alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Saya Terpaksa “Begini” untuk Keperluan Sekolah Anak Pak…

MOJOKERTO – Keberadaan praktik prostitusi di Kabupaten Mojokerto diam-diam masih menjamur. Buktinya, dari razia yang diigelar satpol PP Rabu (11/4), petugas menjaring belasan perempuan diduga pekerja seks komersial (PSK) yang biasa mangkal di warung remang-remang.

Tiga anak jalanan (anjal) juga turut diamankan. Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Suharsono, mengatakan, razia yang digelar kali ini tak lepas dari banyaknya laporan masyarakat yang resah masih adanya dugaan praktik prostitusi di warung remang-remang. ’’Total ada sebelas PSK kami amankan dari beberapa warung tempat mangkalnya,’’ katanya.

Di antaranya, tiga perempuan dijaring di warung Dusun Janti, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari; lima di warung Dusun Mojoroto, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, satu di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko. Sedangkan, selebihnya diamankan dari warung Desa Japanan, Kemlagi, Dawarblandong, dan Gedeg.

’’Itupun yang di warung Awang-Awang banyak yang sudah kabur dari pintu belakang saat petugas datang,’’ tuturnya. Dia menjelaskan, praktik prostitusi terselubung di kabupaten memang masih menjamur. Sebab, tak jarang praktik seperti ini berjalan timbul tenggelam. Artinya, saat dirazia tak jarang banyak pelaku tidak beroperasi atau menghilang.

Baca Juga :  Jadikan Hari Pahlawan sebagai Momentum Berjuang di Masa Pandemi

Sebaliknya, jika lengah dari pantauan petugas diam-diam perempuan yang didominasi oleh lansia (lanjut usia) dan janda ini kembali beroperasi. ’’Ya, bisa dikatakan kucing-kucingan,’’ tegasnya.

Kata Suharsono, usai menjaring para PSK itu, sebagai antisipasi adanya penyakit HIV/AIDS terhadap belasan PSK, petugas melanjutkan dengan melakukan tes kesehatan lengkap. Dengan menggandeng tim medis RSU Prof Dr Soekandar, Mojosari. Tes darah pun dilakukan. ’’Kita lakukan pengawasan ketat. Jangan sampai penyakit menular dan mematikan ini kian meluas,’’ tegasnya.

’’Apalagi, razia sebelumnya, sempat kami temukan ada tiga yang positif HIV/AIDS. Dan ini sangat membahayakan,’’ imbuh Suharsono. Dari hasil pemeriksaan di kantor Satpol PP, seluruh PSK mengaku atas keputusannya terjun ke dunia prostitusi ini.

Baca Juga :  Antusias Peserta Tinggi, Pengumpulan Karya Diperpanjang

Selain memang sudah menjadi pilihan hidup, sebagian mengaku terpaksa karena terdesak ekonomi keluarga. Baik, butuh biaya untuk pengobatan keluarga yang sedang sakit hingga keperluan anak sekolah. ’’Itu memang sudah alasan klasik. Yang jelas, perilaku seperti ini sudah melanggar perda,’’ ujarnya.

Sehingga, sebagai upaya pemberantasan, selanjutnya petugas akan terus memantau sejumlah warung remang-remang yang sudah masuk dalam pemetaan. Suharsono, menegaskan, selain PSK, tiga anak jalanan yang kedapatan mangkal di simpang jalan juga ikut diamankan. Selain menggangu ketertiban umum, ulah para anjal juga membuat pengguna jalan geram.

Setelah dimintai keterangan, mereka yang terjaring juga diminta membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mengulanginya lagi. ’’Jika nanti kedapatan lagi, kami akan sidangkan langsung. Kebetulan, semua yang terjaring ini memang masih baru,’’ pungkasnya.

MOJOKERTO – Keberadaan praktik prostitusi di Kabupaten Mojokerto diam-diam masih menjamur. Buktinya, dari razia yang diigelar satpol PP Rabu (11/4), petugas menjaring belasan perempuan diduga pekerja seks komersial (PSK) yang biasa mangkal di warung remang-remang.

Tiga anak jalanan (anjal) juga turut diamankan. Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Suharsono, mengatakan, razia yang digelar kali ini tak lepas dari banyaknya laporan masyarakat yang resah masih adanya dugaan praktik prostitusi di warung remang-remang. ’’Total ada sebelas PSK kami amankan dari beberapa warung tempat mangkalnya,’’ katanya.

Di antaranya, tiga perempuan dijaring di warung Dusun Janti, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari; lima di warung Dusun Mojoroto, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, satu di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko. Sedangkan, selebihnya diamankan dari warung Desa Japanan, Kemlagi, Dawarblandong, dan Gedeg.

’’Itupun yang di warung Awang-Awang banyak yang sudah kabur dari pintu belakang saat petugas datang,’’ tuturnya. Dia menjelaskan, praktik prostitusi terselubung di kabupaten memang masih menjamur. Sebab, tak jarang praktik seperti ini berjalan timbul tenggelam. Artinya, saat dirazia tak jarang banyak pelaku tidak beroperasi atau menghilang.

Baca Juga :  Malu Disindir Tetangga, Buktikan lewat Pertanian Mandiri

Sebaliknya, jika lengah dari pantauan petugas diam-diam perempuan yang didominasi oleh lansia (lanjut usia) dan janda ini kembali beroperasi. ’’Ya, bisa dikatakan kucing-kucingan,’’ tegasnya.

Kata Suharsono, usai menjaring para PSK itu, sebagai antisipasi adanya penyakit HIV/AIDS terhadap belasan PSK, petugas melanjutkan dengan melakukan tes kesehatan lengkap. Dengan menggandeng tim medis RSU Prof Dr Soekandar, Mojosari. Tes darah pun dilakukan. ’’Kita lakukan pengawasan ketat. Jangan sampai penyakit menular dan mematikan ini kian meluas,’’ tegasnya.

- Advertisement -

’’Apalagi, razia sebelumnya, sempat kami temukan ada tiga yang positif HIV/AIDS. Dan ini sangat membahayakan,’’ imbuh Suharsono. Dari hasil pemeriksaan di kantor Satpol PP, seluruh PSK mengaku atas keputusannya terjun ke dunia prostitusi ini.

Baca Juga :  Pelaku Pelanggar Pilkades, Bisa Langsung Ditangkap Polisi

Selain memang sudah menjadi pilihan hidup, sebagian mengaku terpaksa karena terdesak ekonomi keluarga. Baik, butuh biaya untuk pengobatan keluarga yang sedang sakit hingga keperluan anak sekolah. ’’Itu memang sudah alasan klasik. Yang jelas, perilaku seperti ini sudah melanggar perda,’’ ujarnya.

Sehingga, sebagai upaya pemberantasan, selanjutnya petugas akan terus memantau sejumlah warung remang-remang yang sudah masuk dalam pemetaan. Suharsono, menegaskan, selain PSK, tiga anak jalanan yang kedapatan mangkal di simpang jalan juga ikut diamankan. Selain menggangu ketertiban umum, ulah para anjal juga membuat pengguna jalan geram.

Setelah dimintai keterangan, mereka yang terjaring juga diminta membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mengulanginya lagi. ’’Jika nanti kedapatan lagi, kami akan sidangkan langsung. Kebetulan, semua yang terjaring ini memang masih baru,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/