alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Membuka Gerbang Pariwisata Wilayah Barat

PRAJURIT KULON, Jawa Pos Radar Mojokerto – Diselenggarakannya event Mojotirto Festival merupakan langkah awal untuk membuka gerbang pariwisata di wilayah barat Kota Mojokerto. Agenda dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia tersebut juga sekaligus bisa menjadi magnit keramaian serta mengungkit perekonomian warga kota Onde-Onde.

Wali Kota Ika Puspitasari, mengatakan, salah satu prioritas pemkot di bawah kepimpinannya adalah menjadikan Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Untuk menunjangnya, digelar Mojotirto Festival yang dijadikan agenda tahunan yang menyuguhkan rangkaian tradisi dan budaya. ’’Memang salah satu titik dari sasaran pembangunan itu adalah di wilayah barat. Tepatnya di sekitar Jembatan Rejoto ini,’’ ungkapnya di sela meninjau lokasi Mojotirto Festival, Rabu (11/3).

Ning Ita, begitu wali kota akrab disapa, mengungkapkan, alasan dipilihnya lokasi Mojotirto Festival di area Jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, tak lain untuk membuka potensi wisata di wilayah barat Kota Mojokerto. Terlebih, di kawasan Sungai Ngotok itu bakal dikembangkan menjadi destinasi Wisata Bahari Majapahit.

Baca Juga :  Satpol PP Bubarkan Pasar Kaget

Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini, menyebut, secara bertahap, sentuhan awal pembangunan Wisata Bahari itu akan dimulai di 2020 ini. Yaitu, dengan pembangunan Taman Budaya. ’’Akses dan segala hal terkait sumber daya manusia (SDM) juga sudah kita periapkan. Infrastrukturnya juga sudah mulai kita bangun di sini (di kawasan Jembatan Rejoto),’’ tandasnya.

Untuk itu, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, ingin memperkenalkan secara luas kepada masyarakat area Jembatan Rejoto dan kawasan Sungai Ngotok. Salah satunya dengan menyelenggarakan Mojotirto Festival sebagai event tahunan.

Terlebih, kemarin, Ketua Umum Pengprov Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Timur Laksma TNI Edwin bersama Ning Ita melakukan survei langsung kawasan Sungai Ngotok. Rencananya, sungai yang bermuara ke Sungai Brantas tersebut akan dijadikan sebagai venue Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Cabor Dayung sebagai persiapan menghadapo Pekan Olah Raga (PON) XX 2020 di Papua. ’’Ini adalah sinergitas yang tepat. Di saat kita mengembangkan pariwisata, saat yang sama pula di aliran Sungai Ngotok bisa dijadikan sebagai tempat latihan untuk PODSI Jawa Timur,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Jangan Jaim Bersaing, Pernah Terima Fee Rp 25 Ribu

Dengan adanya puslatda yang digelar selama 3 bulan tersebut, harap Ning Ita, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berduyun-duyun ke area Jembatan Rejoto maupun Sungai Ngotok. Pun demikian dengan saat digelarnya Mojotirto Festival pada 21-22 Maret nanti yang juga bakal menyedot animo ribuan masyarakat ke wilayah barat Kota Mojokerto. ’’Sehingga, sebelum destinasi ini terbangun, masyarakat akan lebih familier dengan kawasan Rejoto ini. Jadi ada promosi yang bisa kita sinergikan dalam dua event ini (Mojotirto dan Puslatda PODSI) secara bersamaan,’’ pungkasnya.

PRAJURIT KULON, Jawa Pos Radar Mojokerto – Diselenggarakannya event Mojotirto Festival merupakan langkah awal untuk membuka gerbang pariwisata di wilayah barat Kota Mojokerto. Agenda dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia tersebut juga sekaligus bisa menjadi magnit keramaian serta mengungkit perekonomian warga kota Onde-Onde.

Wali Kota Ika Puspitasari, mengatakan, salah satu prioritas pemkot di bawah kepimpinannya adalah menjadikan Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Untuk menunjangnya, digelar Mojotirto Festival yang dijadikan agenda tahunan yang menyuguhkan rangkaian tradisi dan budaya. ’’Memang salah satu titik dari sasaran pembangunan itu adalah di wilayah barat. Tepatnya di sekitar Jembatan Rejoto ini,’’ ungkapnya di sela meninjau lokasi Mojotirto Festival, Rabu (11/3).

Ning Ita, begitu wali kota akrab disapa, mengungkapkan, alasan dipilihnya lokasi Mojotirto Festival di area Jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, tak lain untuk membuka potensi wisata di wilayah barat Kota Mojokerto. Terlebih, di kawasan Sungai Ngotok itu bakal dikembangkan menjadi destinasi Wisata Bahari Majapahit.

Baca Juga :  Jangan Jaim Bersaing, Pernah Terima Fee Rp 25 Ribu

Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini, menyebut, secara bertahap, sentuhan awal pembangunan Wisata Bahari itu akan dimulai di 2020 ini. Yaitu, dengan pembangunan Taman Budaya. ’’Akses dan segala hal terkait sumber daya manusia (SDM) juga sudah kita periapkan. Infrastrukturnya juga sudah mulai kita bangun di sini (di kawasan Jembatan Rejoto),’’ tandasnya.

Untuk itu, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, ingin memperkenalkan secara luas kepada masyarakat area Jembatan Rejoto dan kawasan Sungai Ngotok. Salah satunya dengan menyelenggarakan Mojotirto Festival sebagai event tahunan.

- Advertisement -

Terlebih, kemarin, Ketua Umum Pengprov Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Timur Laksma TNI Edwin bersama Ning Ita melakukan survei langsung kawasan Sungai Ngotok. Rencananya, sungai yang bermuara ke Sungai Brantas tersebut akan dijadikan sebagai venue Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Cabor Dayung sebagai persiapan menghadapo Pekan Olah Raga (PON) XX 2020 di Papua. ’’Ini adalah sinergitas yang tepat. Di saat kita mengembangkan pariwisata, saat yang sama pula di aliran Sungai Ngotok bisa dijadikan sebagai tempat latihan untuk PODSI Jawa Timur,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kodim 0815 Gelar Gebyar Bazar Vaksin Kawasan Wisata

Dengan adanya puslatda yang digelar selama 3 bulan tersebut, harap Ning Ita, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berduyun-duyun ke area Jembatan Rejoto maupun Sungai Ngotok. Pun demikian dengan saat digelarnya Mojotirto Festival pada 21-22 Maret nanti yang juga bakal menyedot animo ribuan masyarakat ke wilayah barat Kota Mojokerto. ’’Sehingga, sebelum destinasi ini terbangun, masyarakat akan lebih familier dengan kawasan Rejoto ini. Jadi ada promosi yang bisa kita sinergikan dalam dua event ini (Mojotirto dan Puslatda PODSI) secara bersamaan,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/