alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Dua Gedung Karantina Covid-19 Sepi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keterisian dua gedung observasi Covid-19 Kota Mojokerto mulai lengang. Menyusul, adanya tren penurunan kasus dalam sepekan terakhir. Permintaan rujuk ke rumah sakit juga mulai berkurang.

Kasi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto dr Endah Sulistyowati menuturkan, selama seminggu terakhir, keterisian bed di Rusunawa Cinde maupun Balai Diklat Kedundung tak penuh seperti sebelumnya.

Bahkan, per hari kekosongan itu mencapai 25 sampai 50 persen dari jumlah bed yang tersedia. ”Belum kita pantau hari ini (kemarin, Red) ada berapa yang kosong karena memang ada yang pulang. Tapi, ada yang masuk juga. Dipastikan, per hari kurang lebih kekosongan tempat tidur (TT) bisa 25 persen sampai 50 persen dari jumlah total,” katanya.

Baca Juga :  Vaksin Tahap ke-50 Datang, Pemerintah Pastikan Semua Vaksin Berkhasiat

Total tempat tidur di Rusunawa Cinde hingga saat ini mencapai 65 kamar. Sedangkan, di balai diklat tersedia 25 bed. Mantan Kepala UPT Puskesmas Gedongan itu menyatakan, penurunan kasus ini tak hanya meliputi permintaan tempat observasi saja. Melainkan, juga rujukan pasien ke rumah sakit mulai menyusut dibandingkan bulan lalu.

Kendati demikian, Endah menuturkan tingkat bed occupancy rate (BOR) di semua rumah sakit kota masih tinggi. ”Kita cek dari permintaan pasien masuk ke UGD sudah berkurang. Tapi, tingkat BOR-nya masih tinggi, karena penanganan Covid-19 didasarkan aglomerasi,” paparnya.

Dia menambahkan, dua gedung karantina tersebut hingga kini masih diisi bermacam-masam pasien. Mulai dari orang tanpa gejala (OTG) maupun gejala ringan. Meski begitu, pasien Covid-19 yang menginap di dua gedung karantina milik pemkot ini mayoritas masih dihuni oleh usia produktif. ”Ada anak-anak juga. Di balai diklat ada empat orang anak yang diisolasi karena klaster keluarga,” tukasnya. 

Baca Juga :  Ada Nilai Seni dan Kepuasan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keterisian dua gedung observasi Covid-19 Kota Mojokerto mulai lengang. Menyusul, adanya tren penurunan kasus dalam sepekan terakhir. Permintaan rujuk ke rumah sakit juga mulai berkurang.

Kasi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto dr Endah Sulistyowati menuturkan, selama seminggu terakhir, keterisian bed di Rusunawa Cinde maupun Balai Diklat Kedundung tak penuh seperti sebelumnya.

Bahkan, per hari kekosongan itu mencapai 25 sampai 50 persen dari jumlah bed yang tersedia. ”Belum kita pantau hari ini (kemarin, Red) ada berapa yang kosong karena memang ada yang pulang. Tapi, ada yang masuk juga. Dipastikan, per hari kurang lebih kekosongan tempat tidur (TT) bisa 25 persen sampai 50 persen dari jumlah total,” katanya.

Baca Juga :  Tren Pasien Positif Mulai Turun

Total tempat tidur di Rusunawa Cinde hingga saat ini mencapai 65 kamar. Sedangkan, di balai diklat tersedia 25 bed. Mantan Kepala UPT Puskesmas Gedongan itu menyatakan, penurunan kasus ini tak hanya meliputi permintaan tempat observasi saja. Melainkan, juga rujukan pasien ke rumah sakit mulai menyusut dibandingkan bulan lalu.

Kendati demikian, Endah menuturkan tingkat bed occupancy rate (BOR) di semua rumah sakit kota masih tinggi. ”Kita cek dari permintaan pasien masuk ke UGD sudah berkurang. Tapi, tingkat BOR-nya masih tinggi, karena penanganan Covid-19 didasarkan aglomerasi,” paparnya.

Dia menambahkan, dua gedung karantina tersebut hingga kini masih diisi bermacam-masam pasien. Mulai dari orang tanpa gejala (OTG) maupun gejala ringan. Meski begitu, pasien Covid-19 yang menginap di dua gedung karantina milik pemkot ini mayoritas masih dihuni oleh usia produktif. ”Ada anak-anak juga. Di balai diklat ada empat orang anak yang diisolasi karena klaster keluarga,” tukasnya. 

Baca Juga :  Pemerintah-Pers Harus Tegakkan Prinsip Pagar Api

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/