alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Rambu Peringatan dan Reflektor Dipasang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kondisi median Jalan Gajah Mada menuju Jembatan Gajah Mada yang rawan memicu kecelakaan akhirnya direspon pihak terkait. Kemarin, Dishub Kota Mojokerto memasang rambu peringatan sekaligus pemantul cahaya.

Rambu yang berdiri setinggi satu meter ini terpasang di ujung median jalan. Masing-masing di media sisi barat serta tengah. Selain menjadi penanda pemisah jalur, papan rambu berkelir kuning dan hitam ini juga memantulkan cahaya saat malam hari.

Kabid Lalin Dishub Kota Mojokerto Jujuk Nurdiansyah menjelaskan, pemasangan rambu untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Keberadaannya diharapkan menjadi penanda bagi pengendara yang melintas. Baik dari arah jalan Gajah Mada maupun yang turun dari jembatan. ’’Itu menjadi rambu median sekaligus ada reflektor yang memantulkan cahaya,’’ katanya.

Baca Juga :  KBM Tahun Ajaran Baru di Kota Mojokerto Tetap Gunakan Sistem Online

Pemasang rambu tak lepas dari kondisi media jalan yang cenderung samar. Pengendara rawan terkecoh sehingga memicu potensi kecelakaan. Sebab, pengguna jalan, khususnya yang tak mengenali medan, kerap tidak menyadari keberadaan beton setinggi 10 sentimeter yang menonjol di kedua sisi dan tengah jalan.

Hal ini setidaknya terlihat dari bekas benturan yang berada di permukaan media sepanjang 500 meteran tersebut. Terlebih pada media sisi barat jalan yang tampak penuh goresan kendaraan dan gopel di beberapa titik. Beton yang dicat biru putih ini menjadi pembatas jalur menuju bawah dan masuk jembatan.

Jujuk menyebut, resiko kecelakaan ini diantisipasi dengan pemasangan rambu peringatan. Setelah ini, pihaknya bakal mengecat ulang media jalan. Hal ini supaya posisinya makin kentara. Sehingga pontensi kejadian laka lantas dapat ditekan. Telebih jalan tersebut merupakan jalur arteri yang menjadi jalur utama kendaraan keluar masuk Kota dan Kabupaten Mojokerto. ’’Untuk mempertegas garisnya itu nanti kita tambahi dengan pengecatan marka dan bahu jalan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas pun Turut Awasi Dana Desa

Keberadaan media ini dirasa cukup penting. Median jalan sebetulnya untuk mengamankan para pengguna jalan. Beton yang berada di jalur tersebut dibuat untuk menghindari pengendara yang memotong jalan atau memutar balik secara sembarangan. (adi/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kondisi median Jalan Gajah Mada menuju Jembatan Gajah Mada yang rawan memicu kecelakaan akhirnya direspon pihak terkait. Kemarin, Dishub Kota Mojokerto memasang rambu peringatan sekaligus pemantul cahaya.

Rambu yang berdiri setinggi satu meter ini terpasang di ujung median jalan. Masing-masing di media sisi barat serta tengah. Selain menjadi penanda pemisah jalur, papan rambu berkelir kuning dan hitam ini juga memantulkan cahaya saat malam hari.

Kabid Lalin Dishub Kota Mojokerto Jujuk Nurdiansyah menjelaskan, pemasangan rambu untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Keberadaannya diharapkan menjadi penanda bagi pengendara yang melintas. Baik dari arah jalan Gajah Mada maupun yang turun dari jembatan. ’’Itu menjadi rambu median sekaligus ada reflektor yang memantulkan cahaya,’’ katanya.

Baca Juga :  PA Banjir Permohonan Izin Poligami

Pemasang rambu tak lepas dari kondisi media jalan yang cenderung samar. Pengendara rawan terkecoh sehingga memicu potensi kecelakaan. Sebab, pengguna jalan, khususnya yang tak mengenali medan, kerap tidak menyadari keberadaan beton setinggi 10 sentimeter yang menonjol di kedua sisi dan tengah jalan.

Hal ini setidaknya terlihat dari bekas benturan yang berada di permukaan media sepanjang 500 meteran tersebut. Terlebih pada media sisi barat jalan yang tampak penuh goresan kendaraan dan gopel di beberapa titik. Beton yang dicat biru putih ini menjadi pembatas jalur menuju bawah dan masuk jembatan.

Jujuk menyebut, resiko kecelakaan ini diantisipasi dengan pemasangan rambu peringatan. Setelah ini, pihaknya bakal mengecat ulang media jalan. Hal ini supaya posisinya makin kentara. Sehingga pontensi kejadian laka lantas dapat ditekan. Telebih jalan tersebut merupakan jalur arteri yang menjadi jalur utama kendaraan keluar masuk Kota dan Kabupaten Mojokerto. ’’Untuk mempertegas garisnya itu nanti kita tambahi dengan pengecatan marka dan bahu jalan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Peduli Pendidikan dengan Sumbang Mobil Antar Jemput Sekolah (AJS)
- Advertisement -

Keberadaan media ini dirasa cukup penting. Median jalan sebetulnya untuk mengamankan para pengguna jalan. Beton yang berada di jalur tersebut dibuat untuk menghindari pengendara yang memotong jalan atau memutar balik secara sembarangan. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/