alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Lagi, Dua Jamaah Meninggal, Satu Terkunci di Kamar Mandi

MAKKAH – Kabar duka kembali mengiringi rombongan jamaah haji Mojokerto di Tanah Suci. Setidaknya, Selasa (12/9) hari ini waktu Arab Saudi (WAS), dua jamaah sekaligus meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan. Mereka merupakan jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 80 dan 81 Embarkasi SUB (Surabaya), di bawah naungan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Uluwiyah, Mojosari.

Jamaah meninggal pertama adalah Salamun, 76. Warga asal Dusun Pendowo, Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini menghembuskan napas terakhir di Hotel Barakat Burhan lantai 15, wilayah Mahbas Jin, pukul 13.50 WAS. Diduga, dia meninggal dunia karena mengalami sakit dan tidak enggan makan.

Selang satu jam kemudian, menyusul Suwarso, 72, warga asal Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dia dikabarkan meninggal pukul 14.44 WAS di hotel setempat. Setelah sebelumnya seringkali keluar masuk kamar mandi hotel. Nining, pengurus KBIH Uluwiyah dari tim pembimbing ibadah haji membenarkan kabar duka tersebut. Dia mendapat kabar duka itu setelah Salamun selama seharian penuh tidak mau makan dan muntah-muntah di kamar.  

Baca Juga :  Jawa Pos Radar Mojokerto Terima Sertifikat Verifikasi Dewan Pers

”Kabarnya meninggal karena indikasi cardiac arrest atau berhentinya detak jatung secara tiba-tiba,” katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Ketua Kloter 80 Embarkasi SUB, Mustofa Busri menambahkan, semula jamaah tidak ada indikasi mengidap penyakit. Namun, setelah sulit makan dan muntah-muntah, perlahan kondisinya drop dan sempat mendapat perawatan. ”Akhirnya di kamar hotel meninggal,” paparnya.

Satu jam kemudian Suwarso menyusul. Dia meninggal dunia di kamar mandi hotel sesaat hendak mengambil air wudhu. Dia menghembuskan napas terakhir diduga akibat serangan jantung. Karena sebelumnya, dari riwayat kesehatan tidak ada diagnosa penyakit sejak berangkat dari tanah air.

Memang, sejak pagi, Suwarso sering ke kamar mandi dan akhirnya meninggal di kamar mandi dengan kondisi terkunci dari dalam. ”Setelah ada laporan ada jamaah meninggal, kami laporkan ke pihak hotel. Karena, jamaah terkunci dalam kamar mandi,” tambah Nurul Afif, tim pembimbing haji Kloter 81 Embarkasi SUB.

Baca Juga :  Sekolah Daring, Pembelajaran Harus Lebih Kreatif

Jenazah kedua jamaah meninggal sedianya ini akan dikembumikam di Makkah, Arab Saudi. ”Ini sedang kita urus dokumen dan proses pemakaman di Tanah Suci,” pungkasnya. Dengan demikian, hingga hari ini tercatat sudah ada lima jamaah haji asal Mojokerto wafat di Tanah Suci. Satu jamaah dari Kota Mojokerto, dan empat lainnya asal Kabupaten Mojokerto.

MAKKAH – Kabar duka kembali mengiringi rombongan jamaah haji Mojokerto di Tanah Suci. Setidaknya, Selasa (12/9) hari ini waktu Arab Saudi (WAS), dua jamaah sekaligus meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan. Mereka merupakan jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 80 dan 81 Embarkasi SUB (Surabaya), di bawah naungan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Uluwiyah, Mojosari.

Jamaah meninggal pertama adalah Salamun, 76. Warga asal Dusun Pendowo, Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini menghembuskan napas terakhir di Hotel Barakat Burhan lantai 15, wilayah Mahbas Jin, pukul 13.50 WAS. Diduga, dia meninggal dunia karena mengalami sakit dan tidak enggan makan.

Selang satu jam kemudian, menyusul Suwarso, 72, warga asal Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dia dikabarkan meninggal pukul 14.44 WAS di hotel setempat. Setelah sebelumnya seringkali keluar masuk kamar mandi hotel. Nining, pengurus KBIH Uluwiyah dari tim pembimbing ibadah haji membenarkan kabar duka tersebut. Dia mendapat kabar duka itu setelah Salamun selama seharian penuh tidak mau makan dan muntah-muntah di kamar.  

Baca Juga :  Warga Makin Waswas Akses Terputus

”Kabarnya meninggal karena indikasi cardiac arrest atau berhentinya detak jatung secara tiba-tiba,” katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Ketua Kloter 80 Embarkasi SUB, Mustofa Busri menambahkan, semula jamaah tidak ada indikasi mengidap penyakit. Namun, setelah sulit makan dan muntah-muntah, perlahan kondisinya drop dan sempat mendapat perawatan. ”Akhirnya di kamar hotel meninggal,” paparnya.

- Advertisement -

Satu jam kemudian Suwarso menyusul. Dia meninggal dunia di kamar mandi hotel sesaat hendak mengambil air wudhu. Dia menghembuskan napas terakhir diduga akibat serangan jantung. Karena sebelumnya, dari riwayat kesehatan tidak ada diagnosa penyakit sejak berangkat dari tanah air.

Memang, sejak pagi, Suwarso sering ke kamar mandi dan akhirnya meninggal di kamar mandi dengan kondisi terkunci dari dalam. ”Setelah ada laporan ada jamaah meninggal, kami laporkan ke pihak hotel. Karena, jamaah terkunci dalam kamar mandi,” tambah Nurul Afif, tim pembimbing haji Kloter 81 Embarkasi SUB.

Baca Juga :  Tren Kasus Covid-19 Melandai

Jenazah kedua jamaah meninggal sedianya ini akan dikembumikam di Makkah, Arab Saudi. ”Ini sedang kita urus dokumen dan proses pemakaman di Tanah Suci,” pungkasnya. Dengan demikian, hingga hari ini tercatat sudah ada lima jamaah haji asal Mojokerto wafat di Tanah Suci. Satu jamaah dari Kota Mojokerto, dan empat lainnya asal Kabupaten Mojokerto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/