alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Vaksinasi Booster Belum Dimulai

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Meski sudah mendapatkan instruksi dari pusat, vaksinasi booster bagi masyarakat umum di Mojokerto belum bisa digelar. Lantaran, terkendala belum adanya dropping vaksin booster dan petunjuk teknis (juknis) Kemenkes.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Ida Pawasti menerangkan, harusnya vaksinasi booster sudah bisa dimulai sejak Rabu (12/1) kemarin dengan sisa stok vaksin masing-masing daerah. Akan tetapi, Dinkes tidak memiliki stok ketiga vaksin booster (Pzifer, Moderna, AstraZeneca). ’’Kita harus menunggu alokasi dari provinsi untuk dropping khusus booster,’’ ujarnya, kemarin.

Lanjut dia, Dinkes hanya tersedia vaksin Sinovac sebanyak 2.232 dosis untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Selain itu, vaksin jenis Pfizer sebanyak 4.940 dosis tersedia di ruang imunisasi yang sudah memasuki masa kedaluwarsa kemarin (12/1). ’’Datangnya awal bulan kemarin, tapi expired-nya hari ini (kemarin), ya akhirnya tidak bisa digunakan dan kami simpan untuk dimusnahkan nanti. Makanya kita nunggu dropping dari provinsi saja,’’ bebernya.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Sasar Napi di Lapas

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily  mengaku belum bisa memulai pemberian vaksinasi booster lantaran masih menunggu dropping vaksinasi dari provinsi.

Adapun, untuk sementara waktu, yang tersisa di Dinkes saat ini hanya vaksin jenis Sinovac sekitar 7.000 dosis. ’’Ini kita alokasikan untuk vaksin anak usia 6-11 tahun. Sebab, sasaran vaksinasi booster paling utama kan lansia dulu, jadi lebih baik kita menunggu dropping dari provinsi dulu baru nanti dilaksanakan,’’ paparnya.

Mantan Plt Kepala Puskesmas Mentikan ini menyebutkan, sesuai hasil sosialisasi dari Kemenkes, penerima vaksin booster didahulukan warga yang komorbid. Tentunya, mereka harus sudah tercover sebagai penerima bantuan iuran (PBI) yang terdaftar di BPJS Kesehatan. ’’Untuk sasaran ini vaksinasinya gratis. Sementara, baru kelompok rentan dan lansia yang wajib dapat dan sudah diproses PBI baru nanti dilanjutkan ke kelompok lain. Kami masih mencari sasaran yang memenuhi syarat itu dan nanti baru bisa dilakukan vaksinasi booster sembari menunggu alokasi vaksinnya datang,’’ tandasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Sebatas Ngugemi Dawuh Kiai

 

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Meski sudah mendapatkan instruksi dari pusat, vaksinasi booster bagi masyarakat umum di Mojokerto belum bisa digelar. Lantaran, terkendala belum adanya dropping vaksin booster dan petunjuk teknis (juknis) Kemenkes.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Ida Pawasti menerangkan, harusnya vaksinasi booster sudah bisa dimulai sejak Rabu (12/1) kemarin dengan sisa stok vaksin masing-masing daerah. Akan tetapi, Dinkes tidak memiliki stok ketiga vaksin booster (Pzifer, Moderna, AstraZeneca). ’’Kita harus menunggu alokasi dari provinsi untuk dropping khusus booster,’’ ujarnya, kemarin.

Lanjut dia, Dinkes hanya tersedia vaksin Sinovac sebanyak 2.232 dosis untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Selain itu, vaksin jenis Pfizer sebanyak 4.940 dosis tersedia di ruang imunisasi yang sudah memasuki masa kedaluwarsa kemarin (12/1). ’’Datangnya awal bulan kemarin, tapi expired-nya hari ini (kemarin), ya akhirnya tidak bisa digunakan dan kami simpan untuk dimusnahkan nanti. Makanya kita nunggu dropping dari provinsi saja,’’ bebernya.

Baca Juga :  Dongkrak Cakupan Vaksin Booster

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily  mengaku belum bisa memulai pemberian vaksinasi booster lantaran masih menunggu dropping vaksinasi dari provinsi.

Adapun, untuk sementara waktu, yang tersisa di Dinkes saat ini hanya vaksin jenis Sinovac sekitar 7.000 dosis. ’’Ini kita alokasikan untuk vaksin anak usia 6-11 tahun. Sebab, sasaran vaksinasi booster paling utama kan lansia dulu, jadi lebih baik kita menunggu dropping dari provinsi dulu baru nanti dilaksanakan,’’ paparnya.

Mantan Plt Kepala Puskesmas Mentikan ini menyebutkan, sesuai hasil sosialisasi dari Kemenkes, penerima vaksin booster didahulukan warga yang komorbid. Tentunya, mereka harus sudah tercover sebagai penerima bantuan iuran (PBI) yang terdaftar di BPJS Kesehatan. ’’Untuk sasaran ini vaksinasinya gratis. Sementara, baru kelompok rentan dan lansia yang wajib dapat dan sudah diproses PBI baru nanti dilanjutkan ke kelompok lain. Kami masih mencari sasaran yang memenuhi syarat itu dan nanti baru bisa dilakukan vaksinasi booster sembari menunggu alokasi vaksinnya datang,’’ tandasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Enam Jam tanpa Istirahat
- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/