alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Kereta Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Bebas Covid-19

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki masa transisi new normal, armada kereta api (KA) reguler jarak jauh di Satasiun Mojokerto mulai beroperasi lagi, Jumat (12/6). Namun, pada hari pertama masih minim penumpang.

Itu menyusul persyaratan penumpang wajib memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, pengguna jasa KA diwajibkan mengantongi surat bebas Covid-19 sebelum menempuh perjalanan.

Kepala Stasiun KA Mojokerto Agus Wuljono mengatakan, setelah sempat diparkir selama pandemi Covid-19, Daop 8 Surabaya mengoperasikan kembali delapan armada KA reguler jarak menengah dan jauh. ’’Ada tiga KA yang melintas di jalur Stasiun Mojokerto,’’ terangnya, (12/6) kemarin.

Masing-masing adalah KA Ranggajati relasi Jember-Surabaya Gubeng-Cirebon; KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng-Jogjakarta; dan KA Sritanjung relasi Lempuyangan/Solo-Surabaya Gubeng-Ketapang/Banyuwangi.

Sejak mewabahnya virus korona jenis baru, kereta jarak jauh dan menengah itu tidak dioperasikan. Sedangkan menghadapi masa transisi new normal atau kebiasan baru ini, moda transportasi masal tersebut kembali membuka jasa perjalanan.

Meski begitu, jumlah penumpang masih dibatasi dengan mengangkut maksimal 70 persen dari kapasitas penumpang gerbong KA. ’’Supaya menghindari jangan sampai ada penyebaran (Covid-19) di dalam kereta,’’ ujarnya.

Selain itu, para calon penumpang juga harus memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Antara lain, memakai masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, hingga menggunakan face shield.

Baca Juga :  GeNose Diminati, Antigen Sepi

Selain tiket, calon penumpang juga harus mengantongi surat bebas Covid-19 yang dikeluarkan oleh dokter maupun fasilitas kesehatan. Baik dari hasil rapid test nonreaktif atau tes polimery chain reaction (PCR) atau swab dengan hasil negatif SARS-CoV-2. ’’Cukup salah satu dari rapid atau swab saja,’’ tandasnya.

Dari kedua metode uji tersebut, memiliki masa waktu yang berbeda. Untuk surat keterangan dari rapid test hanya berlaku selama 3 hari. Sedangkan masa kedaluwarsa lebih lama ada pada surat hasil swab yang berlaku selama satu minggu.

Di sisi lain, ungkap Agus, kondisi klinis penumpang KA juga harus dalam keadaan sehat. Antara lain, tidak mengalami keluhan batuk, flu, maupun demam. Untuk memastikan kondisi itu, setiap calon penumpang akan dilakukan cek suhu badan menggunakan thermal gun. Jika melebihi 37,3 derajat Celsius, maka disarankan untuk menunda perjalanan.

Mantan Kepala Stasiun Solo Jebres ini menambahkan, seluruh persyaratan protokol kesehatan itu harus dipenuhi. Jika tidak, maka pihaknya tidak memperbolehkan penumpang untuk naik ke gerbong kereta. ’’Tidak boleh naik. Tiket akan kami kembalikan penuh,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Syarat Vaksin Booster Masih Buram

Disinggung apakah tidak mempersulit masyarkat untuk memanfaatkan jasa KA, Agus mengatakan jika aturan baru dalam menumpang KA sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19 7/2020. Juga berpedoman SE Ditjenka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 14/2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19. ’’Jadi kita sesuai dengan instruksinya pemerintah. Sambil nanti akan terus dievaluasi,’’ tandasnya.

Pemesanan tiket juga telah kembali dibuka. Namun, untuk sementara ini hanya dilayani secara online pada H-7 sebelum jadwal perjalanan. Sedangkan pembelian tiket langsung di loket stasiun hanya dibuka pada tiga jam sebelum keberangkatan KA.

Agus menyatakan jika pengoperasian KA reguler jarak menengah dan jauh kemarin masih sangat minim penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Mojokerto. Selain karena masih hari pertama, faktor minimnya penumpang juga ditengarai karena harus melengkapi syarat surat bebas Covid-19.

’’Mungkin karena harus rapid test, sehingga hari ini penumpang masih sepi. Baik dari KA Sritanjung maupun Sancaka,’’ jelasnya. (abi)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki masa transisi new normal, armada kereta api (KA) reguler jarak jauh di Satasiun Mojokerto mulai beroperasi lagi, Jumat (12/6). Namun, pada hari pertama masih minim penumpang.

Itu menyusul persyaratan penumpang wajib memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, pengguna jasa KA diwajibkan mengantongi surat bebas Covid-19 sebelum menempuh perjalanan.

Kepala Stasiun KA Mojokerto Agus Wuljono mengatakan, setelah sempat diparkir selama pandemi Covid-19, Daop 8 Surabaya mengoperasikan kembali delapan armada KA reguler jarak menengah dan jauh. ’’Ada tiga KA yang melintas di jalur Stasiun Mojokerto,’’ terangnya, (12/6) kemarin.

Masing-masing adalah KA Ranggajati relasi Jember-Surabaya Gubeng-Cirebon; KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng-Jogjakarta; dan KA Sritanjung relasi Lempuyangan/Solo-Surabaya Gubeng-Ketapang/Banyuwangi.

Sejak mewabahnya virus korona jenis baru, kereta jarak jauh dan menengah itu tidak dioperasikan. Sedangkan menghadapi masa transisi new normal atau kebiasan baru ini, moda transportasi masal tersebut kembali membuka jasa perjalanan.

Meski begitu, jumlah penumpang masih dibatasi dengan mengangkut maksimal 70 persen dari kapasitas penumpang gerbong KA. ’’Supaya menghindari jangan sampai ada penyebaran (Covid-19) di dalam kereta,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Selain itu, para calon penumpang juga harus memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Antara lain, memakai masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, hingga menggunakan face shield.

Baca Juga :  Pemkab Optimalkan PAD Pajak

Selain tiket, calon penumpang juga harus mengantongi surat bebas Covid-19 yang dikeluarkan oleh dokter maupun fasilitas kesehatan. Baik dari hasil rapid test nonreaktif atau tes polimery chain reaction (PCR) atau swab dengan hasil negatif SARS-CoV-2. ’’Cukup salah satu dari rapid atau swab saja,’’ tandasnya.

Dari kedua metode uji tersebut, memiliki masa waktu yang berbeda. Untuk surat keterangan dari rapid test hanya berlaku selama 3 hari. Sedangkan masa kedaluwarsa lebih lama ada pada surat hasil swab yang berlaku selama satu minggu.

Di sisi lain, ungkap Agus, kondisi klinis penumpang KA juga harus dalam keadaan sehat. Antara lain, tidak mengalami keluhan batuk, flu, maupun demam. Untuk memastikan kondisi itu, setiap calon penumpang akan dilakukan cek suhu badan menggunakan thermal gun. Jika melebihi 37,3 derajat Celsius, maka disarankan untuk menunda perjalanan.

Mantan Kepala Stasiun Solo Jebres ini menambahkan, seluruh persyaratan protokol kesehatan itu harus dipenuhi. Jika tidak, maka pihaknya tidak memperbolehkan penumpang untuk naik ke gerbong kereta. ’’Tidak boleh naik. Tiket akan kami kembalikan penuh,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Tembus Tiga Ribu Penumpang

Disinggung apakah tidak mempersulit masyarkat untuk memanfaatkan jasa KA, Agus mengatakan jika aturan baru dalam menumpang KA sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19 7/2020. Juga berpedoman SE Ditjenka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 14/2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19. ’’Jadi kita sesuai dengan instruksinya pemerintah. Sambil nanti akan terus dievaluasi,’’ tandasnya.

Pemesanan tiket juga telah kembali dibuka. Namun, untuk sementara ini hanya dilayani secara online pada H-7 sebelum jadwal perjalanan. Sedangkan pembelian tiket langsung di loket stasiun hanya dibuka pada tiga jam sebelum keberangkatan KA.

Agus menyatakan jika pengoperasian KA reguler jarak menengah dan jauh kemarin masih sangat minim penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Mojokerto. Selain karena masih hari pertama, faktor minimnya penumpang juga ditengarai karena harus melengkapi syarat surat bebas Covid-19.

’’Mungkin karena harus rapid test, sehingga hari ini penumpang masih sepi. Baik dari KA Sritanjung maupun Sancaka,’’ jelasnya. (abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/