alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Balongsari Sumbang Angka ODGJ Terbesar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, berdampak terhadap kejiwaan warga kota. Saat ini, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Mojokerto mencapai 320 orang.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, tahun 2020 lalu, warga kota yang berstatus ODGJ sebanyak 282 orang. Dan bertambah di tahun ini sebanyak 38 orang.

Jumlah tersebut merupakan penderita kategori ringan, sedang hingga berat. ”Data itu kita dapatkan dari puskesmas. Jumlahnya meningkat dengan penambahan kasus baru sebanyak 38 kasus baru,” ungkapnya.

Lalu, Lily menyebutkan, jumlah ratusan jiwa ini mayoritas berasal dari data pasien di Puskesmas Gedongan. Yakni sebanyak 103 jiwa. Itu pun didominasi berasal dari Kelurahan Balongsari. ”Satu kelurahan tersebut paling tinggi jumlah ODGJ-nya di Kota. Karena jumlahnya mencapai 49 jiwa,” paparnya.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah Tembus Rp 36 Ribu Per Kilogram

Sejauh ini, lanjutnya, ODGJ di kota mendapatkan penanganan melalui pengecekan kesehatan di masing-masing puskesmas. Itu pun tergantung kategorinya. Jika sudah masuk dalam kategori berat, maka ODGJ tersebut bakal mendapatkan obat sekaligus pendampingan konseling dari petugas puskesmas setempat. ”Kalau ringan dan sedang kita hanya lakukan konseling dan skrining kesehatan saja melalui posyandu jiwa yang dilakukan masing-masing puskesmas. Itu dilaksanakan selama sebulan sekali secara berkala,” ulasnya.

Sementara itu, Lurah Balongsari Gesmanto tak memungkiri wilayahnya memiliki tingkat ODGJ paling banyak di wilayah kota. Faktor penyebabnya beragam. Namun, paling banyak disebabkan akibat masalah ekonomi. Pasalnya, di daerah tersebut paling banyak penderita berasal dari kalangan keluarga menengah ke bawah. ”Tapi ada juga yang akibat perceraian, atau karena ditinggal dengan orang yang mereka sayangi. Makanya, kita adakan posyandu jiwa sebulan sekali nanti dikoordinir sama teman-teman dari puskesmas Gedongan,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Bantu Pengobatan Bocah dengan Masalah BAB

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, berdampak terhadap kejiwaan warga kota. Saat ini, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Mojokerto mencapai 320 orang.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, tahun 2020 lalu, warga kota yang berstatus ODGJ sebanyak 282 orang. Dan bertambah di tahun ini sebanyak 38 orang.

Jumlah tersebut merupakan penderita kategori ringan, sedang hingga berat. ”Data itu kita dapatkan dari puskesmas. Jumlahnya meningkat dengan penambahan kasus baru sebanyak 38 kasus baru,” ungkapnya.

Lalu, Lily menyebutkan, jumlah ratusan jiwa ini mayoritas berasal dari data pasien di Puskesmas Gedongan. Yakni sebanyak 103 jiwa. Itu pun didominasi berasal dari Kelurahan Balongsari. ”Satu kelurahan tersebut paling tinggi jumlah ODGJ-nya di Kota. Karena jumlahnya mencapai 49 jiwa,” paparnya.

Baca Juga :  Bersarang di Plafon Selama Seminggu

Sejauh ini, lanjutnya, ODGJ di kota mendapatkan penanganan melalui pengecekan kesehatan di masing-masing puskesmas. Itu pun tergantung kategorinya. Jika sudah masuk dalam kategori berat, maka ODGJ tersebut bakal mendapatkan obat sekaligus pendampingan konseling dari petugas puskesmas setempat. ”Kalau ringan dan sedang kita hanya lakukan konseling dan skrining kesehatan saja melalui posyandu jiwa yang dilakukan masing-masing puskesmas. Itu dilaksanakan selama sebulan sekali secara berkala,” ulasnya.

Sementara itu, Lurah Balongsari Gesmanto tak memungkiri wilayahnya memiliki tingkat ODGJ paling banyak di wilayah kota. Faktor penyebabnya beragam. Namun, paling banyak disebabkan akibat masalah ekonomi. Pasalnya, di daerah tersebut paling banyak penderita berasal dari kalangan keluarga menengah ke bawah. ”Tapi ada juga yang akibat perceraian, atau karena ditinggal dengan orang yang mereka sayangi. Makanya, kita adakan posyandu jiwa sebulan sekali nanti dikoordinir sama teman-teman dari puskesmas Gedongan,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Semalam, Tiga Rumah Satu Desa Dibobol, Babinsa Kehilangan Motor

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/