alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Lahan Pertanian Tergerus Luapan Kali Lamong

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Luapan Kali Lamong menggerus lahan pertanian di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong. Dua petak sawah di sekitar Jembatan Talunbrak mulai terkikis. Warga khawatir, abrasi tersebut bakal meluas.

Sutrisno, warga setempat menyebut, tergerusnya lahan persawahan ini dipicu longsornya tanggul sungai. Sejak musim hujan akhir tahun ini, Kali Lamong sudah meluap dua kali. Selain kerap membanjiri permukiman, luapan juga menggenagi lahan persawahan di sekitar jembatan yang menghubungkan Dusun Talunbrak dengan Dusun Talunblandong tersebut. ”Lama-lama sawahnya ikut tergerus air,” katanya.

Saat ini, dua petak sawah sudah mulai terdampak. Lahan tebu di selatan Kali Lamong itu mulai longsor. Masing-masing berada di sisi timur dan barat Jembatan Talunbrak. Permukaan tanah yang tergerus air tampak turun. ”Baru setelah sering banjir ini saja, sawahnya ikut longsor,” imbuh dia.

Baca Juga :  Ning Ita Gencarkan Pelatihan dan Pendampingan untuk UMKM

Warga mengaku khawatir dengan kodisi tersebut. Sebab, jika terus meluap, area sawah yang terdampak bukan tidak mungkin bakal terus meluas.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat membenarkan keberadaan lahan persawahan yang tergerus luapan Kali Lamong. Kondisi tersebut, menurutnya, terjadi lantaran bibir sungai telah lebih dulu tergerus. ”(Aliran sungai) tidak tampak ciut, tapi tambah melebar. Tambah melebar, tapi tambah dangkal. Sehingga butuh penanganan,” terangnya.

Mengingat curah hujan yang masih tinggi, kondisi dampak luapan Kali Lamong dikhawatirkan bertambah luas. Pihaknya mengaku telah memberi laporan ke petinggi pemkab terkait kondisi tersebut. ”Kalau dibiarkan bisa habis sawahnya. Kalau begitu kan kami hanya bisa memberi laporan ke bupati terkait kondisi ini,” sebut dia.

Baca Juga :  Sinyal Megap-megap, Satu Wifi untuk 30 Rumah

Sebelumnya, meningkatnya debit sungai juga menyebabkan Jembatan Talunbrak kocak-kacir. Tiang penyangga ambles dan terlepas dari permukaan jembatan. Warga harus memutar sejauh tiga kilometer lantaran jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki. (adi/ron)

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Luapan Kali Lamong menggerus lahan pertanian di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong. Dua petak sawah di sekitar Jembatan Talunbrak mulai terkikis. Warga khawatir, abrasi tersebut bakal meluas.

Sutrisno, warga setempat menyebut, tergerusnya lahan persawahan ini dipicu longsornya tanggul sungai. Sejak musim hujan akhir tahun ini, Kali Lamong sudah meluap dua kali. Selain kerap membanjiri permukiman, luapan juga menggenagi lahan persawahan di sekitar jembatan yang menghubungkan Dusun Talunbrak dengan Dusun Talunblandong tersebut. ”Lama-lama sawahnya ikut tergerus air,” katanya.

Saat ini, dua petak sawah sudah mulai terdampak. Lahan tebu di selatan Kali Lamong itu mulai longsor. Masing-masing berada di sisi timur dan barat Jembatan Talunbrak. Permukaan tanah yang tergerus air tampak turun. ”Baru setelah sering banjir ini saja, sawahnya ikut longsor,” imbuh dia.

Baca Juga :  Pamerkan Lukisan Hasil OTS, Kenalkan Destinasi Wisata

Warga mengaku khawatir dengan kodisi tersebut. Sebab, jika terus meluap, area sawah yang terdampak bukan tidak mungkin bakal terus meluas.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat membenarkan keberadaan lahan persawahan yang tergerus luapan Kali Lamong. Kondisi tersebut, menurutnya, terjadi lantaran bibir sungai telah lebih dulu tergerus. ”(Aliran sungai) tidak tampak ciut, tapi tambah melebar. Tambah melebar, tapi tambah dangkal. Sehingga butuh penanganan,” terangnya.

Mengingat curah hujan yang masih tinggi, kondisi dampak luapan Kali Lamong dikhawatirkan bertambah luas. Pihaknya mengaku telah memberi laporan ke petinggi pemkab terkait kondisi tersebut. ”Kalau dibiarkan bisa habis sawahnya. Kalau begitu kan kami hanya bisa memberi laporan ke bupati terkait kondisi ini,” sebut dia.

Baca Juga :  Puluhan Sungai Alami Pendangkalan
- Advertisement -

Sebelumnya, meningkatnya debit sungai juga menyebabkan Jembatan Talunbrak kocak-kacir. Tiang penyangga ambles dan terlepas dari permukaan jembatan. Warga harus memutar sejauh tiga kilometer lantaran jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/