alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

DLH Kota Mojokerto Galakkan Pemilahan Sampah

Upaya Mengurangi Produksi Sampah Rumah Tangga

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menggalakkan kampanye pengurangan sampah dengan cara pemilahan sampah organik dan anorganik. Mengingat, produksi sampah yang terus bertambah, telah mengakibatkan sampah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan. Terutama yang berasal dari sampah rumah tangga.

Kepala DLH Kota Mojokerto Bambang Mujiono mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengubah sistem pengelolaan sampah agar tidak sekadar berakhir TPA. Karena hal itu cenderung dapat mencemari lingkungan. ”Jika dikelola dengan lebih baik, sampah rumah tangga masih bisa dimanfaatkan dengan cara daur ulang,” terangnya.

Menurutnya, pengurangan produksi sampah bisa diawali dengan cara pemilahan. Yakni dengan mengelompokkan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan sifat sampah.

Baca Juga :  Putar Otak Cari Formulasi Terbaik

Dijelaskan Bambang, tahap pemilahan yang paling efektif dilakukan dengan memilah sampah berdasarkan sampah basah atau organik. Jenis sampah ini dengan mudah bisa terurai secara alami.

Pemilahan juga dilakukan pada sampah yang sulit terurai yang disebut sampah kering atau anorganik. Di antaranya bahan plastik, kaleng, besi, kaca, maupun bekas barang-barang elektronik. ”Termasuk spesifikasi sampah bahan beracun berbahaya (B3) juga harus dikelompokkan tersendiri,” ungkapnya.

Untuk menggalakkan gerakan pemilahan sampah tersebut, DLH melaksanakan kampanye pengurangan sampah di Kota Mojokerto. Kegiatan itu diawali di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon yang berlangsung Selasa (8/3).
Didampingi Bank Sampah Induk (BSI) Kota Mojokerto, warga diberi edukasi untuk melakukan pemilahan sampah yang diproduksi di tingkat rumah tangga sebelum terbuang di TPA.

Baca Juga :  Dua Pelajar Perempuan Berkelahi, Saling Jambak, Terekam Kamera HP

Kegiatan kampanye tersebut di koordinatori oleh Kabid Kebersihan DLH Erijanto Mukti Wibowo, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH M. Sulistyo Wahyudi, serta didampingi oleh Ketua BSI Kota Mojokerto Bagus Muktio Nugroho.

Bambang menambahkan, kegiatan kampanye pemilahan sampah akan terus dilaksanakan di 18 kelurahan di Kota Mojokerto secara bertahap. ”Semoga dengan adanya pelaksanaan kampanye pemilahan sampah organik dan anorganik, masyarakat Kota Mojokerto dapat disiplin untuk menerapkannya sehingga memudahkan proses pendaur ulangan sampah,” tegasnya. (ram/ron)

Upaya Mengurangi Produksi Sampah Rumah Tangga

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menggalakkan kampanye pengurangan sampah dengan cara pemilahan sampah organik dan anorganik. Mengingat, produksi sampah yang terus bertambah, telah mengakibatkan sampah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan. Terutama yang berasal dari sampah rumah tangga.

Kepala DLH Kota Mojokerto Bambang Mujiono mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengubah sistem pengelolaan sampah agar tidak sekadar berakhir TPA. Karena hal itu cenderung dapat mencemari lingkungan. ”Jika dikelola dengan lebih baik, sampah rumah tangga masih bisa dimanfaatkan dengan cara daur ulang,” terangnya.

Menurutnya, pengurangan produksi sampah bisa diawali dengan cara pemilahan. Yakni dengan mengelompokkan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan sifat sampah.

Baca Juga :  DLH Pastikan Tak Ada Pencemaran TPA

Dijelaskan Bambang, tahap pemilahan yang paling efektif dilakukan dengan memilah sampah berdasarkan sampah basah atau organik. Jenis sampah ini dengan mudah bisa terurai secara alami.

Pemilahan juga dilakukan pada sampah yang sulit terurai yang disebut sampah kering atau anorganik. Di antaranya bahan plastik, kaleng, besi, kaca, maupun bekas barang-barang elektronik. ”Termasuk spesifikasi sampah bahan beracun berbahaya (B3) juga harus dikelompokkan tersendiri,” ungkapnya.

- Advertisement -

Untuk menggalakkan gerakan pemilahan sampah tersebut, DLH melaksanakan kampanye pengurangan sampah di Kota Mojokerto. Kegiatan itu diawali di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon yang berlangsung Selasa (8/3).
Didampingi Bank Sampah Induk (BSI) Kota Mojokerto, warga diberi edukasi untuk melakukan pemilahan sampah yang diproduksi di tingkat rumah tangga sebelum terbuang di TPA.

Baca Juga :  Tradisi Nyadran Sambut Ramadan, Warga Arak Tumpeng Agung

Kegiatan kampanye tersebut di koordinatori oleh Kabid Kebersihan DLH Erijanto Mukti Wibowo, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH M. Sulistyo Wahyudi, serta didampingi oleh Ketua BSI Kota Mojokerto Bagus Muktio Nugroho.

Bambang menambahkan, kegiatan kampanye pemilahan sampah akan terus dilaksanakan di 18 kelurahan di Kota Mojokerto secara bertahap. ”Semoga dengan adanya pelaksanaan kampanye pemilahan sampah organik dan anorganik, masyarakat Kota Mojokerto dapat disiplin untuk menerapkannya sehingga memudahkan proses pendaur ulangan sampah,” tegasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Pemain Wajib Diasuransikan

Desak Polemik TPA Segera Tuntas

Penambang Tewas Tertimpa Longsoran

Artikel Terbaru

/