alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Harmoni di Tengah Hari Raya Islam dan Nasrani

Kendati pernah terjadi peristiwa bom Natal tahun 2000 silam, namun hal itu tidak lantas menyurutkan semangat kerukunan umat beragama di Mojokerto. Kamis (13/05) terjadi perayaan dua hari besar bagi umat Islam dan Nasrani. Hari Raya Idul Fitri dan peringatan Kenaikan Isa Almasih.

Toleransi penuh harmoni dan kerukunan antar umat beragama terlihat di Dusun Tumpak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto sejak pagi. Puluhan pemuda gereja turut mengatur lalu lintas dan parkir para jamaah.

Uniknya, area parkir dua jamaah tempat ibadah beda agama tersebut menjadi satu. Sebab, Masjid Al Hidayah dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) sangatlah berdekatan. Sejak pagi puluhan pemuda gereja dan anggota Banser NU turut menata parkir dan mengatur lalu lintas. Pelaksanaan ibadah dua agama ini berlangsung pukul 06.15 hingga 07.00 WIB. Saat salat Idul Fitri telah usai, ibadah di gereja juga hampir selesai.

Baca Juga :  Ning Ita Tekankan Perencanaan Matang dan Terarah

Pemandangan mengharukan terlihat saat jamaah membubarkan diri. Para penjaga gereja menyempatkan diri untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H kepada umat Islam. Sebaliknya, dengan umat muslim. Mereka juga memberi ucapan selamat atas perayaan Kenaikan Isa Almasih.

Antonius, salah satu pemuda gereja menuturkan, kerukunan umat beragama di kampung halamannya ini sudah terbangun sejak lama. ”Meskipun beda agama banyak warga Nasrani juga berkunjung ke umat muslim untuk bermaaf-maafan di Hari Raya Idul Fitri,” katanya.

Begitu juga, lanjut dia, ketika perayaan Natal. Umat Nasrani biasa mengirim makanan kepada warga muslim. Berbagi dan menjalin silaturahmi. ”Makanan yang dijamin halal tentunya,” tandas Antoni sambil tertawa. (fan/ris)

Baca Juga :  Nekat Takbir Keliling, Polisi Ancam Amankan Kendaraan

Kendati pernah terjadi peristiwa bom Natal tahun 2000 silam, namun hal itu tidak lantas menyurutkan semangat kerukunan umat beragama di Mojokerto. Kamis (13/05) terjadi perayaan dua hari besar bagi umat Islam dan Nasrani. Hari Raya Idul Fitri dan peringatan Kenaikan Isa Almasih.

Toleransi penuh harmoni dan kerukunan antar umat beragama terlihat di Dusun Tumpak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto sejak pagi. Puluhan pemuda gereja turut mengatur lalu lintas dan parkir para jamaah.

Uniknya, area parkir dua jamaah tempat ibadah beda agama tersebut menjadi satu. Sebab, Masjid Al Hidayah dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) sangatlah berdekatan. Sejak pagi puluhan pemuda gereja dan anggota Banser NU turut menata parkir dan mengatur lalu lintas. Pelaksanaan ibadah dua agama ini berlangsung pukul 06.15 hingga 07.00 WIB. Saat salat Idul Fitri telah usai, ibadah di gereja juga hampir selesai.

Baca Juga :  Pilih Pakai Wastafel hingga Pengeras Suara

Pemandangan mengharukan terlihat saat jamaah membubarkan diri. Para penjaga gereja menyempatkan diri untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H kepada umat Islam. Sebaliknya, dengan umat muslim. Mereka juga memberi ucapan selamat atas perayaan Kenaikan Isa Almasih.

Antonius, salah satu pemuda gereja menuturkan, kerukunan umat beragama di kampung halamannya ini sudah terbangun sejak lama. ”Meskipun beda agama banyak warga Nasrani juga berkunjung ke umat muslim untuk bermaaf-maafan di Hari Raya Idul Fitri,” katanya.

Begitu juga, lanjut dia, ketika perayaan Natal. Umat Nasrani biasa mengirim makanan kepada warga muslim. Berbagi dan menjalin silaturahmi. ”Makanan yang dijamin halal tentunya,” tandas Antoni sambil tertawa. (fan/ris)

Baca Juga :  Ning Ita Tekankan Perencanaan Matang dan Terarah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/