alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

PDAM Dropping Air Bersih di Tiga Kecamatan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Terputusnya pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mojokerto akibat tersapu banjir dan tanah longsor di Pacet belum sepenuhnya teratasi.

Hingga Senin (10/2) sambungan pipa dari jalur Sumber Wonolopo di Kecamatan Pacet belum berhasil tersambung akibat terkendala medan. Direktur PDAM Kabupaten Mojokerto Fayakun Hidayat menyatakan, upaya perbaikan masih terus dilakukan hingga kemarin.

Setidaknya, dari 22 titik pipa yang rusak dari lima sumber mata air, sebagian telah tertagani. ”Tinggal  yang dari Sumber Wonolopo ini yang masih dikerjakan,” ujarnya. Menurut Fayakun, tingkat kerusakan pipa dari Sumber Wonolopo sebenarnya tidak separah seperti di lokasi mata air lainnya.

Akan tetapi, akses untuk menuju jalur sumber yang berada di area pegunungan di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, menjadi kendalanya. ”Karena ada beberapa titik  yang berjauhan jaraknya,” tandasnya. Oleh sebab itu, suplai air di sebagian wilayah Kecamatan Pacet, Kutorejo, hingga Pungging, masih terputus. Antara lain, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet; Desa Sampangagung, Simbaringin, Windurejo, dan Payungrejo, Kecamatan Kutorejo; serta Desa Jatilangkung di Kecamatan Pungging.

Baca Juga :  511 Ribu Warga Mojokerto Belum Tercover JKN-KIS

Oleh sebab itu, pihaknya mangaku terus melakukan dropping air bersih di tiga wilayah kecamatan yang terdampak itu. Hingga sore kemarin, armada truk tangki berkapasitas 4 ribu dan 7 ribu liter sudah 9 kali diterjunkan untuk memenuhi kebutuhan air para pelanggan PDAM. ”Sampai sekarang (kemarin, Red) truk tangki juga belum selesai, kita distribusikan terus,” paparnya.

Fayakun menyebut jika kerusakan pipa dari sumber mata air lainnya telah mampu tertangani. Masing-masing di jalur Sumber Coban Pelangi, Sumber Sluwuk, dan juga Sumber Bendungan. Dengan begitu, maka  pipa yang menyuplai air di sebagian wilayah Pacet bagian selatan, Gondang, hingga Jatirejo sudah kembali teraliri.

”Untuk wilayah Pugeran dan Pohjejer juga sudah normal,” klaimnya. Sedikitnya, untuk kembali menyambung kerusakan pipa di lima sumber mata air di Pacet tersebut telah disiapkan sebanyak 180 batang pipa dengan panjang 4 meter per pipa.

Baca Juga :  Suplai Air Delapan Kecamatan Terputus

Masing-masing berdiameter 6 inchi sejumlah 60 batang, dan ukuran 4 inchi sebanyak 120 batang. Akibat kerusakan tersebut, PDAM terpaksa mengoperasikan sistem cadangan perpompaan.

Upaya tersebut guna meng-cover suplai air di Kecamatan Mojosari, Pungging, hingga Sooko. Kerusakan pipa disebabkan karena dampak dari banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Jumat (7/2) lalu.

Akibatnya, sebanyak 22 titik pipa milik perusahaan pelat merah ini hancur terempas material longsor dan arus banjir. Fayakun menambahkan, dampak bencana itu tidak hanya memutus sambungan air dari PDAM, akan tetapi turut merusak pipa milik Himpunan Pemakai Air Minum (HIPPAM) maupun Water Sanitation for Low Income Community (WSLIC) yang dikelola desa.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Terputusnya pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mojokerto akibat tersapu banjir dan tanah longsor di Pacet belum sepenuhnya teratasi.

Hingga Senin (10/2) sambungan pipa dari jalur Sumber Wonolopo di Kecamatan Pacet belum berhasil tersambung akibat terkendala medan. Direktur PDAM Kabupaten Mojokerto Fayakun Hidayat menyatakan, upaya perbaikan masih terus dilakukan hingga kemarin.

Setidaknya, dari 22 titik pipa yang rusak dari lima sumber mata air, sebagian telah tertagani. ”Tinggal  yang dari Sumber Wonolopo ini yang masih dikerjakan,” ujarnya. Menurut Fayakun, tingkat kerusakan pipa dari Sumber Wonolopo sebenarnya tidak separah seperti di lokasi mata air lainnya.

Akan tetapi, akses untuk menuju jalur sumber yang berada di area pegunungan di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, menjadi kendalanya. ”Karena ada beberapa titik  yang berjauhan jaraknya,” tandasnya. Oleh sebab itu, suplai air di sebagian wilayah Kecamatan Pacet, Kutorejo, hingga Pungging, masih terputus. Antara lain, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet; Desa Sampangagung, Simbaringin, Windurejo, dan Payungrejo, Kecamatan Kutorejo; serta Desa Jatilangkung di Kecamatan Pungging.

Baca Juga :  Pekan Panutan Pajak Bersama Bupati Mojokerto

Oleh sebab itu, pihaknya mangaku terus melakukan dropping air bersih di tiga wilayah kecamatan yang terdampak itu. Hingga sore kemarin, armada truk tangki berkapasitas 4 ribu dan 7 ribu liter sudah 9 kali diterjunkan untuk memenuhi kebutuhan air para pelanggan PDAM. ”Sampai sekarang (kemarin, Red) truk tangki juga belum selesai, kita distribusikan terus,” paparnya.

Fayakun menyebut jika kerusakan pipa dari sumber mata air lainnya telah mampu tertangani. Masing-masing di jalur Sumber Coban Pelangi, Sumber Sluwuk, dan juga Sumber Bendungan. Dengan begitu, maka  pipa yang menyuplai air di sebagian wilayah Pacet bagian selatan, Gondang, hingga Jatirejo sudah kembali teraliri.

- Advertisement -

”Untuk wilayah Pugeran dan Pohjejer juga sudah normal,” klaimnya. Sedikitnya, untuk kembali menyambung kerusakan pipa di lima sumber mata air di Pacet tersebut telah disiapkan sebanyak 180 batang pipa dengan panjang 4 meter per pipa.

Baca Juga :  17 Saluran Pipa Disapu Banjir dan Longsor

Masing-masing berdiameter 6 inchi sejumlah 60 batang, dan ukuran 4 inchi sebanyak 120 batang. Akibat kerusakan tersebut, PDAM terpaksa mengoperasikan sistem cadangan perpompaan.

Upaya tersebut guna meng-cover suplai air di Kecamatan Mojosari, Pungging, hingga Sooko. Kerusakan pipa disebabkan karena dampak dari banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Jumat (7/2) lalu.

Akibatnya, sebanyak 22 titik pipa milik perusahaan pelat merah ini hancur terempas material longsor dan arus banjir. Fayakun menambahkan, dampak bencana itu tidak hanya memutus sambungan air dari PDAM, akan tetapi turut merusak pipa milik Himpunan Pemakai Air Minum (HIPPAM) maupun Water Sanitation for Low Income Community (WSLIC) yang dikelola desa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/