Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Diduga Dagang Kasus

Kasi Pidsus Terjaring OTT Satgas 53 Kejagung

12 Oktober 2021, 15: 43: 52 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Diduga Dagang Kasus

SERIUS: Suasana Kantor Kejari Kabupaten Mojokerto ketika didatangi sejumlah awak media, Senin (11/10) petang (Mochamad Chariris/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Ivan Kusumayuda, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Satgas 53 Kejagung, Senin (11/10) siang. Disinyalir, ia memperdagangkan sejumlah kasus korupsi di wilayah hukumnya.

Sumber di internal Kejari menyebut, Tim Satgas 53 masuk ke gedung Kejari dan langsung naik ke lantai dua. Di ruangan ini, sekitar pukul 11.00, ruangan kantor sedang sepi. Sejumlah jaksa sedang menjalani sidang di Pengadilan. Yang terlihat hanya seorang pegawai administrasi. Sementara, petugas yang datang langsung menerabas dan masuk ke ruang kerja Kasi Pidsus.

Tim langsung melakukan penggeledahan dan menemukan setumpuk uang yang disimpan di laci mejanya. ’’Ada uang tunai Rp 150 juta,’’ kata sumber ini. Uang tunai yang masih dibungkus rapi itu, kata sumber ini, berasal dari seorang kepala desa di kawasan Jatirejo.

Baca juga: Teguh Gunarko Resmi Jabat Sekdakab Mojokerto

Pasca menemukan bukti itu, sebagian tim Satgas langsung membawa Ivan ke Jakarta. Sementara, lima anggota lainnya, memanggil sejumlah saksi yang pernah menjadi ’’sapi perah’’.

Di antaranya Kades Cinandang, Dawarblandong Agus Siswahyudi. Ia yang sempat terseret kasus normalisasi Waduk di kampungnya. Kasus ini bergolak lantaran adanya aktivitas penjualan tanah hasil pengerukan waduk.

Sosok lain yang terlihat di kantor Inspektorat adalah Camat Dawarblandong Norman Handito, Sekretaris DPRD Kabupaten Mardiasih, Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, ketua Pokja LPSE Sampirno dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten, dr. Langit Kresna Janitra. Para ’’korban’’ ini, menjalani pemeriksaan secara bergiliran di kantor Inspektorat Jalan RA Basuni.

’’Mereka hanya pinjam tempat,’’ tegas salah satu pegawai inspektorat. Sayangnya, dikonfirmasi terkait pemeriksaan itu, Plt Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo tak kunjung menjawab.

Di tengah pemeriksaan sejumlah pejabat, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sempat ikut hadir di kantor Isnpektorat. Ikfina hanya memberi support terhadap mereka yang menjadi saksi.

Selama ini, pemanggilan terhadap sejumlah saksi di gedung Kejari, kerap terlihat. Namun, kasus diselidiki, mendadak tenggelam. Kabar beredar, Ivan cukup lihai dalam menghilangkan kasus.

Ivan menjabat Kasi Pidana Khusus di Kejari Mojokerto sejak awal tahun 2021 lalu. Selama itu, ia tak pernah menggali dan menuntaskan kasus korupsi. Ia hanya menuntaskan kasus-kasus warisan. Seperti, kasus korupsi proyek irigasi air dangkal di Disperta. Kasus ini, menyeret mantan Kadisperta Suliestyowati. Akhir Mei lalu, Sulis ditahan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono belum berhasil dikonfirmasi. Ponselnya yang terdengar nada dering juga tak merespon. Pun demikian dengan Kasi Intel Indra Subarata juga tak menjawab.

Sementara itu, Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Jatim Fathur Rohman, dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal OTT tersebut. Bahkan, dirinya pun cukup terkejut dengan informasi itu. ''Saya belum dapat informasi soalnya. Karena kalau begitu-begitu (giat Kejagung) khan tidak laporan kita yang di bawah, silent biasanya,'' ungkapnya. (ori/ron)

(mj/ori/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia