alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Lebih Tenang di Jalan Tuhan

PERJALANAN hidup seseorang memang tak bisa disangka. Berbagai kejutan selalu ada yang diberikan Allah terhadap hambanya. Salah satunya dirasakan Moch Slamet Arifin, warga Dusun/Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Menjadi dekat dengan Ilahi seakan tak pernah terpikir oleh bapak dua anak ini sebelumnya. Bagaimana tidak, pergaulan bebas yang jalani sejak di bangku sekolah membuatnya seolah tak bisa dikendalikan. ’’Sejak di bangku SMA, saya sudah mengenal barang-barang gak benar,’’ kata Arifin.

Minuman keras (miras) seakan menjadi konsumsi bersama teman-teman. Minuman memabukkan tersebut seakan dianggap layaknya air mineral biasa. Utamanya, saat dirinya menimba ilmu di perguruan tinggi di Kota Malang. Jauh dari rumah, menjadikan pergaulan dan gaya hidupnya kian tak terkendali.

Apalagi, saat itu dirinya juga mulai mengenal cinta. ’’Saat patah hati, kenakalan saya tambah parah. Tidak hanya suka mabuk-mabukan,’’ tambahnya. Kendati begitu sejak lulus kuliah tahun 2012, pria yang kini tinggal bersama istri dan anaknya di Dusun Pasinandapap, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, mengalami perubahan drastis dalam hidupnya.

Kini, dia bahkan menjadi seorang guru di MI Sunan Ampel Desa/Kecamatan Bangsal. Sejak 2013 itu, dirinya mulai berada di lingkungan madrasah. Perjalanan kelamnya sudah menjadi kenangan. Dunia hitam yang dilakoninya bertahun-tahun dijadikan pelajaran hidup.

Baca Juga :  Larangan Mudik Resmi Berlaku Mulai 22 April-24 Mei 2021

Sekaligus proses menuju jalan Ilahi. Ilmu agama yang pernah diabaikan, kini menjadi hal terpenting baginya. Selain menjadi seorang pendidik, dirinya juga sudah menjadi orang tua dan tauladan bagi anak-anaknya. ’’Menjadi orang beragama, ternyata kita memang harus dan wajib mendalami dan bisa mengamalkan ilmu agama,’’ ujarnya.

Bahkan, berjalannya waktu, kini setiap hari Jumat, Arifin selalu dijadwalkan memberikan tausyiah kepada siswanya di masjid tempat mengajar. Secara tidak langsung, ceramah ini juga didengar masyarakat luas di lingkungan.

Bagaimana ceramahnya bisa diterima siswa dan masyarakat, tentunya membuat Arifin ingin terus mendalami. ’’Seperti kata Cak Nun, orang jelek tidak selamanya jelek, tapi orang baik bisa jadi orang jelek,’’ tegas pria kelahiran 1989 ini. Meski awalnya diajak teman mendalami bagaimana mengenal Tuhan lebih dekat.

Praktisnya, mendekatkan diri pada Allah ini kini sudah menjadi kebutuhan. Tidak hanya dari penampilan, tetapi cinta kasih pada Tuhan. Berbagai kajian banyak diikuti. Ya, perubahan ini memang banyak membuat syok teman-temannya.

Banyak mereka yang tak mengira dirinya bisa berubah 180 derajat. Prinsipnya, hubungan manusia dan tuhan harus seimbang. ’’Jangan sampai dicintai dunia, lupa dengan Allah. Tapi kalau dicintai Allah, dunia pasti akan mengikuti,’’ ujarnya. ’’Sekarang ada jam-jam yang saya khususkan untuk mengingat dan mendekatkan diri pada Allah. Meski itu hanya 5-10 menit,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Tanggul Jebol Pasca Sungai Sumber Pasinan Meluap Diperbaiki

Dalam perjalanannya memang tidak mudah. Berbagai rintangan ujian banyak menghampiri. Termasuk polemik dalam lingkungan keluarga. Namun, situasi ini tak lantas membuatnya menyerah. Kondisi itu seakan menjadikan cambuk untuk tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.

Sabar dan ikhlas menjadiakan hatinya tetap keukeuh untuk selalu ingat pada sang pencipta. ’’Karena saya yakin Allah tidak memberikan ujian di luar kemampuan kita. Itu juga sudah menjadi janji Allah,’’ tegasnya. Banyak keajaiban yang didapat. Saat di tengah derasnya cobaan, alhasil berakhir dengan kebahagiaan.

Ujian yang lulus dilewatinya selalu berakhir dengan rasa syukur. Perubahan yang sudah berjalan lima tahun ini, Tuhan memberikan segalanya kepadanya. Kejaiban yang sudah dirasakan salah satunya adalah menunaikan rukun Islam yang kelima.

Rencananya, tahun ini dia menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci menjadi pengganti ibunya yang sudah meninggal. ’’Sebelumnya juga tidak terbayang. Yang jelas, kalau kita cinta pada Allah, Allah akan cinta pada kita. Itu yang menjadi keyakinan saya saat ini,’’ paparnya.  

PERJALANAN hidup seseorang memang tak bisa disangka. Berbagai kejutan selalu ada yang diberikan Allah terhadap hambanya. Salah satunya dirasakan Moch Slamet Arifin, warga Dusun/Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Menjadi dekat dengan Ilahi seakan tak pernah terpikir oleh bapak dua anak ini sebelumnya. Bagaimana tidak, pergaulan bebas yang jalani sejak di bangku sekolah membuatnya seolah tak bisa dikendalikan. ’’Sejak di bangku SMA, saya sudah mengenal barang-barang gak benar,’’ kata Arifin.

Minuman keras (miras) seakan menjadi konsumsi bersama teman-teman. Minuman memabukkan tersebut seakan dianggap layaknya air mineral biasa. Utamanya, saat dirinya menimba ilmu di perguruan tinggi di Kota Malang. Jauh dari rumah, menjadikan pergaulan dan gaya hidupnya kian tak terkendali.

Apalagi, saat itu dirinya juga mulai mengenal cinta. ’’Saat patah hati, kenakalan saya tambah parah. Tidak hanya suka mabuk-mabukan,’’ tambahnya. Kendati begitu sejak lulus kuliah tahun 2012, pria yang kini tinggal bersama istri dan anaknya di Dusun Pasinandapap, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, mengalami perubahan drastis dalam hidupnya.

Kini, dia bahkan menjadi seorang guru di MI Sunan Ampel Desa/Kecamatan Bangsal. Sejak 2013 itu, dirinya mulai berada di lingkungan madrasah. Perjalanan kelamnya sudah menjadi kenangan. Dunia hitam yang dilakoninya bertahun-tahun dijadikan pelajaran hidup.

Baca Juga :  Bulog Mulai Serap Gabah Petani

Sekaligus proses menuju jalan Ilahi. Ilmu agama yang pernah diabaikan, kini menjadi hal terpenting baginya. Selain menjadi seorang pendidik, dirinya juga sudah menjadi orang tua dan tauladan bagi anak-anaknya. ’’Menjadi orang beragama, ternyata kita memang harus dan wajib mendalami dan bisa mengamalkan ilmu agama,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Bahkan, berjalannya waktu, kini setiap hari Jumat, Arifin selalu dijadwalkan memberikan tausyiah kepada siswanya di masjid tempat mengajar. Secara tidak langsung, ceramah ini juga didengar masyarakat luas di lingkungan.

Bagaimana ceramahnya bisa diterima siswa dan masyarakat, tentunya membuat Arifin ingin terus mendalami. ’’Seperti kata Cak Nun, orang jelek tidak selamanya jelek, tapi orang baik bisa jadi orang jelek,’’ tegas pria kelahiran 1989 ini. Meski awalnya diajak teman mendalami bagaimana mengenal Tuhan lebih dekat.

Praktisnya, mendekatkan diri pada Allah ini kini sudah menjadi kebutuhan. Tidak hanya dari penampilan, tetapi cinta kasih pada Tuhan. Berbagai kajian banyak diikuti. Ya, perubahan ini memang banyak membuat syok teman-temannya.

Banyak mereka yang tak mengira dirinya bisa berubah 180 derajat. Prinsipnya, hubungan manusia dan tuhan harus seimbang. ’’Jangan sampai dicintai dunia, lupa dengan Allah. Tapi kalau dicintai Allah, dunia pasti akan mengikuti,’’ ujarnya. ’’Sekarang ada jam-jam yang saya khususkan untuk mengingat dan mendekatkan diri pada Allah. Meski itu hanya 5-10 menit,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Kode Kendaraan Mojokerto Ganti W

Dalam perjalanannya memang tidak mudah. Berbagai rintangan ujian banyak menghampiri. Termasuk polemik dalam lingkungan keluarga. Namun, situasi ini tak lantas membuatnya menyerah. Kondisi itu seakan menjadikan cambuk untuk tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.

Sabar dan ikhlas menjadiakan hatinya tetap keukeuh untuk selalu ingat pada sang pencipta. ’’Karena saya yakin Allah tidak memberikan ujian di luar kemampuan kita. Itu juga sudah menjadi janji Allah,’’ tegasnya. Banyak keajaiban yang didapat. Saat di tengah derasnya cobaan, alhasil berakhir dengan kebahagiaan.

Ujian yang lulus dilewatinya selalu berakhir dengan rasa syukur. Perubahan yang sudah berjalan lima tahun ini, Tuhan memberikan segalanya kepadanya. Kejaiban yang sudah dirasakan salah satunya adalah menunaikan rukun Islam yang kelima.

Rencananya, tahun ini dia menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci menjadi pengganti ibunya yang sudah meninggal. ’’Sebelumnya juga tidak terbayang. Yang jelas, kalau kita cinta pada Allah, Allah akan cinta pada kita. Itu yang menjadi keyakinan saya saat ini,’’ paparnya.  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/