami saja. Yang menjadi acuan kami adalah jangan sampai ada penerimaan ganda. Kita cleansing terus agar benar-benar tepat sasaran,’’ ujar Bupati Mojokerto Pungkasiadi saat penyerahan BST di Kecamatan Jatirejo.

Meski berkurang, namun Pung memastikan masih ada bansos lain yang bisa disalurkan kembali untuk keluarga terdampak parah Covid-19. Khususnya, keluarga yang belum tercover empat jenis bansos sebelumnya. Yakni, lewat bansos yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim.

Baca Juga :  Kampung Durian Dongkrak Perekonomian Warga

Bahkan, pemkab dijatah pemprov kuota KPM lebih banyak yakni mencapai 25 ribu KPM. Jumlah tersebut nantinya akan diisi oleh KPM baru hasil usulan dari desa. Kini, pendataan lewat usulan tengah berjalan untuk memenuhi daftar penerima.

Sebelum nantinya diverifikasi dan validasi kembali oleh dinsos sebagai data valid KPM penerima BST Pemprov Jatim senilai Rp 200 ribu selama tiga bulan. ’’Sekarang pun saya masih minta data masukan dari desa untuk diajukan ke BST-nya provinsi. Kuota kita ada sekitar 25 ribu KPM. Tapi, ketika data itu masuk nanti benar-benar kami cleansing. Mudah-mudahan itu sudah tidak dobel lagi. Ya harapan saya nanti bisa sampai 20-ribuan yang fixed untuk kami setor ke Jawa Timur,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Data Penerima Bansos Dibuka ke Publik, Pemkot Tampung 1.125 Pengaduan

Pung juga menegaskan penyaluran bansos lewat program jaring pengaman sosial (JPS) ke depan bisa berjalan beriringan satu sama lain. Sehingga tidak ada lagi daftar penerimaan dobel yang mengakibatkan penundaan pencairan.

Artinya, integrasi pendataan kini terus diupayakan hingga penerimaan bansos benar-benar tepat sasaran. ’’Kalau memang ada saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan dan berhak bantuan untuk Covid-19 ini, tetap diakomodir. Silakan disampaikan lagi melalui desa. Kita nanti cari formulanya seperti apa,’’ tandasnya. 

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bantuan sosial tunai (BST) yang bersumber dari refocusing APBD Pemkab Mojokerto mulai tersalurkan,Jumat (12/6).

BST yang sempat tersendat sejak Mei lalu itu telah tersalurkan kepada 16.445 keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah tersebut berkurang 2.066 KPM dari 18.551 KPM yang sudah diusulkan.

Pengurangan terjadi setelah terjadi proses verifikasi dan validasi data penerima  terhadap data bansos yang sudah dibagikan sebelumnya. ’’Bukan karena apa-apa, tapi memang kehati-hatian kami saja. Yang menjadi acuan kami adalah jangan sampai ada penerimaan ganda. Kita cleansing terus agar benar-benar tepat sasaran,’’ ujar Bupati Mojokerto Pungkasiadi saat penyerahan BST di Kecamatan Jatirejo.

Meski berkurang, namun Pung memastikan masih ada bansos lain yang bisa disalurkan kembali untuk keluarga terdampak parah Covid-19. Khususnya, keluarga yang belum tercover empat jenis bansos sebelumnya. Yakni, lewat bansos yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim.

Baca Juga :  Isolasi 13 Hari, Bisa Dinyatakan Sembuh

Bahkan, pemkab dijatah pemprov kuota KPM lebih banyak yakni mencapai 25 ribu KPM. Jumlah tersebut nantinya akan diisi oleh KPM baru hasil usulan dari desa. Kini, pendataan lewat usulan tengah berjalan untuk memenuhi daftar penerima.

Sebelum nantinya diverifikasi dan validasi kembali oleh dinsos sebagai data valid KPM penerima BST Pemprov Jatim senilai Rp 200 ribu selama tiga bulan. ’’Sekarang pun saya masih minta data masukan dari desa untuk diajukan ke BST-nya provinsi. Kuota kita ada sekitar 25 ribu KPM. Tapi, ketika data itu masuk nanti benar-benar kami cleansing. Mudah-mudahan itu sudah tidak dobel lagi. Ya harapan saya nanti bisa sampai 20-ribuan yang fixed untuk kami setor ke Jawa Timur,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gempa Bumi Datang, Berlindung di Bawah Tas Sekolah
- Advertisement -

Pung juga menegaskan penyaluran bansos lewat program jaring pengaman sosial (JPS) ke depan bisa berjalan beriringan satu sama lain. Sehingga tidak ada lagi daftar penerimaan dobel yang mengakibatkan penundaan pencairan.

Artinya, integrasi pendataan kini terus diupayakan hingga penerimaan bansos benar-benar tepat sasaran. ’’Kalau memang ada saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan dan berhak bantuan untuk Covid-19 ini, tetap diakomodir. Silakan disampaikan lagi melalui desa. Kita nanti cari formulanya seperti apa,’’ tandasnya. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/