alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Terinfeksi, Satu Kandang Dikarantina

Ternak Sakit Dilarang Diperjualbelikan
DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak dilakukan melalui karantina berbasis kandang. Larangan keluar masuk kandang berlaku bagi seluruh sapi di area yang di dalamnya ditemukan kasus PMK.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pengobatan sapi di kandang komunal Kelompok Ternak Lembu Makmur di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Rabu (11/5) sore. Khofifah menyebut, pengendalian PMK mirip dengan Covid-19. Sapi yang terkonfirmasi positif langsung diisolasi. Artinya, ternak sakit tersebut tidak boleh diperjualbelikan. ”Kalau Covid-19 kan isoman. Kalau ini isolasinya dan karantina berbasis kandang,” tegasnya.

Pembatasan aktivitas keluar masuk kandang itu juga berlaku bagi seluruh ternak dalam satu area. Sehingga kemungkinan transmisi virus dapat diminimalisir. ”Yang ada di area terkonfirmasi positif melalui PCR maka seluruh hewan ternak di situ tidak boleh dijual. (Sedangkan) yang di luar tidak boleh masuk,” jelas dia.

Baca Juga :  Pacet dan Dawarblandong Paling Masif

Dari 75 ekor sapi yang berada di kandang komunal tersebut, 45 di antaranya memiliki gejala klinis PMK. Seperti mulut berliur dan hidung berbusa. Selain itu, kuku-kuku sapi juga lecet dan pecah. ”Sejauh ini belum ada yang sampai ambruk atau mati,” ucap Kepala Desa Gunungsari Susantoso.

Khofifah menegaskan, saat ini upaya pengobatan berlangsung secara maraton. Meliputi penyuntikan obat-obatan, vitamin, dan nafsu makan. Langkah penanganan PMK juga melalui penyemprotan disinfektan di kandang. Pihaknya memastikan pasokan obat dari kementerian terus dimaksimalkan sehingga penanganan merata. ”Kita lakukan penanganan secepat mungkin sehingga peternak tenang dan tidak panik,” tandas mantan mensos tersebut.

Di kesempatan yang sama, Bupati Ikfina Fahmawati menyampaikan, selain penanganan secara cepat, pemerintah pusat tengah mempersiapkan rencana vaksinasi. Menurutnya, vaksin tersebut dalam proses produksi setelah serotipe virus PMK ditemukan. ”2×14 hari akan segera vaksin ini segera bisa diproduksi,” terangnya.

Baca Juga :  Ruang Kelas Sekolah Terbakar, Perbaikan Pakai Material Sisa

Nantinya, tak hanya yang terinfeksi PMK, vaksinasi bakal dilakukan terhadap seluruh ternak. ”Begitu vaksinnya ready langsung diberikan. Karena tujuannya untuk melindungi yang belum tertular,” imbuh dia. (adi/ron)

Ternak Sakit Dilarang Diperjualbelikan
DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak dilakukan melalui karantina berbasis kandang. Larangan keluar masuk kandang berlaku bagi seluruh sapi di area yang di dalamnya ditemukan kasus PMK.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pengobatan sapi di kandang komunal Kelompok Ternak Lembu Makmur di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Rabu (11/5) sore. Khofifah menyebut, pengendalian PMK mirip dengan Covid-19. Sapi yang terkonfirmasi positif langsung diisolasi. Artinya, ternak sakit tersebut tidak boleh diperjualbelikan. ”Kalau Covid-19 kan isoman. Kalau ini isolasinya dan karantina berbasis kandang,” tegasnya.

Pembatasan aktivitas keluar masuk kandang itu juga berlaku bagi seluruh ternak dalam satu area. Sehingga kemungkinan transmisi virus dapat diminimalisir. ”Yang ada di area terkonfirmasi positif melalui PCR maka seluruh hewan ternak di situ tidak boleh dijual. (Sedangkan) yang di luar tidak boleh masuk,” jelas dia.

Baca Juga :  Ruang Kelas Sekolah Terbakar, Perbaikan Pakai Material Sisa

Dari 75 ekor sapi yang berada di kandang komunal tersebut, 45 di antaranya memiliki gejala klinis PMK. Seperti mulut berliur dan hidung berbusa. Selain itu, kuku-kuku sapi juga lecet dan pecah. ”Sejauh ini belum ada yang sampai ambruk atau mati,” ucap Kepala Desa Gunungsari Susantoso.

Khofifah menegaskan, saat ini upaya pengobatan berlangsung secara maraton. Meliputi penyuntikan obat-obatan, vitamin, dan nafsu makan. Langkah penanganan PMK juga melalui penyemprotan disinfektan di kandang. Pihaknya memastikan pasokan obat dari kementerian terus dimaksimalkan sehingga penanganan merata. ”Kita lakukan penanganan secepat mungkin sehingga peternak tenang dan tidak panik,” tandas mantan mensos tersebut.

Di kesempatan yang sama, Bupati Ikfina Fahmawati menyampaikan, selain penanganan secara cepat, pemerintah pusat tengah mempersiapkan rencana vaksinasi. Menurutnya, vaksin tersebut dalam proses produksi setelah serotipe virus PMK ditemukan. ”2×14 hari akan segera vaksin ini segera bisa diproduksi,” terangnya.

Baca Juga :  Sektor Pendidikan di Kota Mojokerto, Digelontor Rp 185 Miliar
- Advertisement -

Nantinya, tak hanya yang terinfeksi PMK, vaksinasi bakal dilakukan terhadap seluruh ternak. ”Begitu vaksinnya ready langsung diberikan. Karena tujuannya untuk melindungi yang belum tertular,” imbuh dia. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/