alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Peserta Tes CPNS Bawa Jimat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) kedapatan membawa jimat. Benda yang dipercaya membawa peruntungan itu diamankan petugas Satpol PP Kota Mojokerto, sebagai pihak keamanan di Graha Mojokerto Service City (GMSC).

Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Sugiono, menjelaskan, benda yang diduga jimat itu diamankan dari peserta SKD saat melalui tahap pemeriksaan di ruang isolasi. Setidaknya, selama gelaran SKD CPNS yang berlangsung sejak 1 Februari lalu, total ada tiga jenis benda mencurigakan yang harus disita. ’’Hari ini tadi (kemarin, Red) ada satu benda yang berisi beras kuning,’’ ujarnya.

Sejumput beras yang dibungkus dengan plastik itu diamankan di dalam saku salah satu peserta CPNS asal Jombang. Sugiono menyebutkan, langkah tersebut dilakukan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Sesuai aturan, terang Sugiono, setelah melakukan registrasi kehadiran, peserta harus menitipkan seluruh barang bawaan di loker yang disediakan. Selanjutnya, mereka harus menunggu di ruang isolasi sebelum menuju ruang ujian. Untuk memasuki ruangan tersebut petugas melakukan pemeriksaan cukup ketat.

Baca Juga :  10 Persen PesertaTes CPNS Gugur

Di antaranya menggukanan metal detector untuk mendeteksi benda yang terbuat dari logam. Oleh karena itu, asesoris seperti jam tangan, gesper logam, hingga kalung, gelang, dan giwang, pun harus dititipkan kepada panitia. ’’Karena yang diperbolehkan hanya membawa kartu peserta dan kartu identitas saja,’’ paparnya.

Tak hanya itu, peserta juga harus melalui satu tahapan lagi, yaitu penggeledahan. Korps penegak peraturan daerah (perda) melakukan penggeledahan mulai dari ujung kepala hingga kaki. Jika terdapat benda lain, selain identitas dan e-KTP, maka akan diamankan. Dan kemarin, salah satu peserta SKD kedapatan mengantongi benda yang diduga sebagai jimat. Praktis, bungkusan berisi beras itu pun diamankan petugas. ’’Tidak tahu itu untuk kepercayaan atau apa. Tugas kita hanya memeriksa jika ada peserta yang membawa bawaan yang tidak sesuai ketentuan, maka kita amankan,’’ ulasnya.

Sebelumnya, saat jadwal SKD CPNS dari formasi Pemkab Mojokerto, petugas juga mengamankan dua jimat lainnya. Antara lain, berbentuk bungkusan berisi kemenyan, dan minyak wangi. Dari keterangan peserta, benda yang hendak dibawa untuk mengikuti computer assisted test (CAT) itu dipercaya bisa membantu memuluskan langkah untuk maju ke tahap seleksi berikutnya. ’’Ada yang beralasannya bekal dari orang tua. Mungkin kepercayaan mereka agar tes tidak ada kendala apa pun,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Sentuh Pejabat Eselon II hingga IV, Digelar Bertahap

Selain jimat, puluhan benda yang terbuat dari logam maupun aksesoris lainnya juga turut diamankan petugas. Kendati demikian, peserta tetap diperbolehkan untuk mengikuti tes SKD setelah dipastikan steril dari pemeriksaan. Sesuai jadwal, gelaran tes SKD CPNS di eks gedung RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo itu akan berakhir Kamis (13/2) nanti.

Sebelumnya, sebanyak 3.180 peserta dari formasi CPNS Pemkot Mojokerto, dan 5.172 peserta dari Pemkab Mojokerto, lebih dulu rampung. Sedangkan 8-13 Februari ini giliran dari 8.322 peserta dari Pemkab Jombang. Mereka akan saling bersaing untuk bisa mendapatkan tiket lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) kedapatan membawa jimat. Benda yang dipercaya membawa peruntungan itu diamankan petugas Satpol PP Kota Mojokerto, sebagai pihak keamanan di Graha Mojokerto Service City (GMSC).

Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Sugiono, menjelaskan, benda yang diduga jimat itu diamankan dari peserta SKD saat melalui tahap pemeriksaan di ruang isolasi. Setidaknya, selama gelaran SKD CPNS yang berlangsung sejak 1 Februari lalu, total ada tiga jenis benda mencurigakan yang harus disita. ’’Hari ini tadi (kemarin, Red) ada satu benda yang berisi beras kuning,’’ ujarnya.

Sejumput beras yang dibungkus dengan plastik itu diamankan di dalam saku salah satu peserta CPNS asal Jombang. Sugiono menyebutkan, langkah tersebut dilakukan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Sesuai aturan, terang Sugiono, setelah melakukan registrasi kehadiran, peserta harus menitipkan seluruh barang bawaan di loker yang disediakan. Selanjutnya, mereka harus menunggu di ruang isolasi sebelum menuju ruang ujian. Untuk memasuki ruangan tersebut petugas melakukan pemeriksaan cukup ketat.

Baca Juga :  Tim Arkeolog Temukan Benda Penancapan Panji Kerajaan Majapahit

Di antaranya menggukanan metal detector untuk mendeteksi benda yang terbuat dari logam. Oleh karena itu, asesoris seperti jam tangan, gesper logam, hingga kalung, gelang, dan giwang, pun harus dititipkan kepada panitia. ’’Karena yang diperbolehkan hanya membawa kartu peserta dan kartu identitas saja,’’ paparnya.

Tak hanya itu, peserta juga harus melalui satu tahapan lagi, yaitu penggeledahan. Korps penegak peraturan daerah (perda) melakukan penggeledahan mulai dari ujung kepala hingga kaki. Jika terdapat benda lain, selain identitas dan e-KTP, maka akan diamankan. Dan kemarin, salah satu peserta SKD kedapatan mengantongi benda yang diduga sebagai jimat. Praktis, bungkusan berisi beras itu pun diamankan petugas. ’’Tidak tahu itu untuk kepercayaan atau apa. Tugas kita hanya memeriksa jika ada peserta yang membawa bawaan yang tidak sesuai ketentuan, maka kita amankan,’’ ulasnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, saat jadwal SKD CPNS dari formasi Pemkab Mojokerto, petugas juga mengamankan dua jimat lainnya. Antara lain, berbentuk bungkusan berisi kemenyan, dan minyak wangi. Dari keterangan peserta, benda yang hendak dibawa untuk mengikuti computer assisted test (CAT) itu dipercaya bisa membantu memuluskan langkah untuk maju ke tahap seleksi berikutnya. ’’Ada yang beralasannya bekal dari orang tua. Mungkin kepercayaan mereka agar tes tidak ada kendala apa pun,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Jaga Laju Ekonomi Selama PPKM Darurat

Selain jimat, puluhan benda yang terbuat dari logam maupun aksesoris lainnya juga turut diamankan petugas. Kendati demikian, peserta tetap diperbolehkan untuk mengikuti tes SKD setelah dipastikan steril dari pemeriksaan. Sesuai jadwal, gelaran tes SKD CPNS di eks gedung RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo itu akan berakhir Kamis (13/2) nanti.

Sebelumnya, sebanyak 3.180 peserta dari formasi CPNS Pemkot Mojokerto, dan 5.172 peserta dari Pemkab Mojokerto, lebih dulu rampung. Sedangkan 8-13 Februari ini giliran dari 8.322 peserta dari Pemkab Jombang. Mereka akan saling bersaing untuk bisa mendapatkan tiket lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/