alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Rawan Dipakai Akses Muda-Mudi Mesum

Tembok Stadion Gelora A. Yani Dibiarkan Jebol

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Stadion Gelora A. Yani, Kota Mojokerto, rawan dijadikan tempat mesum lantaran temboknya dibiarkan jebol. Pasangan muda-mudi disebut kerap keluar masuk lapangan saat malam hari. Mereka memanfaatkan ukuran lubang yang cukup dilewati orang.

Keberadaan lubang ini berada tepat di belakang Taman Kehati. Tepatnya di area parkir taman yang bersebelahan dengan gedung sanggar pramuka di Jalan Raya Ijen. Area yang jebol sekitar sekitar 2 meter x 50 sentimeter. Ukuran lubang pada tembok pemisah stadion dan taman itu leluasa untuk dilewati orang.

Lubang tersebut sudah lama dimanfaatkan sebagai akses keluar masuk stadion. Jejak kaki memunculkan jalur setapak menuju lubang. Pantauan di lokasi kemarin (10/5) juga menampakkan banyak warga yang memanfaatkan lubang itu. ”Dulu lubangnya masih kecil, jadi orang-orang loncat lewat atas tembok. Sekarang tambah besar,” kata seorang pemuda di Taman Kehati.

Baca Juga :  Dua Tempat Isolasi Terpadu Bakal Ditutup

Semakin hari, ukuran lubang makin besar. Suratno, warga setempat menyebut lubang tembok sudah muncul sejak setengah tahun terakhir. Dia tak tahu menahu apakah tembok sengaja dijebol atau memang runtuh. Yang jelas, menurutnya, lubang kerap dimanfaatkan jadi jalan pintas masuk stadion. Baik siang maupun malam hari. ”Kalau malam itu yang bahaya, siapa yang tahu anak-anak muda sedang ngapain di dalam (stadion, Red),” tuturnya.

Dia berharap, lubang tersebut segera ditutup. Bukan tidak mungkin, keberadaanya dimanfaatkan pasangan nakal untuk melakukan tindak asusila. Terlebih saat malam, penerangan di lokasi cenderung minim. ”Harusnya segera ditutup,” imbuh pria yang sehari-harinya menjaga musala dekat lokasi ini.

Penutupan yang dimaksudkan yakni dengan penambalan. Bukan memasang seng atau asbes seperti yang tampak di tembok sebelah barat. Ya, tembok bagian belakang panggung Taman Kehati kondisi juga jebol. Lubang seukuran manusia itu ditutup dengan asbes dari arah dalam stadion. ”Kita sebagai warga hanya ingin tempat-tempat ini tidak disalahgunakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pendataan Bansos Lemah, PC Lakspesdam NU Desak Pemkab Harus Berbenah

Keluhan warga tersebut rupanya juga menjadi atensi kepolisian. Petugas Satsabhara Polres Mojokerto Kota beberapa kali telah mengecek lokasi dan mendapati pasangan muda-mudi sedang nongkrong di dalam stadion. Pasangan itu nekat masuk lewat tembok yang jebol saat malam hari. ”Kita terus patroli sambil berkoordinasi dengan pihak pemkot untuk penanganan,” kata Bripka Suharmanto, salah satu petugas patroli.

Selain persoalan tembok jebol, sebelumnya warga juga melaporkan adanya aktivitas mesum di area toilet Taman Kehati. Laporan itu salah satunya muncul dari Suratmo. Dia menyebut jika di toilet yang hanya berjarak beberapa meter dari lubang tembok itu kerap ditemui muda-mudi saat malam hari. (adi/ron)

Tembok Stadion Gelora A. Yani Dibiarkan Jebol

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Stadion Gelora A. Yani, Kota Mojokerto, rawan dijadikan tempat mesum lantaran temboknya dibiarkan jebol. Pasangan muda-mudi disebut kerap keluar masuk lapangan saat malam hari. Mereka memanfaatkan ukuran lubang yang cukup dilewati orang.

Keberadaan lubang ini berada tepat di belakang Taman Kehati. Tepatnya di area parkir taman yang bersebelahan dengan gedung sanggar pramuka di Jalan Raya Ijen. Area yang jebol sekitar sekitar 2 meter x 50 sentimeter. Ukuran lubang pada tembok pemisah stadion dan taman itu leluasa untuk dilewati orang.

Lubang tersebut sudah lama dimanfaatkan sebagai akses keluar masuk stadion. Jejak kaki memunculkan jalur setapak menuju lubang. Pantauan di lokasi kemarin (10/5) juga menampakkan banyak warga yang memanfaatkan lubang itu. ”Dulu lubangnya masih kecil, jadi orang-orang loncat lewat atas tembok. Sekarang tambah besar,” kata seorang pemuda di Taman Kehati.

Baca Juga :  Kurva Kasus Positif Terus Naik, Tenaga Medis Kembali Terpapar Covid-19

Semakin hari, ukuran lubang makin besar. Suratno, warga setempat menyebut lubang tembok sudah muncul sejak setengah tahun terakhir. Dia tak tahu menahu apakah tembok sengaja dijebol atau memang runtuh. Yang jelas, menurutnya, lubang kerap dimanfaatkan jadi jalan pintas masuk stadion. Baik siang maupun malam hari. ”Kalau malam itu yang bahaya, siapa yang tahu anak-anak muda sedang ngapain di dalam (stadion, Red),” tuturnya.

Dia berharap, lubang tersebut segera ditutup. Bukan tidak mungkin, keberadaanya dimanfaatkan pasangan nakal untuk melakukan tindak asusila. Terlebih saat malam, penerangan di lokasi cenderung minim. ”Harusnya segera ditutup,” imbuh pria yang sehari-harinya menjaga musala dekat lokasi ini.

- Advertisement -

Penutupan yang dimaksudkan yakni dengan penambalan. Bukan memasang seng atau asbes seperti yang tampak di tembok sebelah barat. Ya, tembok bagian belakang panggung Taman Kehati kondisi juga jebol. Lubang seukuran manusia itu ditutup dengan asbes dari arah dalam stadion. ”Kita sebagai warga hanya ingin tempat-tempat ini tidak disalahgunakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dilarang Beroperasi, Pengelola Karaoke Pilih Perawatan

Keluhan warga tersebut rupanya juga menjadi atensi kepolisian. Petugas Satsabhara Polres Mojokerto Kota beberapa kali telah mengecek lokasi dan mendapati pasangan muda-mudi sedang nongkrong di dalam stadion. Pasangan itu nekat masuk lewat tembok yang jebol saat malam hari. ”Kita terus patroli sambil berkoordinasi dengan pihak pemkot untuk penanganan,” kata Bripka Suharmanto, salah satu petugas patroli.

Selain persoalan tembok jebol, sebelumnya warga juga melaporkan adanya aktivitas mesum di area toilet Taman Kehati. Laporan itu salah satunya muncul dari Suratmo. Dia menyebut jika di toilet yang hanya berjarak beberapa meter dari lubang tembok itu kerap ditemui muda-mudi saat malam hari. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/