alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Halau Takbir Keliling, Sembilan Titik Perbatasan Kota Disekat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polres Mojokerto Kota memperketat akses masuk ke dalam Kota Mojokerto di malam takbir Lebaran. Setidaknya, terdapat 9 titik di perbatasan yang diberlakukan penyekatan guna menghalau warga dari luar kota sekaligus mengantisipasi takbir keliling.

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Fitria Wijayanti mengatakan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi keramaian di dalam Kota Mojokerto. Sehingga, kendaraan dari luar kota diminta untuk putar balik. “Warga luar Kota Mojokerto tidak boleh masuk. Apalagi, yang berniat untuk takbir keliling,” tegasnya.

Fitria menyebutkan, penyekatan pada malam Idul Fitri diberlakukan di ruas jalan dan simpang di wilayah perbatasan. Titik tersebut tersebar di simpang Gatoel, Penarip, Suromurukan, Sekar Putih, Jembatan Pulorejo, Jembatan Lespadangan, bawah jembatan Hayam Wuruk, Simpang Muria, serta jembatan Gajah Mada.

Baca Juga :  Jamaah Haji Meninggal di Tanah Suci

“Penyekatan ada di 9 titik,” tandasnya. Penghalauan juga dilakukan petugas terhadap komunitas-komunitas dan kendaraan yang membawa perlengkapan sound sistem. Selain berpotensi memicu kerumunan, pemerintah juga telah melarang adanya kegiatan takbir keliling di masa pandemi Covid-19 ini.

“Jadi, kalau ada sepeda ontel maupun kendaraan yang membawa sound langsung kita halau,” ujarnya. Bahkan, pihaknya juga bakal mengambil tindakan lebih tegas jika menjumpai kendaraan bermotor yang tidak sesuai spesifikasi.

Sebelumnya, imbuh dia, Satreskrim, Satnarkoba, dan Satintel Polres Mojokerto Kota juga melakukan pemantauan dan pembubaran terhadap komunitas yang kedapatan berkerumun. 

Hingga malam ini, aparat juga tengah melakukan patroli skala besar untuk mengantisipasi adanya kerawanan kamtibmas dan kriminalitas di malam Idul Fitri. “Setelah patroli skala besar, nanti kami lanjut pengamanan di Alun-Alun Kota Mojokerto,” tandasnya. (ram)

Baca Juga :  Ratusan Korban Banjir Terpapar Penyakit, Tiga Dilarikan ke Rumah Sakit

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polres Mojokerto Kota memperketat akses masuk ke dalam Kota Mojokerto di malam takbir Lebaran. Setidaknya, terdapat 9 titik di perbatasan yang diberlakukan penyekatan guna menghalau warga dari luar kota sekaligus mengantisipasi takbir keliling.

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Fitria Wijayanti mengatakan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi keramaian di dalam Kota Mojokerto. Sehingga, kendaraan dari luar kota diminta untuk putar balik. “Warga luar Kota Mojokerto tidak boleh masuk. Apalagi, yang berniat untuk takbir keliling,” tegasnya.

Fitria menyebutkan, penyekatan pada malam Idul Fitri diberlakukan di ruas jalan dan simpang di wilayah perbatasan. Titik tersebut tersebar di simpang Gatoel, Penarip, Suromurukan, Sekar Putih, Jembatan Pulorejo, Jembatan Lespadangan, bawah jembatan Hayam Wuruk, Simpang Muria, serta jembatan Gajah Mada.

Baca Juga :  Tak Patuh Aturan, Didenda Rp 200 Ribu

“Penyekatan ada di 9 titik,” tandasnya. Penghalauan juga dilakukan petugas terhadap komunitas-komunitas dan kendaraan yang membawa perlengkapan sound sistem. Selain berpotensi memicu kerumunan, pemerintah juga telah melarang adanya kegiatan takbir keliling di masa pandemi Covid-19 ini.

“Jadi, kalau ada sepeda ontel maupun kendaraan yang membawa sound langsung kita halau,” ujarnya. Bahkan, pihaknya juga bakal mengambil tindakan lebih tegas jika menjumpai kendaraan bermotor yang tidak sesuai spesifikasi.

Sebelumnya, imbuh dia, Satreskrim, Satnarkoba, dan Satintel Polres Mojokerto Kota juga melakukan pemantauan dan pembubaran terhadap komunitas yang kedapatan berkerumun. 

- Advertisement -

Hingga malam ini, aparat juga tengah melakukan patroli skala besar untuk mengantisipasi adanya kerawanan kamtibmas dan kriminalitas di malam Idul Fitri. “Setelah patroli skala besar, nanti kami lanjut pengamanan di Alun-Alun Kota Mojokerto,” tandasnya. (ram)

Baca Juga :  Jamaah Haji Meninggal di Tanah Suci

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/