alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Baru Tiga Bulan, Pedestrian Sudah Rusak

Proyek Trotoar di Jalan Pekayon

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Baru tuntas dikerjakan akhir 2021 lalu, proyek peningkatan Jalan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto sudah mengalami kerusakan. Khususnya di jalur pedestrian yang terdapat sejumlah titik keramik yang pecah dan terlepas.

Endang, salah satu warga mengungkapkan, kerusakan telah terjadi tidak lama setelah proyek selesai dikerjakan akhir tahun lalu. Bahkan, setelah tiga bulan berjalan ini, titik kerusakan semakin bertambah. ”Bukan baru, tapi sudah rusak setelah selesai dibangun dulu (Desember 2021),” terangnya, kemarin (11/4).

Menurutnya, kerusakan terjadi di sejumlah titik trotoar, baik di sisi barat maupun timur jalan. Terparah terjadi pada pedestrian yang menjadi akses masuk di permukiman maupun tempat usaha. Beberapa bidang keramik tampak retak-retak bahkan pecah diduga karena tergilas roda kendaraan.

Di samping itu, beberapa di antaranya juga ada yang sudah tak menempel lagi dari tempat yang seharusnya. ”Padahal tidak dilalui kendaraan, tapi nggak tahu kok bisa terlepas gitu,” tandas perempuan yang sehari-hari menjual jajanan ini.

Baca Juga :  Jatuh Akibat Jalan Berlubang, Korban Tewas Dihantam Truk dari Belakang

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, fasilitas pedestrian di Kelurahan/Kecamatan Kranggan tersebut menjadi bagian dari paket proyek peningkatan Jalan Pekayon di tahun anggaran 2021. Pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak senilai Rp 3,4 miliar yang bersumber dari APBD Pemkot Mojokerto tersebut menyentuh pelebaran jalan, drainase, sekaligus pembangunan trotoar.

Dikonfirmasi, Kabid Bina Marga DPUPRPRKP Kota Mojokerto Endah Supriyani mengaku telah memberitahukan terkait kerusakan trotoar ke CV Nahilah Cipta Perdana selaku rekanan proyek peningkatan Jalan Pakayon. Meski sudah diserahterimakan setelah proyek tuntas dikerjakan akhir 2021 lalu, namun proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. ”Masih masa pemeliharaan setahun. Jadi, kalau ada kerusakan kita minta mereka (rekanan proyek, Red) untuk memperbaiki,” paparnya.

Baca Juga :  Beberapa Lembaga Lakukan Penilaian

Namun, kontraktor asal Surabaya hanya akan memperbaiki kerusakan pada bagian yang dinilai tidak disebabkan karena unsur kesengajaan. Antara lain yang rusak akibat kendaraan di akses jalan umum. ”Tapi kadang kalau di depan toko ada bongkar muat, harusnya kan tidak boleh, karena trotoar kan khusus untuk jalan kaki,” bebernya.

Disinggung apakah kerusakan terjadi karena faktor konstruksi yang dikerjakan asal-asalan, Endah menyebut akan menurunkan um untuk melakukan penilaian teknis. Selain mendata titik kerusakan, pihaknya juga juga akan menilai penyebab kerusakan yang terjadi di jalur pedestrian di Jalan Pekayon. ”Kita harus lihat dulu kondisinya bagaimana, titiknya di mana, biar kita bisa lihat kerusakannya itu disebabkan oleh apa dan bagaimana penangannya,” tandasnya. (ram/ron)

Proyek Trotoar di Jalan Pekayon

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Baru tuntas dikerjakan akhir 2021 lalu, proyek peningkatan Jalan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto sudah mengalami kerusakan. Khususnya di jalur pedestrian yang terdapat sejumlah titik keramik yang pecah dan terlepas.

Endang, salah satu warga mengungkapkan, kerusakan telah terjadi tidak lama setelah proyek selesai dikerjakan akhir tahun lalu. Bahkan, setelah tiga bulan berjalan ini, titik kerusakan semakin bertambah. ”Bukan baru, tapi sudah rusak setelah selesai dibangun dulu (Desember 2021),” terangnya, kemarin (11/4).

Menurutnya, kerusakan terjadi di sejumlah titik trotoar, baik di sisi barat maupun timur jalan. Terparah terjadi pada pedestrian yang menjadi akses masuk di permukiman maupun tempat usaha. Beberapa bidang keramik tampak retak-retak bahkan pecah diduga karena tergilas roda kendaraan.

Di samping itu, beberapa di antaranya juga ada yang sudah tak menempel lagi dari tempat yang seharusnya. ”Padahal tidak dilalui kendaraan, tapi nggak tahu kok bisa terlepas gitu,” tandas perempuan yang sehari-hari menjual jajanan ini.

Baca Juga :  Beberapa Lembaga Lakukan Penilaian

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, fasilitas pedestrian di Kelurahan/Kecamatan Kranggan tersebut menjadi bagian dari paket proyek peningkatan Jalan Pekayon di tahun anggaran 2021. Pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak senilai Rp 3,4 miliar yang bersumber dari APBD Pemkot Mojokerto tersebut menyentuh pelebaran jalan, drainase, sekaligus pembangunan trotoar.

- Advertisement -

Dikonfirmasi, Kabid Bina Marga DPUPRPRKP Kota Mojokerto Endah Supriyani mengaku telah memberitahukan terkait kerusakan trotoar ke CV Nahilah Cipta Perdana selaku rekanan proyek peningkatan Jalan Pakayon. Meski sudah diserahterimakan setelah proyek tuntas dikerjakan akhir 2021 lalu, namun proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. ”Masih masa pemeliharaan setahun. Jadi, kalau ada kerusakan kita minta mereka (rekanan proyek, Red) untuk memperbaiki,” paparnya.

Baca Juga :  Proyek Trotoar Jalan Mojopahit Molor

Namun, kontraktor asal Surabaya hanya akan memperbaiki kerusakan pada bagian yang dinilai tidak disebabkan karena unsur kesengajaan. Antara lain yang rusak akibat kendaraan di akses jalan umum. ”Tapi kadang kalau di depan toko ada bongkar muat, harusnya kan tidak boleh, karena trotoar kan khusus untuk jalan kaki,” bebernya.

Disinggung apakah kerusakan terjadi karena faktor konstruksi yang dikerjakan asal-asalan, Endah menyebut akan menurunkan um untuk melakukan penilaian teknis. Selain mendata titik kerusakan, pihaknya juga juga akan menilai penyebab kerusakan yang terjadi di jalur pedestrian di Jalan Pekayon. ”Kita harus lihat dulu kondisinya bagaimana, titiknya di mana, biar kita bisa lihat kerusakannya itu disebabkan oleh apa dan bagaimana penangannya,” tandasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/