alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Korban Pembacokan Sulit Bayar Biaya Perawatan Rp 11 Juta

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto menahan pasien korban pembacokan di Lingkungan Balong Cangkring 1, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon. Karena, pihak keluarga belum melunasi biaya RS yang diperkirakan mencapai belasan juta.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini mengatakan, Sukis Eko Cahyono, 54, sejatinya sudah diperbolehkan pulang sejak Rabu (10/11) lalu. Namun, karena tak bisa memenuhi biaya perawatan, kepulangan pasien pun gagal. ”Kondisi pasien sudah baik walaupun lukanya banyak dan bisa pulang kemarin (Rabu). Tapi, keluarga masih mencari dana. Jadi, saat ini belum bisa pulang kalau belum diurus pembayarannya,” ucapnya, kemarin.

Baca Juga :  Kacamata Frame Bening, Nge-Hits dan Stylish

Selama perawatan di rumah sakit pelat merah ini, Sukis harus menanggung biaya yang tak sedikit. Yakni, mencapai Rp 11 juta.

Dokter spesialis anak ini menyebut, sejatinya pasien memiliki kartu JKN-KIS. Namun, karena penyebab luka disebabkan kasus penganiayaan, maka kartu tersebut pun tidak berlaku.

Trias juga mengklaim, pihak keluarga sudah diberitahu dan menyanggupi aturan ini sejak pasien menjalani perawatan di IGD. ”Aturannya memang seperti itu. Kalau akibat kasus seperti ini, otomatis KIS dan BPJS tidak berlaku. Sehingga, pasien harus menyelesaikan pembayaran secara umum. Keluarga sudah tanda tangan untuk bayar sendiri karena secara aturan tidak bisa dipakai,” jelas dia.

Langkah rumah sakit menahan pasien ini, kata Trias, akan berlangsung hingga keluarga mengangsur pembayaran. Yakni dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu. Sehingga, saat pasien diizinkan pulang dari RS akan disertai dengan surat hutang. ”Ada batasan waktu tertentu untuk pembayaran dari surat hutang ini. Jika tidak bisa dibayarkan, bakal ada tim kerugian negara. Kita alihkan ke sana. Lalu mereka yang menagihkan,” papar dia.

Baca Juga :  Warga Menyaksikan KPK Menyita 16 Mobil di Showroom Rizky Motor

Sebelumnya, Senin malam (8/11), diketahui Sukis Eko Cahyono ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan rumahnya di Lingkungan Balong Cangkring 1, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon. Korban dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sejumlah luka sabetan dan langsung dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo sekitar pukul 19.45. (oce/ron)

 

 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto menahan pasien korban pembacokan di Lingkungan Balong Cangkring 1, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon. Karena, pihak keluarga belum melunasi biaya RS yang diperkirakan mencapai belasan juta.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini mengatakan, Sukis Eko Cahyono, 54, sejatinya sudah diperbolehkan pulang sejak Rabu (10/11) lalu. Namun, karena tak bisa memenuhi biaya perawatan, kepulangan pasien pun gagal. ”Kondisi pasien sudah baik walaupun lukanya banyak dan bisa pulang kemarin (Rabu). Tapi, keluarga masih mencari dana. Jadi, saat ini belum bisa pulang kalau belum diurus pembayarannya,” ucapnya, kemarin.

Baca Juga :  Salat Gaib dan Tahlil Tujuh Hari untuk Istri dan Ajudan Kapolres

Selama perawatan di rumah sakit pelat merah ini, Sukis harus menanggung biaya yang tak sedikit. Yakni, mencapai Rp 11 juta.

Dokter spesialis anak ini menyebut, sejatinya pasien memiliki kartu JKN-KIS. Namun, karena penyebab luka disebabkan kasus penganiayaan, maka kartu tersebut pun tidak berlaku.

Trias juga mengklaim, pihak keluarga sudah diberitahu dan menyanggupi aturan ini sejak pasien menjalani perawatan di IGD. ”Aturannya memang seperti itu. Kalau akibat kasus seperti ini, otomatis KIS dan BPJS tidak berlaku. Sehingga, pasien harus menyelesaikan pembayaran secara umum. Keluarga sudah tanda tangan untuk bayar sendiri karena secara aturan tidak bisa dipakai,” jelas dia.

Langkah rumah sakit menahan pasien ini, kata Trias, akan berlangsung hingga keluarga mengangsur pembayaran. Yakni dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu. Sehingga, saat pasien diizinkan pulang dari RS akan disertai dengan surat hutang. ”Ada batasan waktu tertentu untuk pembayaran dari surat hutang ini. Jika tidak bisa dibayarkan, bakal ada tim kerugian negara. Kita alihkan ke sana. Lalu mereka yang menagihkan,” papar dia.

Baca Juga :  Tinggalkan Kantor Usai Subuh, Bupati MKP Tak Hadiri Hari Otoda
- Advertisement -

Sebelumnya, Senin malam (8/11), diketahui Sukis Eko Cahyono ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan rumahnya di Lingkungan Balong Cangkring 1, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon. Korban dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sejumlah luka sabetan dan langsung dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo sekitar pukul 19.45. (oce/ron)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Vaksinasi Booster Sasar Guru dan ASN

Perajin Tahu Gulung Tikar

Artikel Terbaru


/