alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Soal Pemindahan Peti Mati, BPCB Digereduk Pemerhati Budaya

MOJOKERTO – Pemerhati budaya yang menamakan dirinya Save Trowulan menggeruduk Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Jawa Timur, Selasa (11/7). Mereka memprotes sikap lembaga ini yang terkesan diam atas pemindahan empat peti mati dari situs Sumur Upas, Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Mei lalu.

Ketua Save Trowulan Eko Prasetyo mengatakan, pemindahan empat peti mati ke Candi Brahu Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan ini sudah merupakan tindak pidana. ”Kenapa BPCB diam saja?,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Pengurus Save Trowulan yang lain, Nanang Moeni menilai, lembaga negara ini ketakutan karena pemindahan empat peti mati tersebut melibatkan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa dan sejumlah anggota TNI.  

Baca Juga :  Bupati Ikfina Dorong Pemanfaatan Bambu Claket Jadi Homestay

Sampai saat ini, para pemerhati budaya ini tengah melakukan pertemuan dengan sejumlah petugas BPCB dan melakukan negosiasi untuk pengembalian peti mati yang berlabel benda cagar budaya tersebut.

 

MOJOKERTO – Pemerhati budaya yang menamakan dirinya Save Trowulan menggeruduk Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Jawa Timur, Selasa (11/7). Mereka memprotes sikap lembaga ini yang terkesan diam atas pemindahan empat peti mati dari situs Sumur Upas, Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Mei lalu.

Ketua Save Trowulan Eko Prasetyo mengatakan, pemindahan empat peti mati ke Candi Brahu Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan ini sudah merupakan tindak pidana. ”Kenapa BPCB diam saja?,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Pengurus Save Trowulan yang lain, Nanang Moeni menilai, lembaga negara ini ketakutan karena pemindahan empat peti mati tersebut melibatkan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa dan sejumlah anggota TNI.  

Baca Juga :  Ning Ita Lirik Potensi Wisata Petik Sayur Kota

Sampai saat ini, para pemerhati budaya ini tengah melakukan pertemuan dengan sejumlah petugas BPCB dan melakukan negosiasi untuk pengembalian peti mati yang berlabel benda cagar budaya tersebut.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/