alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Okupansi Penumpang KA Diprediksi Naik

Imbas Longgarnya Syarat Perjalanan Terbaru

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Okupansi penumpang kereta api (KA) di Stasiun Mojokerto diprediksi naik dua kali lipat akhir pekan nanti. Sebab, saat ini, kebijakan persyaratan perjalanan ke luar kota dilonggarkan sejak Rabu lalu (9/3).

Kepala Stasiun Mojokerto Fadjar Wahyudi mengatakan, ketentuan syarat bepergian tak lagi ketat. Itu setelah terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19.

Dalam kebijakan itu, tak ada lagi persyaratan menyertakan hasil tes rapid antigen maupun swab PCR sebelum bepergian. ”Termasuk di kereta api. Sekarang penumpang hanya dilihat dari bukti vaksin dosis kedua dan ketiganya agar bebas dari tes rapid dan swab,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Berpangkat Briptu Diduga Pasok Pengedar Sabu

Mantan Kepala Stasiun Jakarta ini menjelaskan, penyertaan hasil tes rapid atau swab masih berlaku pada penumpang dengan kriteria tertentu. Di antaranya, penumpang yang baru tervaksin dosis satu dan penumpang yang memiliki komorbid. Adapun, penumpang dengan komorbid juga wajib menyertakan surat keterangan dari dokter.

”Ini berlaku bagi penumpang perjalanan jarak jauh atau lokal. Kalau masa berlakunya sama dengan kebijakan yang lama. Untuk tes PCR berlaku tiga hari, yang antigen sehari. Jadi, loket tes rapid di stasiun tetap kami buka,” bebernya.

Kemudian, untuk penumpang anak usia dibawah enam tahun, Fadjar menyebutkan, tak perlu menyertakan hasil tes PCR atau swab. Namun, mereka wajib bepergian dengan orang tua yang sudah tervaksin minimal dosis kedua. ”Tetap bawa kartu keluarga (KK), karena itu untuk input NIK dan diintregasikan dengan aplikasi PeduliLindungi,” ucapnya.

Baca Juga :  Bansos Uang Pengganti BPNT di Kabupaten Bermasalah

Disinggung terkait okupansi jumlah penumpang akibat peraturan terbaru, ia menuturkan, masih belum ada kenaikan yang signifikan. Jumlahnya masih sama seperti hari biasa. Per kemarin (10/3) tercatat sebanyak 873 penumpang didominasi dari perjalanan lokal. ”Kemungkinan baru bisa naik banyak nanti pas hari Sabtu dan Minggu. Bisa lebih banyak daripada biasanya,” tandasnya. (oce/ron)

Imbas Longgarnya Syarat Perjalanan Terbaru

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Okupansi penumpang kereta api (KA) di Stasiun Mojokerto diprediksi naik dua kali lipat akhir pekan nanti. Sebab, saat ini, kebijakan persyaratan perjalanan ke luar kota dilonggarkan sejak Rabu lalu (9/3).

Kepala Stasiun Mojokerto Fadjar Wahyudi mengatakan, ketentuan syarat bepergian tak lagi ketat. Itu setelah terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19.

Dalam kebijakan itu, tak ada lagi persyaratan menyertakan hasil tes rapid antigen maupun swab PCR sebelum bepergian. ”Termasuk di kereta api. Sekarang penumpang hanya dilihat dari bukti vaksin dosis kedua dan ketiganya agar bebas dari tes rapid dan swab,” ujarnya.

Baca Juga :  Bansos Uang Pengganti BPNT di Kabupaten Bermasalah

Mantan Kepala Stasiun Jakarta ini menjelaskan, penyertaan hasil tes rapid atau swab masih berlaku pada penumpang dengan kriteria tertentu. Di antaranya, penumpang yang baru tervaksin dosis satu dan penumpang yang memiliki komorbid. Adapun, penumpang dengan komorbid juga wajib menyertakan surat keterangan dari dokter.

”Ini berlaku bagi penumpang perjalanan jarak jauh atau lokal. Kalau masa berlakunya sama dengan kebijakan yang lama. Untuk tes PCR berlaku tiga hari, yang antigen sehari. Jadi, loket tes rapid di stasiun tetap kami buka,” bebernya.

- Advertisement -

Kemudian, untuk penumpang anak usia dibawah enam tahun, Fadjar menyebutkan, tak perlu menyertakan hasil tes PCR atau swab. Namun, mereka wajib bepergian dengan orang tua yang sudah tervaksin minimal dosis kedua. ”Tetap bawa kartu keluarga (KK), karena itu untuk input NIK dan diintregasikan dengan aplikasi PeduliLindungi,” ucapnya.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Tes CPNS Gugur sebelum Pengumuman

Disinggung terkait okupansi jumlah penumpang akibat peraturan terbaru, ia menuturkan, masih belum ada kenaikan yang signifikan. Jumlahnya masih sama seperti hari biasa. Per kemarin (10/3) tercatat sebanyak 873 penumpang didominasi dari perjalanan lokal. ”Kemungkinan baru bisa naik banyak nanti pas hari Sabtu dan Minggu. Bisa lebih banyak daripada biasanya,” tandasnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/