alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Gubernur Gerojok 4 Ribu Liter Migor

Gubernur Jatim Harap Bisa Stabilkan Harga

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendistribusikan minyak goreng sebanyak 4 ribu liter saat operasi pasar di Rest Area Gunung Gedangan, Kota Mojoketro, Jumat (11/3). Pemprov juga kembali menyiapkan 4 ribu ton lagi mulai awal pekan depan.

Khofifah menyebut, penyaluran migor melalui operasi pasar bertujuan memenuhi kebutuhan warga sekaligus stabilisasi harga. Dengan didistribusikannya 4 ribu liter di Kota Mojokerto, maka total sudah 3,8 juta liter migor yang diturunkan ke pasar di 38 kabupaten/kota di Jatim sejak 4 Maret lalu. ”Minyak goreng yang kita jual 2 liter Rp 25 ribu,” terangnya.

Dikatakan Khofifah, digelontornya komoditas migor tersebut diharapkan bisa mempercepat pemberlakuan satu harga sesuai dengan ketetapan pemerintah. Karena itu, Pemprov Jatim kembali menyiapkan migor untuk disebar ke berbagai daerah. ”Insyaallah tanggal 14 (Maret) besok datang lagi 4 ribu ton,” tandasnya.

Baca Juga :  Sehari, 625 Karton Migor Habis

Menurutnya, pasokan migor merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, badan usaha milik negara (BUMN), distributor, serta asosiasi pengusaha pengemas minyak goreng Indonesia (APPMGI).
Mantan Menteri Sosial (Mensos) RI ini menyebutkan, pemerintah daerah diminta untuk memastikan proses disribusi berjalan lancar. Selain lewat operasi pasar, migor juga dapat diterjunkan ke pasar tradisional agar para pedagang dapat menjual kembali dengan harga wajar. Pasalnya, hingga saat ini masih ditemukan migor yang dibanderol di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). ”Tentu kita harapkan apa yang sekarang kita alami, harga yang masih di atas HET itu bisa segera stabil,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menambahkan, didistribusikannya migor murah bisa membantu kebutuhan warga. Khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). ”Karena dari 30 ribu lebih UMKM di Kota Mojokerto, mayoritas bergerak di bidang makanan. Otomatis, kebutuhan migor mereka jauh lebih besar dibanding dengan kebutuhan rumah tangga,” paparnya.

Baca Juga :  Pengadaan Alat Berat Dibatalkan

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyebutkan, sejauh ini Pemkot Mojokerto telah menghabiskan 80 ribu liter untuk operasi pasar. Kemarin, pihaknya kembali menyediakan sekitar 6.600 liter migor ditambah 4 ribu liter migor dari Pemprov.

Dengan demikian, sudah 90 ribu liter lebih minyak goreng yang telah disalurkan kepada warga maupun pelaku usaha kecil menengah dan industri kecil menengah (UKM/IKM) di Kota Mojokerto. Menurutnya, jumlah ketersediaan migor itu berdasarkan pendataan di tingkat rukun tetangga (RT) dan pelaku usaha yang memiliki Nomor Induk berusaha (NIB). ”Sehingga mereka benar-benar layak dan menjadi prioritas kami untuk mendapatkan migor dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

Dalam kesempatan kemarin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Ning Ita menyerahkan bantuan zakat produktif untuk modal pelaku usaha ultra mikro serta mengunjungi sejumlah stand pelaku UMKM di Rest Area Gunung Gedagangan. (ram/ron)

Gubernur Jatim Harap Bisa Stabilkan Harga

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendistribusikan minyak goreng sebanyak 4 ribu liter saat operasi pasar di Rest Area Gunung Gedangan, Kota Mojoketro, Jumat (11/3). Pemprov juga kembali menyiapkan 4 ribu ton lagi mulai awal pekan depan.

Khofifah menyebut, penyaluran migor melalui operasi pasar bertujuan memenuhi kebutuhan warga sekaligus stabilisasi harga. Dengan didistribusikannya 4 ribu liter di Kota Mojokerto, maka total sudah 3,8 juta liter migor yang diturunkan ke pasar di 38 kabupaten/kota di Jatim sejak 4 Maret lalu. ”Minyak goreng yang kita jual 2 liter Rp 25 ribu,” terangnya.

Dikatakan Khofifah, digelontornya komoditas migor tersebut diharapkan bisa mempercepat pemberlakuan satu harga sesuai dengan ketetapan pemerintah. Karena itu, Pemprov Jatim kembali menyiapkan migor untuk disebar ke berbagai daerah. ”Insyaallah tanggal 14 (Maret) besok datang lagi 4 ribu ton,” tandasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Pertunjukan, Tak Mengurangi Makna

Menurutnya, pasokan migor merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, badan usaha milik negara (BUMN), distributor, serta asosiasi pengusaha pengemas minyak goreng Indonesia (APPMGI).
Mantan Menteri Sosial (Mensos) RI ini menyebutkan, pemerintah daerah diminta untuk memastikan proses disribusi berjalan lancar. Selain lewat operasi pasar, migor juga dapat diterjunkan ke pasar tradisional agar para pedagang dapat menjual kembali dengan harga wajar. Pasalnya, hingga saat ini masih ditemukan migor yang dibanderol di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). ”Tentu kita harapkan apa yang sekarang kita alami, harga yang masih di atas HET itu bisa segera stabil,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menambahkan, didistribusikannya migor murah bisa membantu kebutuhan warga. Khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). ”Karena dari 30 ribu lebih UMKM di Kota Mojokerto, mayoritas bergerak di bidang makanan. Otomatis, kebutuhan migor mereka jauh lebih besar dibanding dengan kebutuhan rumah tangga,” paparnya.

Baca Juga :  Sehari, 625 Karton Migor Habis
- Advertisement -

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyebutkan, sejauh ini Pemkot Mojokerto telah menghabiskan 80 ribu liter untuk operasi pasar. Kemarin, pihaknya kembali menyediakan sekitar 6.600 liter migor ditambah 4 ribu liter migor dari Pemprov.

Dengan demikian, sudah 90 ribu liter lebih minyak goreng yang telah disalurkan kepada warga maupun pelaku usaha kecil menengah dan industri kecil menengah (UKM/IKM) di Kota Mojokerto. Menurutnya, jumlah ketersediaan migor itu berdasarkan pendataan di tingkat rukun tetangga (RT) dan pelaku usaha yang memiliki Nomor Induk berusaha (NIB). ”Sehingga mereka benar-benar layak dan menjadi prioritas kami untuk mendapatkan migor dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

Dalam kesempatan kemarin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Ning Ita menyerahkan bantuan zakat produktif untuk modal pelaku usaha ultra mikro serta mengunjungi sejumlah stand pelaku UMKM di Rest Area Gunung Gedagangan. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/