alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Disperta Terjunkan Puluhan Dokter Hewan

DISPERTA Kabupaten Mojokerto membentuk tim khusus dengan menerjunkan puluhan dokter hewan. Selain untuk percepatan penanganan wabah PMK yang menyerang ratusan sapi, juga sebagai upaya penyembuhan dan edukasi kepada para peternak.

’’Total ada 41 dokter kesehatan hewan yang kami terjunkan ke lapangan dalam penanganan PMK sejak Sabtu lalu,’’ ungkap Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, kemarin.

Rinciannya, 31 paramedis, 5 dokter berstatus ASN, 3 tenaga harian lepas (THL) dari kementerian, dan masing-masing satu THL pemda dan non-THL. Dengan jumlah paramedis yang ada, pihaknya menerjunkan dokter sesuai tingkat penyebaran di tiap wilayah. ’’Misalkan di Dawarblandong kan data paling tinggi kasusnya, itu kita kirim dokter hewannya 2 sampai 3, kan beda-beda tiap kecamatan. Menyesuaikan per kasus. Kalau tidak ada kasusnya ya kita sosialisasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Bakal Gunakan BTT

Menurutnya, di tengah derasnya laporan wabah PMK dari peternak di kabupaten, dinas juga jemput bola pada ternak-ternak yang belum terjangkit virus RNA ini. ’’Semuanya kita edukasi agar penanganannya cepat dan penyebarannya juga tidak semakin meluas,’’ tegasnya.
Disebutnya, edukasi pada peternak dan para pekerjanya ini penting. Menyusul, mereka yang merawat. Mereka punya pengaruh besar dalam proses menghentikan maupun mempercepat penyebaran. Karena sapi tidak akan menularkan sendiri ke sapi lainnya. ’’Yang menularkan ini justru pekerjanya ini. Ini yang kita upayakan sebagai pencegahan,’’ tandasnya.

Sebaliknya bagi ratusan sapi yang sudah terjangkit secara bertahap dilakukan treatment penyembuhan. Dengan diberi vitamin, antibitika, antipiretik, antialergi, gusanex, dan penyemprotan disinfektan oleh PMK BPBD Kabupaten. Dari tiap tim yang dibentuk itu, mereka bertanggung jawab sesuai kewilayahannya masing-masing. Treatment ini bakal terus dibantu setelah penyuntikan, jika tidak mambaik, baru kemudian dimasukkan antibiotik. ’’Ada tahapannya. Jadi, perlu tidaknya tahapan berikutnya dilakukan per tiga hari,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Siapkan 200 Ribu Karcis Wisata

Sesuai data, dari 62 desa peternak yang terjangkit PMK, satu diantaranya jenis sapi perah. Sedangkan lebihnya sapi jenis potong. ’’Dari total 616 kasus PMK pada sapi, 15 sapi di antaranya yang terjangkit merupakan jenis sapi perah,’’ katanya. (ori/abi)

DISPERTA Kabupaten Mojokerto membentuk tim khusus dengan menerjunkan puluhan dokter hewan. Selain untuk percepatan penanganan wabah PMK yang menyerang ratusan sapi, juga sebagai upaya penyembuhan dan edukasi kepada para peternak.

’’Total ada 41 dokter kesehatan hewan yang kami terjunkan ke lapangan dalam penanganan PMK sejak Sabtu lalu,’’ ungkap Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, kemarin.

Rinciannya, 31 paramedis, 5 dokter berstatus ASN, 3 tenaga harian lepas (THL) dari kementerian, dan masing-masing satu THL pemda dan non-THL. Dengan jumlah paramedis yang ada, pihaknya menerjunkan dokter sesuai tingkat penyebaran di tiap wilayah. ’’Misalkan di Dawarblandong kan data paling tinggi kasusnya, itu kita kirim dokter hewannya 2 sampai 3, kan beda-beda tiap kecamatan. Menyesuaikan per kasus. Kalau tidak ada kasusnya ya kita sosialisasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Disperta Belum Terima Pasokan Obat

Menurutnya, di tengah derasnya laporan wabah PMK dari peternak di kabupaten, dinas juga jemput bola pada ternak-ternak yang belum terjangkit virus RNA ini. ’’Semuanya kita edukasi agar penanganannya cepat dan penyebarannya juga tidak semakin meluas,’’ tegasnya.
Disebutnya, edukasi pada peternak dan para pekerjanya ini penting. Menyusul, mereka yang merawat. Mereka punya pengaruh besar dalam proses menghentikan maupun mempercepat penyebaran. Karena sapi tidak akan menularkan sendiri ke sapi lainnya. ’’Yang menularkan ini justru pekerjanya ini. Ini yang kita upayakan sebagai pencegahan,’’ tandasnya.

Sebaliknya bagi ratusan sapi yang sudah terjangkit secara bertahap dilakukan treatment penyembuhan. Dengan diberi vitamin, antibitika, antipiretik, antialergi, gusanex, dan penyemprotan disinfektan oleh PMK BPBD Kabupaten. Dari tiap tim yang dibentuk itu, mereka bertanggung jawab sesuai kewilayahannya masing-masing. Treatment ini bakal terus dibantu setelah penyuntikan, jika tidak mambaik, baru kemudian dimasukkan antibiotik. ’’Ada tahapannya. Jadi, perlu tidaknya tahapan berikutnya dilakukan per tiga hari,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kwarcab Kabupaten Mojokerto Gelar Vaksinasi Covid-19

Sesuai data, dari 62 desa peternak yang terjangkit PMK, satu diantaranya jenis sapi perah. Sedangkan lebihnya sapi jenis potong. ’’Dari total 616 kasus PMK pada sapi, 15 sapi di antaranya yang terjangkit merupakan jenis sapi perah,’’ katanya. (ori/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/