alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Labfor Telusuri Cairan Dalam Kolam PT Enero

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi terus mendalami kasus kecelakaan kerja yang merenggut nyawa tiga pekerja PT Energi Agro Nusantara (Enero) Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Korps Bhayangkara masih melakukan peyelidikan untuk mengungkap penyebab tewasnya korban. Selain itu, juga berusaha menguak apakah terdapat unsur pidana atau tidak.

Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi, menyatakan, pasca melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (11/4) malam, ketiga jenazah langsung dilakukan otopsi di RS Bhyangkara Polda Jatim. Menurutnya, langkah itu untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. ’’Otopsi sudah dilaksanakan. Baru tadi pagi (kemarin) sekitar pukul 02.00 pelaksanaannya selesai,’’ terangnya, Minggu (12/4).

Namun, kata Sodik, proses otopsi yang melibatkan tim dokter forensik itu belum cukup untuk mengungkap penyebab kematian korban. Karena itu, pihaknya masih harus dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. ’’Kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Masih dalam proses penyelidikan,’’ ujarnya.

Bersama Tim Labfor Polda Jatim, pihaknya juga akan mengambil sampel terhadap cairan yang terdapat di kolam preselting atau kolam pegendapan di pabrik pengolah bioetanol tersebut. Pasalnya, di lokasi itulah ketiga pekerja meregang nyawa. ’’Ambil sampel untuk cek kandungan kimianya yang ada di sana (TKP). Itu cairan apa, kandungan apa, cuma yang mengatahui kan ahlinya (tim labfor), bukan kita,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Bakal Naik Selangit, Benarkah Gaji DPRD Setara Wali Kota?

Karena itu, Sodik mengaku belum bisa memastikan penyebab meninggalnya para korban. Baik apakah karena ada kemungkinan keracunan cairan dari endapan sisa etanol di dalam kolam, atau justru karena menghirup gas tertentu. Sebab, sebelum ditemukan tewas, ketiga korban sempat mencium bau menyengat saat mencuci kolam preselting.

Tak kuat dengan bau tersebut, salah seorang pekerja berusaha naik ke bibir kolam setinggi kurang lebih tiga meter. Namun, korban justru terjatuh ke endapan sisa etanol sedalam lutut orang dewasa dan tewas di TKP.

Nasib nahas juga dialami kedua rekannya. Mereka yang berusaha menolong justru ikut menjadi korban. Keduanya sama-sama terjatuh ke endapan lumpur karena tak kuat mencium bau menyengat yang diduga dari kebocoran tabung gas preselting. ’’Jadi, dari ahli nanti kita sandingkan hasil otopsi apa dan dari labfor apa. Baru tahu nanti (penyebab kematian korban),’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pasien Bunuh Diri di Kamar Rumah Sakit

Sodik menambahkan, sejauh ini pihaknya juga telah menggali keterangan dari sejumlah saksi terkait kejadian maut di anak perusahaan BUMN PTPN X itu. Tak hanya mengungkap penyebab tewasnya para korban, Polresta Mojokerto juga akan mengusut apakah laka kerja itu terdapat unsur pidana atau tidak. ’’Kami dari polresta akan serius untuk menangani ini. Apakah ada unsur pidananya atau tidak,’’  pungkasnya.

Untuk diketahui, tiga karyawan yang tewas masing-masing adalah divisi biogas plant, Beni Trio Sucahyo, warga Jalan Margitosan, Desa Gembongan; divisi biogas plant, Adhi Bayu Nugraha; dan bagian helper, Rudik, warga Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. 

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi terus mendalami kasus kecelakaan kerja yang merenggut nyawa tiga pekerja PT Energi Agro Nusantara (Enero) Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Korps Bhayangkara masih melakukan peyelidikan untuk mengungkap penyebab tewasnya korban. Selain itu, juga berusaha menguak apakah terdapat unsur pidana atau tidak.

Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi, menyatakan, pasca melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (11/4) malam, ketiga jenazah langsung dilakukan otopsi di RS Bhyangkara Polda Jatim. Menurutnya, langkah itu untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. ’’Otopsi sudah dilaksanakan. Baru tadi pagi (kemarin) sekitar pukul 02.00 pelaksanaannya selesai,’’ terangnya, Minggu (12/4).

Namun, kata Sodik, proses otopsi yang melibatkan tim dokter forensik itu belum cukup untuk mengungkap penyebab kematian korban. Karena itu, pihaknya masih harus dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. ’’Kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Masih dalam proses penyelidikan,’’ ujarnya.

Bersama Tim Labfor Polda Jatim, pihaknya juga akan mengambil sampel terhadap cairan yang terdapat di kolam preselting atau kolam pegendapan di pabrik pengolah bioetanol tersebut. Pasalnya, di lokasi itulah ketiga pekerja meregang nyawa. ’’Ambil sampel untuk cek kandungan kimianya yang ada di sana (TKP). Itu cairan apa, kandungan apa, cuma yang mengatahui kan ahlinya (tim labfor), bukan kita,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Semua Handphone Pegawai DPUPR Kabupaten Mojokerto Disita

Karena itu, Sodik mengaku belum bisa memastikan penyebab meninggalnya para korban. Baik apakah karena ada kemungkinan keracunan cairan dari endapan sisa etanol di dalam kolam, atau justru karena menghirup gas tertentu. Sebab, sebelum ditemukan tewas, ketiga korban sempat mencium bau menyengat saat mencuci kolam preselting.

Tak kuat dengan bau tersebut, salah seorang pekerja berusaha naik ke bibir kolam setinggi kurang lebih tiga meter. Namun, korban justru terjatuh ke endapan sisa etanol sedalam lutut orang dewasa dan tewas di TKP.

- Advertisement -

Nasib nahas juga dialami kedua rekannya. Mereka yang berusaha menolong justru ikut menjadi korban. Keduanya sama-sama terjatuh ke endapan lumpur karena tak kuat mencium bau menyengat yang diduga dari kebocoran tabung gas preselting. ’’Jadi, dari ahli nanti kita sandingkan hasil otopsi apa dan dari labfor apa. Baru tahu nanti (penyebab kematian korban),’’ tegasnya.

Baca Juga :  Seolah Ada Yang Selalu Menuntun Bersujud

Sodik menambahkan, sejauh ini pihaknya juga telah menggali keterangan dari sejumlah saksi terkait kejadian maut di anak perusahaan BUMN PTPN X itu. Tak hanya mengungkap penyebab tewasnya para korban, Polresta Mojokerto juga akan mengusut apakah laka kerja itu terdapat unsur pidana atau tidak. ’’Kami dari polresta akan serius untuk menangani ini. Apakah ada unsur pidananya atau tidak,’’  pungkasnya.

Untuk diketahui, tiga karyawan yang tewas masing-masing adalah divisi biogas plant, Beni Trio Sucahyo, warga Jalan Margitosan, Desa Gembongan; divisi biogas plant, Adhi Bayu Nugraha; dan bagian helper, Rudik, warga Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/