alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Peringati Tahun Baru Islam, Napi Khataman Alquran

MOJOKERTO – Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah juga dirayakan narapidana (napi) Lapas Kelas II B Mojokerto, Senin (10/9). 

Mereka mengikuti pergantian tahun hijriah itu dengan khusyuk dan khidmat. Layaknya umat muslim pada umumnya, puluhan napi itu juga turut berdoa untuk kehidupan mereka agar kelak menjadi manusia lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tidak hanya berdoa biasa, sekitar 600-an napi dari berbagai kasus pidana ini juga memanfaatkan momentum 1 Muharam untuk memperdalam ilmu agama. Terutama dalam hal mengamalkan ayat-ayat suci Alquran sebagai tuntutan hidup mereka selama di dunia.

Salah satu bentuknya dengan menggelar tadarusan membaca 30 juz Alquran secara tuntas selama sehari penuh. Khataman tersebut sekaligus sebagai bentuk upaya mereka dalam menghapus buta huruf Alquran di dalam lapas.

Baca Juga :  Gandeng Kejaksaan Negeri untuk Selamatkan Uang Negara

Mereka juga mendeklarasikan diri dalam memerangi stigma buta huruf Alquran terhadap semua warga binaan. Artinya, setiap napi berjanji bakal terus berusaha belajar dan mengamalkan ayat-ayat suci Alquran. Baik saat menghuni di balik jeruji besi maupun setelah bebas nanti.

’’Ya, kita saling membantu. Kalau ada temannya yang belum bisa membaca, ya kita tuntun dan ajari bersama-sama,’’ terang Muhammad Shodik, napi kasus perlindungan anak asal Trawas itu.

Kasi Binadik dan Pelatihan Kerja Lapas Mojokerto Andik Prasetyo mengungkapkan, kegiatan khataman seperti ini tidak hanya sekali digelar oleh para napi. Setiap dua minggu sekali, mereka juga dibiasakan untuk membaca Alquran secara bersama-sama.

Selain untuk memperdalam kerohanian, kegiatan tersebut juga untuk mempererat keakraban antarnapi. ’’Kelancaran warga binaan dalam membaca Alquran juga akan menjadi syarat mereka untuk mengurus CB (cuti bersyarat) dan PB (pembebasan bersyarat),’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Kantor Kejaksaan Ditutup Sementara

 

MOJOKERTO – Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah juga dirayakan narapidana (napi) Lapas Kelas II B Mojokerto, Senin (10/9). 

Mereka mengikuti pergantian tahun hijriah itu dengan khusyuk dan khidmat. Layaknya umat muslim pada umumnya, puluhan napi itu juga turut berdoa untuk kehidupan mereka agar kelak menjadi manusia lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tidak hanya berdoa biasa, sekitar 600-an napi dari berbagai kasus pidana ini juga memanfaatkan momentum 1 Muharam untuk memperdalam ilmu agama. Terutama dalam hal mengamalkan ayat-ayat suci Alquran sebagai tuntutan hidup mereka selama di dunia.

Salah satu bentuknya dengan menggelar tadarusan membaca 30 juz Alquran secara tuntas selama sehari penuh. Khataman tersebut sekaligus sebagai bentuk upaya mereka dalam menghapus buta huruf Alquran di dalam lapas.

Baca Juga :  Ratusan Warga Tuntut Kasun Dicopot
- Advertisement -

Mereka juga mendeklarasikan diri dalam memerangi stigma buta huruf Alquran terhadap semua warga binaan. Artinya, setiap napi berjanji bakal terus berusaha belajar dan mengamalkan ayat-ayat suci Alquran. Baik saat menghuni di balik jeruji besi maupun setelah bebas nanti.

’’Ya, kita saling membantu. Kalau ada temannya yang belum bisa membaca, ya kita tuntun dan ajari bersama-sama,’’ terang Muhammad Shodik, napi kasus perlindungan anak asal Trawas itu.

Kasi Binadik dan Pelatihan Kerja Lapas Mojokerto Andik Prasetyo mengungkapkan, kegiatan khataman seperti ini tidak hanya sekali digelar oleh para napi. Setiap dua minggu sekali, mereka juga dibiasakan untuk membaca Alquran secara bersama-sama.

Selain untuk memperdalam kerohanian, kegiatan tersebut juga untuk mempererat keakraban antarnapi. ’’Kelancaran warga binaan dalam membaca Alquran juga akan menjadi syarat mereka untuk mengurus CB (cuti bersyarat) dan PB (pembebasan bersyarat),’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD: Warga Masih Kesulitan Mendapat Kamar Rawat Inap di RS

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/