alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Plengsengan Jalan Ambrol

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga harus ekstrawaspada saat melintas di sekitar jembatan Curahmojo, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging. Bahu jalan di sisi selatan mengalami longsor sepanjang 10 meter dengan lebar 7 meter.

Longsornya plengsengan tersebut bermula saat Mojokerto diguyur hujan deras Selasa (7/12) malam. Bahu jalan layaknya tebing setinggi 5 meter itu tiba-tiba ambrol. ”Waktu hujan deras tiba-tiba longsor. Memang sudah diplengseng tapi itu sudah lama, mungkin sudah puluhan tahun,” ujar Khoirul Anam, 40, warga setempat.

Saat longsor, tanah menimbun kolam ikan mujair milik Agung, warga setempat. Setidaknya, seperempat bagian kolam berukuran sekitar 20 meter x 5 meter itu tertimbun longsoran berupa tanah dan bebatuan. ”Nggak semua tertimbun. Sekitar seperempatnya saja,” terangnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Terserang ISPA

Longsornya bahu jalan ini, membuat pengguna jalan was-was. Sebab, jalan di lokasi ini baru saja rampung dibenahi setelah mengalami longsor di awal tahun lalu. Warga khawatir jika cuaca buruk kembali melanda Mojokerto kerusakan pada jalan bakal meluas.

Warga meminta, pihak terkait segera menindak lanjuti kejadian tersebut. Sehingga, warga bisa tenang dan merasa aman saat beraktivitas di sekitar lokasi. ”Khawatirnya itu terus merembet ke timur sampai ke sayap jembatan. Apalagi, di situ juga ada tiang PJU ya bisa ambruk juga kalau longsor lagi,” tandas Khiorul.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menerangkan, pihaknya bersama DPUPR Kabupaten Mojokerto telah berkoordinasi untuk melakukan perbaikan bagian jembatan yang melintang di atas Sungai Janjing itu.

Baca Juga :  Vaksin Pelajar Harus Seizin Orang Tua

Dikatakannya, Pemkab Mojokerto tengah mengupayakan perbaikan dalam waktu dekat. Menurutnya, insiden tersebut terjadi akibat labilnya unsur tanah di lokasi hingga menimbulkan longsor. ”Hari ini (kemarin) DPUPR Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan kami untuk melakukan penanganan darurat. Kami ajukan perbaikan itu ke bupati dengan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Kami upayakan dalam sebulan ini bisa segera direalisasi,” sebutnya saat dikonfirmasi kemarin. (vad/ron)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga harus ekstrawaspada saat melintas di sekitar jembatan Curahmojo, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging. Bahu jalan di sisi selatan mengalami longsor sepanjang 10 meter dengan lebar 7 meter.

Longsornya plengsengan tersebut bermula saat Mojokerto diguyur hujan deras Selasa (7/12) malam. Bahu jalan layaknya tebing setinggi 5 meter itu tiba-tiba ambrol. ”Waktu hujan deras tiba-tiba longsor. Memang sudah diplengseng tapi itu sudah lama, mungkin sudah puluhan tahun,” ujar Khoirul Anam, 40, warga setempat.

Saat longsor, tanah menimbun kolam ikan mujair milik Agung, warga setempat. Setidaknya, seperempat bagian kolam berukuran sekitar 20 meter x 5 meter itu tertimbun longsoran berupa tanah dan bebatuan. ”Nggak semua tertimbun. Sekitar seperempatnya saja,” terangnya.

Baca Juga :  Ning Ita Resmikan Rumah Sakit, Pendeteksian Covid-19 Lebih Cepat

Longsornya bahu jalan ini, membuat pengguna jalan was-was. Sebab, jalan di lokasi ini baru saja rampung dibenahi setelah mengalami longsor di awal tahun lalu. Warga khawatir jika cuaca buruk kembali melanda Mojokerto kerusakan pada jalan bakal meluas.

Warga meminta, pihak terkait segera menindak lanjuti kejadian tersebut. Sehingga, warga bisa tenang dan merasa aman saat beraktivitas di sekitar lokasi. ”Khawatirnya itu terus merembet ke timur sampai ke sayap jembatan. Apalagi, di situ juga ada tiang PJU ya bisa ambruk juga kalau longsor lagi,” tandas Khiorul.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menerangkan, pihaknya bersama DPUPR Kabupaten Mojokerto telah berkoordinasi untuk melakukan perbaikan bagian jembatan yang melintang di atas Sungai Janjing itu.

Baca Juga :  SYD Renovasi Musala di Jalur Pendakian
- Advertisement -

Dikatakannya, Pemkab Mojokerto tengah mengupayakan perbaikan dalam waktu dekat. Menurutnya, insiden tersebut terjadi akibat labilnya unsur tanah di lokasi hingga menimbulkan longsor. ”Hari ini (kemarin) DPUPR Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan kami untuk melakukan penanganan darurat. Kami ajukan perbaikan itu ke bupati dengan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Kami upayakan dalam sebulan ini bisa segera direalisasi,” sebutnya saat dikonfirmasi kemarin. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/