alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Nunggak Retribusi, Puluhan Lapak Pasar Tanjung Disegel

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto menyegel puluhan lapak dan kios di Pasar Tanjung Anyar, Jumat (11/9). Tempat berjualan itu diketahui telah menunggak retribusi bertahun-tahun. 

Petugas gabungan dari disperindag, UPTD Pasar, dan satpol PP, melakukan penyisiran di pasar induk terbesar di Kota Onde-Onde. Dengan sasaran pedagang yang menunggak pembayaran retribusi. ’’Yang sampai hari ini telah jatuh tempo, tidak ada upaya membayar, maka kamis segel,’’ terang Kabid Perdagangan Disperindag Kota Mojokerto Ganesh P. Kreshnawan.

Dia mengatakan, penyisiran telah dilakukan sepanjang pekan ini. Langkah itu untuk lebih menertibkan pedagang terhadap kewajibannya membayar retribusi. Sebagaimana yang sudah diatur dalam Perda Nomor 13 Tahun 2017.

Sebelumnya, disperindag telah melayangkan surat peringatan hingga tiga kali kepada pedagang yang menunggak. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, masih terdapat puluhan pedagang yang belum melunasi. ’’Nunggaknya mulai 2014-2016. Bahkan ada yang 2004-2006 belum dibayar,’’ paparnya.

Baca Juga :  Ajang Pengembangan Peserta Didik di Bidang Seni

Disperindag dan satpol PP pun menempel stiker segel. Tak hanya itu, lapak atau kios tersebut juga ditutup dan dikunci menggunakan gembok.

Ganesh menyebutkan, tindakan represif terpaksa dilakukan lantaran pedagang dinilai melakukan pelanggaran berat. Sebab, kata dia, kios dan lapak yang melanggar rata-rata telah dipindahtangankan oleh pedagang sebelumnya. Baik disewakan maupun diperjualbelikan. ’’Itu pelanggaran mutlak dan akan kami sanksi lebih tegas,’’ tegasnya.

Perpindahan pemilik itulah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya penunggak retribusi pasar. Selain itu, tidak sedikit juga pedagang yang masih mengabaikan kewajibannya. Di sisi lain, banyaknya penunggak juga menjadi catatan tersendiri untuk mengevaluasi kinerja di jajarannya. ’’Ada kalanya petugas kami yang mungkin kurang maksimal. Tapi dari sisi pedagang juga ada yang mengabaikan kewajiban mambayar,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pertengahan Ramadan, Harga Ayam dan Tepung Melambung

Disperindag mencatat, setidaknya ada 27 titik tempat perdagangan yang disegel dan ditutup. Namun, sekitar 15 di antaranya telah menyelesaikan kewajiban untuk langsung melunasi. Sedangkan 12 tempat lainnya masih disegel dam dikunci hingga pedagang melunasi tunggakan retribusi.

Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah kios yang disegel akan kembali bertambah. Pasalnya, penyisiran yang dilakukan kali ini di salah satu blok perdagangan di Pasar Tanjung Anyar. Sementara upaya penertiban di blok-blok lain akan terus dilakukan hingga minggu depan. ’’Berikutnya akan kami sisir terus,’’ pungkasnya. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto menyegel puluhan lapak dan kios di Pasar Tanjung Anyar, Jumat (11/9). Tempat berjualan itu diketahui telah menunggak retribusi bertahun-tahun. 

Petugas gabungan dari disperindag, UPTD Pasar, dan satpol PP, melakukan penyisiran di pasar induk terbesar di Kota Onde-Onde. Dengan sasaran pedagang yang menunggak pembayaran retribusi. ’’Yang sampai hari ini telah jatuh tempo, tidak ada upaya membayar, maka kamis segel,’’ terang Kabid Perdagangan Disperindag Kota Mojokerto Ganesh P. Kreshnawan.

Dia mengatakan, penyisiran telah dilakukan sepanjang pekan ini. Langkah itu untuk lebih menertibkan pedagang terhadap kewajibannya membayar retribusi. Sebagaimana yang sudah diatur dalam Perda Nomor 13 Tahun 2017.

Sebelumnya, disperindag telah melayangkan surat peringatan hingga tiga kali kepada pedagang yang menunggak. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, masih terdapat puluhan pedagang yang belum melunasi. ’’Nunggaknya mulai 2014-2016. Bahkan ada yang 2004-2006 belum dibayar,’’ paparnya.

Baca Juga :  Belum Ramadan, Harga Cabai Merah Sudah Rp 42 Ribu Per Kg

Disperindag dan satpol PP pun menempel stiker segel. Tak hanya itu, lapak atau kios tersebut juga ditutup dan dikunci menggunakan gembok.

Ganesh menyebutkan, tindakan represif terpaksa dilakukan lantaran pedagang dinilai melakukan pelanggaran berat. Sebab, kata dia, kios dan lapak yang melanggar rata-rata telah dipindahtangankan oleh pedagang sebelumnya. Baik disewakan maupun diperjualbelikan. ’’Itu pelanggaran mutlak dan akan kami sanksi lebih tegas,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Perpindahan pemilik itulah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya penunggak retribusi pasar. Selain itu, tidak sedikit juga pedagang yang masih mengabaikan kewajibannya. Di sisi lain, banyaknya penunggak juga menjadi catatan tersendiri untuk mengevaluasi kinerja di jajarannya. ’’Ada kalanya petugas kami yang mungkin kurang maksimal. Tapi dari sisi pedagang juga ada yang mengabaikan kewajiban mambayar,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Dua Pengendara, Warga Kota Mojokerto Tewas

Disperindag mencatat, setidaknya ada 27 titik tempat perdagangan yang disegel dan ditutup. Namun, sekitar 15 di antaranya telah menyelesaikan kewajiban untuk langsung melunasi. Sedangkan 12 tempat lainnya masih disegel dam dikunci hingga pedagang melunasi tunggakan retribusi.

Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah kios yang disegel akan kembali bertambah. Pasalnya, penyisiran yang dilakukan kali ini di salah satu blok perdagangan di Pasar Tanjung Anyar. Sementara upaya penertiban di blok-blok lain akan terus dilakukan hingga minggu depan. ’’Berikutnya akan kami sisir terus,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

SIPD Kacau, Dua SMPN Terpaksa Numpang Lagi

Tak Berhenti Berkarya

Kenalkan Siswa Dunia Wirausaha

Artikel Terbaru


/