alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Proyek Selasar Rp 1 Miliar di Makam Troloyo Gagal

MOJOKERTO – Mangkraknya rencana proyek pembangunan selasar senilai Rp 1 miliar di kompleks Wisata Religi Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mulai mengundang tanya

Salah satunya datang dari pihak Desa Sentonorejo. Alasannya, hingga kini bangunan selasar dalam kompleks wisata Makam Syekh Jumadil Kubro tersebut belum juga ada tanda-tanda akan terealisasi.

Kepala Desa Sentonorejo Sodik mengatakan, pembangunan selesar Makam Troloyo tersebut memang bukan bukan dari pihak desa yang menangani atau pelaksana.

Namun, sebagai kepala desa, dirinya mengaku berhak untuk menanyakan mengapa proyek pembangunan selasar tersebut kenapa hingga kini belum terealisasi.

Baca Juga :  Patung Hayam Wuruk Pertama, Karakter Raja Pemikir Rakyat

Pasalnya, sebelum pembongkaran selasar dilakukan, pihak desa mendengar, bahwa pembangunan rencananya akan direalisasi di bulan Desember ini.

”Setahu saya, awal Desember itu akan dimulai pembangunan. Tapi, kok belum ada tanda-tanda pembangunan,’’ katanya, Senin (10/12).

Dia berharap dalam waktu dekat segera ada kejelasan dari pihak terkait atas rencana pembangunan selasar Makam Troloyo tersebut.

”Kalau dari pihak desa ya pinginnya cepat segera dibangun. Apalagi, pengunjung di Makan Troloyo itu kan terus meningkat,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto Djoko Widjayanto menyatakan, proyek pembangunan selasar Wisata Religi Makam Troloyo tersebut di tahun 2018 ini memang tidak akan terealisasi sesuai rencana.

Baca Juga :  Tangkal Banjir Musiman, Pemkot Alokasikan Rp 8,5 Miliar

Menyusul terjadi kegagalan selama proses pelelangan. Dengan alasan, terdapat beberapa persyaratan yang belum bisa terpenuhi.

Namun, lanjut Djoko, disparpora tetap akan mengupayakan rencana pembangunan selasar terealisasi dengan mengajukan kembali anggaran pembangunan tahun depan.

Agar pembangunan di kompleks wisata religi yang tahun ini tercatat memiliki jumlah pengunjung terbanyak dibanding objek wisata lainnya segera terealisasi.

 ”Iya semoga tahun depan (2019) tidak gagal lagi. Apalagi, pembangunan selasar ini memang diharapkan warga dan para pengunjung,’’ tandasnya. (ras)

 

MOJOKERTO – Mangkraknya rencana proyek pembangunan selasar senilai Rp 1 miliar di kompleks Wisata Religi Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mulai mengundang tanya

Salah satunya datang dari pihak Desa Sentonorejo. Alasannya, hingga kini bangunan selasar dalam kompleks wisata Makam Syekh Jumadil Kubro tersebut belum juga ada tanda-tanda akan terealisasi.

Kepala Desa Sentonorejo Sodik mengatakan, pembangunan selesar Makam Troloyo tersebut memang bukan bukan dari pihak desa yang menangani atau pelaksana.

Namun, sebagai kepala desa, dirinya mengaku berhak untuk menanyakan mengapa proyek pembangunan selasar tersebut kenapa hingga kini belum terealisasi.

Baca Juga :  Hasil Panen untuk Korban Pandemi, Pesantren Bagikan Nasi Bungkus
- Advertisement -

Pasalnya, sebelum pembongkaran selasar dilakukan, pihak desa mendengar, bahwa pembangunan rencananya akan direalisasi di bulan Desember ini.

”Setahu saya, awal Desember itu akan dimulai pembangunan. Tapi, kok belum ada tanda-tanda pembangunan,’’ katanya, Senin (10/12).

Dia berharap dalam waktu dekat segera ada kejelasan dari pihak terkait atas rencana pembangunan selasar Makam Troloyo tersebut.

”Kalau dari pihak desa ya pinginnya cepat segera dibangun. Apalagi, pengunjung di Makan Troloyo itu kan terus meningkat,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto Djoko Widjayanto menyatakan, proyek pembangunan selasar Wisata Religi Makam Troloyo tersebut di tahun 2018 ini memang tidak akan terealisasi sesuai rencana.

Baca Juga :  Patung Hayam Wuruk Pertama, Karakter Raja Pemikir Rakyat

Menyusul terjadi kegagalan selama proses pelelangan. Dengan alasan, terdapat beberapa persyaratan yang belum bisa terpenuhi.

Namun, lanjut Djoko, disparpora tetap akan mengupayakan rencana pembangunan selasar terealisasi dengan mengajukan kembali anggaran pembangunan tahun depan.

Agar pembangunan di kompleks wisata religi yang tahun ini tercatat memiliki jumlah pengunjung terbanyak dibanding objek wisata lainnya segera terealisasi.

 ”Iya semoga tahun depan (2019) tidak gagal lagi. Apalagi, pembangunan selasar ini memang diharapkan warga dan para pengunjung,’’ tandasnya. (ras)

 

Artikel Terkait

Most Read

Petahana Incar Politisi PKB

X2X Sebut Kecolongan

Sekolah Tatap Muka Tetap Jalan

Artikel Terbaru


/