alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Sanksi Dua ASN di Tangan Bupati

– Disinyalir Lakukan Jual Beli Label Honorer Fiktif
– Rekomendasi Telah Dikeluarkan BKPSDM

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sanksi terhadap dua aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam dugaan kasus jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang, tinggal selangkah lagi. Kini, keduanya yang menjabat kepala puskesmas dan sekcam itu tinggal menunggu keputusan Bupati.

Dua ASN itu, masing-masing Mantan Kepala UPT Puskesmas Gondang drg Rosa Priminita dan mantan Sekcam Mojoanyar Poniman. Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, mengatakan, pelanggaran kode etik dua ASN yang terlibat dugaan pungutan bermodus rekrutmen honorer di Puskesmas Gondang sampai saat ini terus berproses. ’’Sebelumnya, kami dapat pelimpahan dari inspektorat, kami juga sudah melakukan sidang kode etik terhadap oknum-oknum yang terlibat,’’ ungkapnya.

Hingga kemarin, berkas keduanya pun masih bergulir. Dari hasil sidang kode etik itu, berkas berikut rekomendasi sudah dinaikkan ke meja Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk dilakukan asesmen. ’’Penjatuhan sanksi tinggal selangkah lagi. Setelah mendapat keputusan dari ibu bupati, sanksi langsung kita keluarkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Griaku dan Pasar Sayur Dongkrak Ekonomi Warga

Hanya saja, Bambang tak bisa merinci apa yang menjadi sanksi disiplin bagi dua ASN yang terbukti terlibat tersebut. Apakah Sanksi ringan, sedang, atau berat sesuai Peraturan Pemerintah nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. ’’Itu menjadi keputusan ibu bupati. Tapi, apa yang menjadi rekomendasi hasil dari pemeriksaan dan pembinaan pada sidang kode etik sudah kita lampirkan. Untuk proses penjatuhan ini nunggu keputusan ibu, tapi secepatnya akan kita keluarkan,’’ jelasnya lagi.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko memastikan, pemberian sanksi tegas bagi ASN yang terlibat dalam dugaan jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang bakal dilakukan. Pemda pun tak pernah main-main bagi oknum tersebut. Sanksi disiplin bakal disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak yang berstatus PNS. Mulai ringan, sedang, hingga berat. ’’Kita pastikan berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Karena itu sudah menjadi komitmen Pemkab Mojokerto untuk memberi efek jera,’’ ungkapnya.

Sesuai hasil pemeriksaan, diketahui ada empat orang yang direkomendasikan untuk ditindak tegas sesuai disposisi pimpinan daerah. Di antaranya, dua ASN, masing-masing Mantan Kepala UPT Puskesmas Gondang drg Rosa Priminita dan mantan Sekcam Mojoanyar Poniman. Kedua oknum tersebut diketahui selaku penerima uang dari Diki Ragil Setia Putra, 25.

Baca Juga :  184 Peserta CPNS Gugur

Warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu memberikan Rp 30 juta kepada Poniman agar bisa masuk menjadi tenaga honorer di Puskesmas Gondang. ’’Indikasi ini ada empat orang, dua orang ASN dan dua orang THL. Statusnya ASN ini, kepala puskesmas sama sekcam yang menerima. Yang jelas sudah proses semua, tinggal eksekusinya,’’ ungkap Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo, sebelumnya.

Dalam pengusutan kasus jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang, Irban Khusus Inspektorat Kabupaten Mojokerto telah memanggil dan memeriksa 26 orang terkait kasus yang melibatkan ASN dan pejabat itu.

Kasus ini yang melibatkan honorer kembali terjadi. Terbaru, kasus ini mencuat di kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2). Dan, bupati meminta inspektorat mengusut tuntas. Karena, perekrutan honorer di sini juga tidak gratis. Tarif yang berkembang, untuk menjadi honorer harus membayar Rp 40 juta hingga Rp 60 juta per orang. (ori/ron)

– Disinyalir Lakukan Jual Beli Label Honorer Fiktif
– Rekomendasi Telah Dikeluarkan BKPSDM

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sanksi terhadap dua aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam dugaan kasus jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang, tinggal selangkah lagi. Kini, keduanya yang menjabat kepala puskesmas dan sekcam itu tinggal menunggu keputusan Bupati.

Dua ASN itu, masing-masing Mantan Kepala UPT Puskesmas Gondang drg Rosa Priminita dan mantan Sekcam Mojoanyar Poniman. Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, mengatakan, pelanggaran kode etik dua ASN yang terlibat dugaan pungutan bermodus rekrutmen honorer di Puskesmas Gondang sampai saat ini terus berproses. ’’Sebelumnya, kami dapat pelimpahan dari inspektorat, kami juga sudah melakukan sidang kode etik terhadap oknum-oknum yang terlibat,’’ ungkapnya.

Hingga kemarin, berkas keduanya pun masih bergulir. Dari hasil sidang kode etik itu, berkas berikut rekomendasi sudah dinaikkan ke meja Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk dilakukan asesmen. ’’Penjatuhan sanksi tinggal selangkah lagi. Setelah mendapat keputusan dari ibu bupati, sanksi langsung kita keluarkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Perolehan Suara Tak Terkejar, Wabup Gus Barraa Nakhodai PC GP Ansor

Hanya saja, Bambang tak bisa merinci apa yang menjadi sanksi disiplin bagi dua ASN yang terbukti terlibat tersebut. Apakah Sanksi ringan, sedang, atau berat sesuai Peraturan Pemerintah nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. ’’Itu menjadi keputusan ibu bupati. Tapi, apa yang menjadi rekomendasi hasil dari pemeriksaan dan pembinaan pada sidang kode etik sudah kita lampirkan. Untuk proses penjatuhan ini nunggu keputusan ibu, tapi secepatnya akan kita keluarkan,’’ jelasnya lagi.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko memastikan, pemberian sanksi tegas bagi ASN yang terlibat dalam dugaan jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang bakal dilakukan. Pemda pun tak pernah main-main bagi oknum tersebut. Sanksi disiplin bakal disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak yang berstatus PNS. Mulai ringan, sedang, hingga berat. ’’Kita pastikan berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Karena itu sudah menjadi komitmen Pemkab Mojokerto untuk memberi efek jera,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Sesuai hasil pemeriksaan, diketahui ada empat orang yang direkomendasikan untuk ditindak tegas sesuai disposisi pimpinan daerah. Di antaranya, dua ASN, masing-masing Mantan Kepala UPT Puskesmas Gondang drg Rosa Priminita dan mantan Sekcam Mojoanyar Poniman. Kedua oknum tersebut diketahui selaku penerima uang dari Diki Ragil Setia Putra, 25.

Baca Juga :  Aborsi Kutorejo jadi Kasus Pembuka

Warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu memberikan Rp 30 juta kepada Poniman agar bisa masuk menjadi tenaga honorer di Puskesmas Gondang. ’’Indikasi ini ada empat orang, dua orang ASN dan dua orang THL. Statusnya ASN ini, kepala puskesmas sama sekcam yang menerima. Yang jelas sudah proses semua, tinggal eksekusinya,’’ ungkap Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo, sebelumnya.

Dalam pengusutan kasus jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang, Irban Khusus Inspektorat Kabupaten Mojokerto telah memanggil dan memeriksa 26 orang terkait kasus yang melibatkan ASN dan pejabat itu.

Kasus ini yang melibatkan honorer kembali terjadi. Terbaru, kasus ini mencuat di kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2). Dan, bupati meminta inspektorat mengusut tuntas. Karena, perekrutan honorer di sini juga tidak gratis. Tarif yang berkembang, untuk menjadi honorer harus membayar Rp 40 juta hingga Rp 60 juta per orang. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/