alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Berprestasi Internasional, Ciptakan Alat Deteksi Covid 19

Santri pondok pesantren Amanatul Ummah Mojokerto sukses menciptakan alat deteksi dini Covid-19. Alat berlabel Amanum Cordet ini mampu mendeteksi gejala setiap orang yang terserang virus ini.

Adalah Syahrozad Zalfa Nadia. Ia sukses membuat alat yang diberi nama Amanum Cordet atau kepanjangan dari Amanatul Ummah Corona Detected. ’’Saya melakukan ikhtiar menciptakan Amanum Cordet. Sebuah alat deteksi dini gejala orang yang berpotensi terserang virus corona di lingkungan pesantren dan bisa diterapkan di lingkungan yang lebih luas,’’ tambahnya.

Menurutnya, ide pembuatan alat deteksi dini karena di awal tahun 2020 sampai sekarang ini, dunia dihebohkan dengan wabah Covid-19. Termasuk di Indonesia. Sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona pun terus dilakukan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan 5M. Seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

Dikatakan Nadia, manfaat atau kegunaan alat ini adalah mampu mendeteksi suhu badan secara otomatis warga pesantren dan pengunjung pondok pesantren Amanatul Ummah, merekam mobilitas dan kapasitas untuk mengetahui kuota yang tersedia di dalam pesantren.

Selain itu, alat ini juga akan memberikan informasi jumlah kasus positif, kasus negatif, keadaan zona terkini serta data warga pesantren yang telah divaksin 1 dan vaksin 2. ’’Dalam skala besar, saya berharap project alat ini bisa dibuat secara permanen dan masal. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk lingkungan yang lebih besar, seperti lingkungan RT, RW, Kelurahan, perkantoran, gelanggang olahraga dan fasilitas umum lainnya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Tarif Rusunawa Tertinggi Rp 350 Ribu, Terendah Rp 275 Ribu Per Bulan

Dalam kondisi new normal seperti sekarang, alat ini diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga pesantren. Dengan menggunakan sistem sensor tersebut, dapat meminimalisasi risiko petugas atau penjaga portal dalam terpapar Covid-19. ’’Dengan otomatisasi dan berbasis web, alat ini juga memiliki kelebihan mudah diakses dan dioperasikan. Selain itu harga komponennya relatif terjangkau dan bisa dikembangkan secara massif,’’ tandas Ocha panggilan akrab santri ini.

Selain bidang Robotika, Ocha juga menjadi Atlet Taekwondo. Sudah puluhan medali yang diraih bidang Taekwondo, yang terbaru Medali Emas Mexico International Championship, Medali Perak Jongkong Global Performace Taekwondo Championship, dan medali Emas Student Atmospher Taekwondo Championship. Ocha juga terpilih menjadi satu dari 72 Ikon Prestasi Nasional Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila dan Peserta Didik Teladan pada Apresiasi Pendidikan Islam Kementerian Agama. (bas/ron)

Baca Juga :  Musim Hujan, Sepuluh Hari, Sepuluh Kecelakaan

 

Data dan Juara

Nama    : Syahrozad Zalfa Nadia

Kelas     : X MBI Amanatul Ummah

 

 

Prestasi :

1.    Medali Emas Madrasah robotic Competition kategori Amphibious Solar Vehicle.

2.    Juara 2 Wonderful Indonesia Robot Challenge kategori robot Sumo.

3.    Medali Emas Asian robotic Day kategori Amphibious Solar Vehicle.

4.    Best Design Petrosains RBTX Challenge Malaysia kategori ASV.

5.    Medali Emas International Islamic School Robot Olympiad, Jepang, kategori Maze Solving.

6.    Medali Emas International Youth Robot Competition, Korea Selatan, kategori Coding Mission.

7.    Medali Emas Asean Youth Robot Olympiad, Malaysia kategori Maze Solving.

8.    Medali Emas Asean Robot Challenge, Malaysia kategori Maze Solving.

9.    Medali Emas Indonesian Robot Festival, kategori Steam Mission.

10.    Medali Emas Kontes Robot Nasional, kategori Kinder Mission.

11.    Ketua OSIS MTs Pembangunan UIN Jakarta.

12.    72 Ikon Prestasi Indonesia yang dirilis unit kerja Presiden.

13.    Narasumber motivator muda di beberapa event.

 

Santri pondok pesantren Amanatul Ummah Mojokerto sukses menciptakan alat deteksi dini Covid-19. Alat berlabel Amanum Cordet ini mampu mendeteksi gejala setiap orang yang terserang virus ini.

Adalah Syahrozad Zalfa Nadia. Ia sukses membuat alat yang diberi nama Amanum Cordet atau kepanjangan dari Amanatul Ummah Corona Detected. ’’Saya melakukan ikhtiar menciptakan Amanum Cordet. Sebuah alat deteksi dini gejala orang yang berpotensi terserang virus corona di lingkungan pesantren dan bisa diterapkan di lingkungan yang lebih luas,’’ tambahnya.

Menurutnya, ide pembuatan alat deteksi dini karena di awal tahun 2020 sampai sekarang ini, dunia dihebohkan dengan wabah Covid-19. Termasuk di Indonesia. Sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona pun terus dilakukan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan 5M. Seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

Dikatakan Nadia, manfaat atau kegunaan alat ini adalah mampu mendeteksi suhu badan secara otomatis warga pesantren dan pengunjung pondok pesantren Amanatul Ummah, merekam mobilitas dan kapasitas untuk mengetahui kuota yang tersedia di dalam pesantren.

Selain itu, alat ini juga akan memberikan informasi jumlah kasus positif, kasus negatif, keadaan zona terkini serta data warga pesantren yang telah divaksin 1 dan vaksin 2. ’’Dalam skala besar, saya berharap project alat ini bisa dibuat secara permanen dan masal. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk lingkungan yang lebih besar, seperti lingkungan RT, RW, Kelurahan, perkantoran, gelanggang olahraga dan fasilitas umum lainnya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Isi Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Dalam kondisi new normal seperti sekarang, alat ini diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga pesantren. Dengan menggunakan sistem sensor tersebut, dapat meminimalisasi risiko petugas atau penjaga portal dalam terpapar Covid-19. ’’Dengan otomatisasi dan berbasis web, alat ini juga memiliki kelebihan mudah diakses dan dioperasikan. Selain itu harga komponennya relatif terjangkau dan bisa dikembangkan secara massif,’’ tandas Ocha panggilan akrab santri ini.

- Advertisement -

Selain bidang Robotika, Ocha juga menjadi Atlet Taekwondo. Sudah puluhan medali yang diraih bidang Taekwondo, yang terbaru Medali Emas Mexico International Championship, Medali Perak Jongkong Global Performace Taekwondo Championship, dan medali Emas Student Atmospher Taekwondo Championship. Ocha juga terpilih menjadi satu dari 72 Ikon Prestasi Nasional Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila dan Peserta Didik Teladan pada Apresiasi Pendidikan Islam Kementerian Agama. (bas/ron)

Baca Juga :  Musim Hujan, Sepuluh Hari, Sepuluh Kecelakaan

 

Data dan Juara

Nama    : Syahrozad Zalfa Nadia

Kelas     : X MBI Amanatul Ummah

 

 

Prestasi :

1.    Medali Emas Madrasah robotic Competition kategori Amphibious Solar Vehicle.

2.    Juara 2 Wonderful Indonesia Robot Challenge kategori robot Sumo.

3.    Medali Emas Asian robotic Day kategori Amphibious Solar Vehicle.

4.    Best Design Petrosains RBTX Challenge Malaysia kategori ASV.

5.    Medali Emas International Islamic School Robot Olympiad, Jepang, kategori Maze Solving.

6.    Medali Emas International Youth Robot Competition, Korea Selatan, kategori Coding Mission.

7.    Medali Emas Asean Youth Robot Olympiad, Malaysia kategori Maze Solving.

8.    Medali Emas Asean Robot Challenge, Malaysia kategori Maze Solving.

9.    Medali Emas Indonesian Robot Festival, kategori Steam Mission.

10.    Medali Emas Kontes Robot Nasional, kategori Kinder Mission.

11.    Ketua OSIS MTs Pembangunan UIN Jakarta.

12.    72 Ikon Prestasi Indonesia yang dirilis unit kerja Presiden.

13.    Narasumber motivator muda di beberapa event.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/