alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Refleksikan Diri di Taman Pahlawan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan anak muda Kota Mojokerto Selasa (10/11) malam berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada. Tak hanya berziarah, mereka juga bertukar pikiran sekaligus merefleksikan diri ketika memperingati Hari Pahlawan Nasional.

Wibisono, peserta diskusi mengatakan, pada awalnya ia bersama karang taruna Kelurahan Magersari mengadakan acara ziarah tersebut secara spontanitas. Namun, ternyata beberapa komunitas anak muda jsutru antusias. Di antaranya, dari komunitas Skate Board Mojokerto dan Anime Manga Mojokerto

Tak hanya mengenang jasa pahlawan, mereka juga mengadakan diskusi bersama-sama. Apalagi, di masa pandemi, mereka dituntut untuk lebih mengedepankan kreativitas. ”Setelah adakan doa bersama, kami nyekar, baru kami refleksi diri. Biar mereka tahu mau dibawa kemana sebenarnya makna kepahlawanan selama ini,”ujarnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Kunjungi Jawa Pos Radar Mojokerto

Kegiatan tersebut memang tak sakral. Namun, dengan adanya dialog bersama, anak muda ini akhirnya paham makna perjuangan pahlawan dalam mempertahankan Indonesia. Sehingga diharapkan kedepannya, generasi muda bisa mengenal sejarah dari bangsa sendiri. ”Kita sharing santai aja. Ya semoga dengaan adanya refleksi ini, anak-anak sebagai penerus bangsa bisa lebih kreatif lagi dalam berkarya,” tandasnya. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan anak muda Kota Mojokerto Selasa (10/11) malam berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada. Tak hanya berziarah, mereka juga bertukar pikiran sekaligus merefleksikan diri ketika memperingati Hari Pahlawan Nasional.

Wibisono, peserta diskusi mengatakan, pada awalnya ia bersama karang taruna Kelurahan Magersari mengadakan acara ziarah tersebut secara spontanitas. Namun, ternyata beberapa komunitas anak muda jsutru antusias. Di antaranya, dari komunitas Skate Board Mojokerto dan Anime Manga Mojokerto

Tak hanya mengenang jasa pahlawan, mereka juga mengadakan diskusi bersama-sama. Apalagi, di masa pandemi, mereka dituntut untuk lebih mengedepankan kreativitas. ”Setelah adakan doa bersama, kami nyekar, baru kami refleksi diri. Biar mereka tahu mau dibawa kemana sebenarnya makna kepahlawanan selama ini,”ujarnya.

Baca Juga :  Ning Ita Beri Motivasi Warga Disabilitas

Kegiatan tersebut memang tak sakral. Namun, dengan adanya dialog bersama, anak muda ini akhirnya paham makna perjuangan pahlawan dalam mempertahankan Indonesia. Sehingga diharapkan kedepannya, generasi muda bisa mengenal sejarah dari bangsa sendiri. ”Kita sharing santai aja. Ya semoga dengaan adanya refleksi ini, anak-anak sebagai penerus bangsa bisa lebih kreatif lagi dalam berkarya,” tandasnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/