alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Sewakan Kamar untuk Mesum, Pengelola Kos Diamankan

Empat Jam Rp 60 Ribu, Dua Sejoli Penyewa Diciduk

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua pasangan mesum diciduk polisi dari rumah kos di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kamis (12/5) siang. Mereka tengah asyik memadu kasih di kamar kos yang disewa Rp 60-80 ribu per empat jam. Selain itu, polisi juga mengamankan pengelola kos.

Razia oleh Satsabhara Polres Mojokerto Kota itu berlangsung sekitar pukul 10.00. Di lokasi, dua sejoli tepergok sedang bermesraan di dua kamar berbeda. Keempatnya AA, 23, dan FO 20, asal Kecamatan Jetis serta AF, 19, dan DN, 18, asal Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Mereka mengaku sengaja ngamar untuk berbuat asusila.

Saat petugas datang, salah satu pasangan mengaku sudah sempat melakukan hubungan badan. Di kamarnya, polisi menemukan satu buah kondom bekas pakai yang dibungkus tas plastik. Sementara itu, dari kamar pasangan lainnya, tiga bungkus tisu magic diamankan.
Kemarin, keempatnya menjalani pemeriksaan di Mapolres Mojokerto Kota.

Baca Juga :  BNNK Tes Urine ASN Pemkot, Seluruh Pejabat Dinyatakan Negatif Narkoba

Pasangan kekasih yang terjaring razia ini mengaku sudah berlaki-kali melakukan aksinya. Mereka sering memesan kamar kos yang disewakan per jam tersebut untuk berbuat asusila. Satu pasang mengaku tujuh kali ngamar sedangkan satunya sebanyak enam kali. ’’Dari tahun lalu, seminggu sekali kadang pesan (kamar),’’ kata AA.

Pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai sopir pribadi tersebut mendapat informasi penyewaan kamar kos dari grup media social (medsos) Facebook (FB). Ia kemudian berkomunikasi dengan pemilik kos melalui WhatsApp (WA). Tarif per kamar dipatok bervariasi. AA mengaku diminta membayar Rp 60 ribu sedangkan satu pasang lainnya Rp 80 ribu. Biaya itu untuk durasi selama empat jam. ’’Sebenarnya takut digerebek, tapi ya manusiawi lah,’’ ungkap dia saat ditanya alasan nekat berulang kali sewa kamar bareng pacar.

Selain pasangan mesum, polisi turut mengamankan Rosa Belia, 21, pengelola kos untuk dimintai keterangan. Ia mengaku, kos itu milik Lia, warga Kecamatan Mojoagung, Jombang. Selama ini, dirinya hanya dipasrahi sang juragan untuk menjaga kos tersebut.

Baca Juga :  Squat Jump 90 Kali, Hanum Jalani Rontgen di Empat Bagian

Menurutnya, tidak ada syarat dan pemeriksaan khusus bagi calon penghuni kos. Misalnya syarat menunjukkan KTP atau surat nikah bagi penghuni pasangan. ’’Sekarang juga tidak ada penghuninya. Paling banyak memang sewa per jam,’’ terangnya. Pelanggan bebas ngamar asal membayar. ’’Biasanya bayar dulu baru masuk kamar,’’ imbuh dia.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam menegaskan, razia rumah kos dilakukan untuk mengantisipasi tindak asusila. Sebab, banyak rumah kos yang disalahgunakan. Penertiban ini sesuai dengan Perda Kota Mojokerto 3/2021 tentang Trantibum. ’’Besok (hari ini, Red) kita akan panggil pemilik kos karena membiarkan tempat usahanya jadi tempat tindak asusila,’’ jelasnya. Empat pasangan mesum selanjutnya dilimpahkan ke dinsos untuk menjalani pembinaan. Dia disangkakan telah melanggar pasal 512 KUHP junctro Perda 13/2015 tentang penyelenggaraan rumah kos. (adi/ron)

Empat Jam Rp 60 Ribu, Dua Sejoli Penyewa Diciduk

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua pasangan mesum diciduk polisi dari rumah kos di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kamis (12/5) siang. Mereka tengah asyik memadu kasih di kamar kos yang disewa Rp 60-80 ribu per empat jam. Selain itu, polisi juga mengamankan pengelola kos.

Razia oleh Satsabhara Polres Mojokerto Kota itu berlangsung sekitar pukul 10.00. Di lokasi, dua sejoli tepergok sedang bermesraan di dua kamar berbeda. Keempatnya AA, 23, dan FO 20, asal Kecamatan Jetis serta AF, 19, dan DN, 18, asal Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Mereka mengaku sengaja ngamar untuk berbuat asusila.

Saat petugas datang, salah satu pasangan mengaku sudah sempat melakukan hubungan badan. Di kamarnya, polisi menemukan satu buah kondom bekas pakai yang dibungkus tas plastik. Sementara itu, dari kamar pasangan lainnya, tiga bungkus tisu magic diamankan.
Kemarin, keempatnya menjalani pemeriksaan di Mapolres Mojokerto Kota.

Baca Juga :  Logistik Korban Banjir Dipastikan Aman

Pasangan kekasih yang terjaring razia ini mengaku sudah berlaki-kali melakukan aksinya. Mereka sering memesan kamar kos yang disewakan per jam tersebut untuk berbuat asusila. Satu pasang mengaku tujuh kali ngamar sedangkan satunya sebanyak enam kali. ’’Dari tahun lalu, seminggu sekali kadang pesan (kamar),’’ kata AA.

Pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai sopir pribadi tersebut mendapat informasi penyewaan kamar kos dari grup media social (medsos) Facebook (FB). Ia kemudian berkomunikasi dengan pemilik kos melalui WhatsApp (WA). Tarif per kamar dipatok bervariasi. AA mengaku diminta membayar Rp 60 ribu sedangkan satu pasang lainnya Rp 80 ribu. Biaya itu untuk durasi selama empat jam. ’’Sebenarnya takut digerebek, tapi ya manusiawi lah,’’ ungkap dia saat ditanya alasan nekat berulang kali sewa kamar bareng pacar.

- Advertisement -

Selain pasangan mesum, polisi turut mengamankan Rosa Belia, 21, pengelola kos untuk dimintai keterangan. Ia mengaku, kos itu milik Lia, warga Kecamatan Mojoagung, Jombang. Selama ini, dirinya hanya dipasrahi sang juragan untuk menjaga kos tersebut.

Baca Juga :  PDP Meninggal di Kabupaten Mojokerto Tembus Sembilan Orang

Menurutnya, tidak ada syarat dan pemeriksaan khusus bagi calon penghuni kos. Misalnya syarat menunjukkan KTP atau surat nikah bagi penghuni pasangan. ’’Sekarang juga tidak ada penghuninya. Paling banyak memang sewa per jam,’’ terangnya. Pelanggan bebas ngamar asal membayar. ’’Biasanya bayar dulu baru masuk kamar,’’ imbuh dia.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam menegaskan, razia rumah kos dilakukan untuk mengantisipasi tindak asusila. Sebab, banyak rumah kos yang disalahgunakan. Penertiban ini sesuai dengan Perda Kota Mojokerto 3/2021 tentang Trantibum. ’’Besok (hari ini, Red) kita akan panggil pemilik kos karena membiarkan tempat usahanya jadi tempat tindak asusila,’’ jelasnya. Empat pasangan mesum selanjutnya dilimpahkan ke dinsos untuk menjalani pembinaan. Dia disangkakan telah melanggar pasal 512 KUHP junctro Perda 13/2015 tentang penyelenggaraan rumah kos. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/