alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Keluarga Informan Polisi Gadungan Diusir Warga

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keluarga Vicky Andri Asmoko, 29 yang tinggal di RT 12 RW 4 Dusun Wates Lor, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, diusir warga dari kampungnya, Rabu (11/5) malam. Mereka meminta keluarga informan polisi gadungan itu angkat kaki dari desa setempat.

Warga sepakat mengusir keluarga tersangka aksi penipuan dan pemerasan berkedok polisi gadungan itu lantaran telah meresahkan dan mencoreng nama baik desa. ”Warga kumpul ke balai desa itu spontan. Gak ada undangan sebelumnya. Akhirnya disepakati kalau satu keluarga itu diusir dari desa karena warga sudah resah sekali gara-gara mereka,” ujar Wawan, warga setempat.

Diusirnya keluarga Vicky merupakan sanksi sosial yang berlaku di Desa Balongwono. Itu berlaku sudah sejak dulu. Utamanya bagi mereka yang mencoreng nama baik desa dan mererugikan sekaligus meresahkan warga. Apalagi, menurut warga, satu keluarga itu disinyalir turut andil dalam setiap aksi yang dilancarkan Vicky dan jaringannya. ”Sebelum korban yang terakhir itu (Bambang, 24) ada dua korban lainnya yang juga warga sini. Udin, 16, dan Baktiar, 28. Mereka diperas sampai habis Rp 75 juta. Yang satu Rp 25 juta, satunya habis Rp 50 juta,” katanya.

Baca Juga :  Asuransi Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan Ketua RT/RW Disetujui

Rampung menggelar musyawarah di balai desa yang dihadiri pemdes, TNI, dan Polri, ratusan warga langsung mendatangi rumah Vicky. Saat kejadian, ada lima anggota keluarga Vicky yang berada di rumah. Yakni, Muslikin alias Solikin (ayah), Aminah (ibu), Irma (adik), dan dua orang keponakan Vicky.

Mereka diseret keluar rumah dan disoraki oleh warga lantaran bersikeras enggan angkat kaki dari rumah dengan sejumlah alasan. Meski sebelumnya warga sudah menyampaikan hasil musyawarah desa tersebut secara kekeluargaan. ”Gimana nggak diseret paksa. Wong memang dia nggak mau keluar rumah. Padahal ini hasil musyawarah bersama warga satu desa,” katanya.

Beruntung, satu keluarga tersebut berhasil diamankan petugas TNI/Polri sebelum jadi bulan-bulan massa meski telah diarak massa hingga ke depan gang. Hingga kini, satu keluarga itu masih diamankan di Mapolsek Trowulan. ”Warga nggak sampai memukul mereka atau merusak rumahnya. Soalnya sudah kesepakatan waktu musyawarah kalau tidak sampai anarkis melanggar hukum,” tandas pria 32 tahun itu.

Baca Juga :  Seruduk Truk, Kernet Sugeng Rahayu Tewas

Kepala Desa Balongwono Puji Wahyu Ningsih membenarkan adanya aksi massa tersebut. Dikatakannya, pengusiran satu keluarga itu merupakan hasil musyawarah seluruh warga desa yang juga dihadirinya. Hasil tersebut tak lain akibat keresahan dan kekesalan yang sudah memuncak. ”Musyawarah diputuskan secara mufakat, kalau keluarga Vicky ini keluar dari Desa Balongwono, selama-lamanya. Tuntutan warga seperti itu. Karena warga sudah resah dan mereka menganggap Vicky telah mencoreng nama baik Desa Balongwono,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi membenarkan jika satu keluarga tersangka kasus polisi gadungan itu sementara ini diamankan di mapolsek. Hal tersebut guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebab, selain jumlahnya yang tidak sedikit, massa berpotensi diselimuti emosi lantaran rasa kesal yang terakumulasi. ”Sementara, sampai beberapa hari ini, kami amankan di mapolsek sampai kita mediasi warga lagi. Kalau memang mintanya seperti itu (keluarga Vicky diusir) ya kita tidak bisa menahan-nahan kehendak warga. Karena kita juga mengantisipasi gerakan massa yang lebih besar nantinya,” sebutnya. (vad/ron)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keluarga Vicky Andri Asmoko, 29 yang tinggal di RT 12 RW 4 Dusun Wates Lor, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, diusir warga dari kampungnya, Rabu (11/5) malam. Mereka meminta keluarga informan polisi gadungan itu angkat kaki dari desa setempat.

Warga sepakat mengusir keluarga tersangka aksi penipuan dan pemerasan berkedok polisi gadungan itu lantaran telah meresahkan dan mencoreng nama baik desa. ”Warga kumpul ke balai desa itu spontan. Gak ada undangan sebelumnya. Akhirnya disepakati kalau satu keluarga itu diusir dari desa karena warga sudah resah sekali gara-gara mereka,” ujar Wawan, warga setempat.

Diusirnya keluarga Vicky merupakan sanksi sosial yang berlaku di Desa Balongwono. Itu berlaku sudah sejak dulu. Utamanya bagi mereka yang mencoreng nama baik desa dan mererugikan sekaligus meresahkan warga. Apalagi, menurut warga, satu keluarga itu disinyalir turut andil dalam setiap aksi yang dilancarkan Vicky dan jaringannya. ”Sebelum korban yang terakhir itu (Bambang, 24) ada dua korban lainnya yang juga warga sini. Udin, 16, dan Baktiar, 28. Mereka diperas sampai habis Rp 75 juta. Yang satu Rp 25 juta, satunya habis Rp 50 juta,” katanya.

Baca Juga :  Seruduk Truk, Kernet Sugeng Rahayu Tewas

Rampung menggelar musyawarah di balai desa yang dihadiri pemdes, TNI, dan Polri, ratusan warga langsung mendatangi rumah Vicky. Saat kejadian, ada lima anggota keluarga Vicky yang berada di rumah. Yakni, Muslikin alias Solikin (ayah), Aminah (ibu), Irma (adik), dan dua orang keponakan Vicky.

Mereka diseret keluar rumah dan disoraki oleh warga lantaran bersikeras enggan angkat kaki dari rumah dengan sejumlah alasan. Meski sebelumnya warga sudah menyampaikan hasil musyawarah desa tersebut secara kekeluargaan. ”Gimana nggak diseret paksa. Wong memang dia nggak mau keluar rumah. Padahal ini hasil musyawarah bersama warga satu desa,” katanya.

Beruntung, satu keluarga tersebut berhasil diamankan petugas TNI/Polri sebelum jadi bulan-bulan massa meski telah diarak massa hingga ke depan gang. Hingga kini, satu keluarga itu masih diamankan di Mapolsek Trowulan. ”Warga nggak sampai memukul mereka atau merusak rumahnya. Soalnya sudah kesepakatan waktu musyawarah kalau tidak sampai anarkis melanggar hukum,” tandas pria 32 tahun itu.

Baca Juga :  Endang Binarti, Kematangan Jiwa Seorang Wanita
- Advertisement -

Kepala Desa Balongwono Puji Wahyu Ningsih membenarkan adanya aksi massa tersebut. Dikatakannya, pengusiran satu keluarga itu merupakan hasil musyawarah seluruh warga desa yang juga dihadirinya. Hasil tersebut tak lain akibat keresahan dan kekesalan yang sudah memuncak. ”Musyawarah diputuskan secara mufakat, kalau keluarga Vicky ini keluar dari Desa Balongwono, selama-lamanya. Tuntutan warga seperti itu. Karena warga sudah resah dan mereka menganggap Vicky telah mencoreng nama baik Desa Balongwono,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi membenarkan jika satu keluarga tersangka kasus polisi gadungan itu sementara ini diamankan di mapolsek. Hal tersebut guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebab, selain jumlahnya yang tidak sedikit, massa berpotensi diselimuti emosi lantaran rasa kesal yang terakumulasi. ”Sementara, sampai beberapa hari ini, kami amankan di mapolsek sampai kita mediasi warga lagi. Kalau memang mintanya seperti itu (keluarga Vicky diusir) ya kita tidak bisa menahan-nahan kehendak warga. Karena kita juga mengantisipasi gerakan massa yang lebih besar nantinya,” sebutnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/