alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pasangan Kekasih Aborsi di Kamar lalu Dikubur di Samping Rumah

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polres Mojokerto Kota mengungkap kasus aborsi anak. SG, 18, warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, diduga bersekongkol dengan kekasihnya, DF 18, warga Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, untuk menggugurkan kandungan. Kini, aksi nekat sepasang kekasih tersebut berujung di sel tahanan Mapolres Mojokerto Kota.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP  Rohmawati Lailah mengatakan, pengungkapan kasus bermula ketika polisi sedang melakukan patroli razia di sebuah kos-kosan di kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, pada Jumat (5/2) malam.

Dalam operasi tersebut, petugas menaruh curiga pada foto janin yang tersimpan dalam handphone (HP) yang dipegang DF. ”Setelah ditanya dan kita interogasi, dia mengakui telah melakukan aborsi. Setelah itu kita lakukan upaya penyelidikan dan menangkap ceweknya. Karena HP itu ternyata milik ceweknya. Mereka bertukar HP,” ungkapnya.

Baca Juga :  Beredar Penetapan BPIH 2019, Kemenag Sebut Itu Bukan Pemerintah

Lailah menuturkan, malam itu juga pelaku laki-laki diamankan kepolisian. Baru pada Sabtu (6/2) pagi, petugas mengamankan pelaku perempuan di kediamannya. Setelah dilakukan interogasi, SG mengaku bahwa janin tersebut berasal dari kandungannya. Aksi tersebut dilakukan pada Minggu (17/1) malam di rumah sang kekasih.

”Setelah itu kita lakukan pengecekan TKP, dan rekonstruksi pada Selasa (9/2). Saat itu juga rumahnya kami pasang garis polisi. Janin itu sendiri dikubur di samping rumahnya. Namun, itu bukan lahan yang bersangkutan, tapi milik Pakdhe-nya,” kata Lailah.

Dia menyebutkan, aksi aborsi ini dilakukan secara diam-diam di kamar kekasih pria secara manual dengan bantuan obat penggugur kandungan yang dibeli secara online. ”Satu hari itu langsung kontraksi dan mereka sepakat nanti akan dikeluarkan di rumah pelaku laki-laki. Setelah lahir, pelaku laki-laki langsung menguburkan janin tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Pusat Kuliner Legendaris di Kota Dialih Fungsikan Jadi Pasar Loak

Akibat perbuatannya, kedua pelaku harus mendekam di tahanan Mapolres Mojokerto Kota. Mereka diduga telah melanggar pasal 348 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun enam bulan.  (adi)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polres Mojokerto Kota mengungkap kasus aborsi anak. SG, 18, warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, diduga bersekongkol dengan kekasihnya, DF 18, warga Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, untuk menggugurkan kandungan. Kini, aksi nekat sepasang kekasih tersebut berujung di sel tahanan Mapolres Mojokerto Kota.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP  Rohmawati Lailah mengatakan, pengungkapan kasus bermula ketika polisi sedang melakukan patroli razia di sebuah kos-kosan di kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, pada Jumat (5/2) malam.

Dalam operasi tersebut, petugas menaruh curiga pada foto janin yang tersimpan dalam handphone (HP) yang dipegang DF. ”Setelah ditanya dan kita interogasi, dia mengakui telah melakukan aborsi. Setelah itu kita lakukan upaya penyelidikan dan menangkap ceweknya. Karena HP itu ternyata milik ceweknya. Mereka bertukar HP,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sopir Matikan Mesin dan Bermalam di Tengah Jalan

Lailah menuturkan, malam itu juga pelaku laki-laki diamankan kepolisian. Baru pada Sabtu (6/2) pagi, petugas mengamankan pelaku perempuan di kediamannya. Setelah dilakukan interogasi, SG mengaku bahwa janin tersebut berasal dari kandungannya. Aksi tersebut dilakukan pada Minggu (17/1) malam di rumah sang kekasih.

”Setelah itu kita lakukan pengecekan TKP, dan rekonstruksi pada Selasa (9/2). Saat itu juga rumahnya kami pasang garis polisi. Janin itu sendiri dikubur di samping rumahnya. Namun, itu bukan lahan yang bersangkutan, tapi milik Pakdhe-nya,” kata Lailah.

Dia menyebutkan, aksi aborsi ini dilakukan secara diam-diam di kamar kekasih pria secara manual dengan bantuan obat penggugur kandungan yang dibeli secara online. ”Satu hari itu langsung kontraksi dan mereka sepakat nanti akan dikeluarkan di rumah pelaku laki-laki. Setelah lahir, pelaku laki-laki langsung menguburkan janin tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Jembatan Talun-Blak Ambles Diterjang Banjir
- Advertisement -

Akibat perbuatannya, kedua pelaku harus mendekam di tahanan Mapolres Mojokerto Kota. Mereka diduga telah melanggar pasal 348 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun enam bulan.  (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/