alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Program Pasar Rakyat atau Pujasera di Setiap Kelurahan

MOJOKERTO – Pasca resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Ahmad Rizal Zakaria langsung mengusung sejumlah program pembangunan.

Mulai penanggulangan banjir musiman, pasar rakyat atau pujasera setiap kelurahan, dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Yang paling prioritas, pembangunan Infrastruktur.

Ning Ita, sapaan akrabnya, telah memiliki sejumlah agenda pembangunan yang sangat strategis. Pembangunan infrastruktur perkotaan, dinilai sebagai program pembangunan yang mendapat perhatian serius.

Di antaranya, berupa pembangunan fasilitas umum jalan, publik, hingga taman-taman belajar di tingkat RT/RW. ’’Intinya, membuat warga kota bahagia,’’ kata Ning Ita.

Kebahagiaan yang menjadi cita-cita pasangan ini, setiap warga kota terpenuhi tiga sektor. Yakni, cukup sandang, pangan, dan papan. Untuk program pangan, ia menegaskan, akan melakukan pembangunan di sektor ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Ning Ita Beri Cenderamata ASN yang Akan Purnatugas

Program pembangunan ekonomi, ungkapnya, menjadi fokus lainnya menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS). Saat ini, di Kota Mojokerto, jumlah penduduk miskin dengan 18 kelurahan ini mencapai 4,94 persen atau tembus 8.700 orang.

Sementara, pendapatan per kapita per bulan sebesar Rp 404.959. Sebagai seorang perempuan dan menjadi kepala daerah, kepentingan seorang perempuan dipastikan tak pernah diabaikan.

Di antaranya, terkait tingginya pengangguran di kalangan perempuan. Bagi Ning Ita, selama blusukan ke masyarakat bawah, banyak menemukan fakta menarik. Di kota dengan tiga kecamatan ini, banyak perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Untuk itu, ia pun memiliki sejumlah strategi untuk mengentasnya. ’’Kota Mojokerto ini memiliki banyak aset. Dan, itu nantinya bisa dipakai untuk pasar rakyat dan menjadi lahan pekerjaan baru bagi kalangan perempuan,’’ tambah dia.

Baca Juga :  Penggendara Motor Tewas Dilibas Xenia

Ning Ita mengaku bakal merinci sederet programnya tersebut dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto pada pertengahan Desember nanti. 

 

MOJOKERTO – Pasca resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Ahmad Rizal Zakaria langsung mengusung sejumlah program pembangunan.

Mulai penanggulangan banjir musiman, pasar rakyat atau pujasera setiap kelurahan, dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Yang paling prioritas, pembangunan Infrastruktur.

Ning Ita, sapaan akrabnya, telah memiliki sejumlah agenda pembangunan yang sangat strategis. Pembangunan infrastruktur perkotaan, dinilai sebagai program pembangunan yang mendapat perhatian serius.

Di antaranya, berupa pembangunan fasilitas umum jalan, publik, hingga taman-taman belajar di tingkat RT/RW. ’’Intinya, membuat warga kota bahagia,’’ kata Ning Ita.

- Advertisement -

Kebahagiaan yang menjadi cita-cita pasangan ini, setiap warga kota terpenuhi tiga sektor. Yakni, cukup sandang, pangan, dan papan. Untuk program pangan, ia menegaskan, akan melakukan pembangunan di sektor ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Maskawin Umrah Bareng, Momongan Pasrah sang Khaliq

Program pembangunan ekonomi, ungkapnya, menjadi fokus lainnya menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS). Saat ini, di Kota Mojokerto, jumlah penduduk miskin dengan 18 kelurahan ini mencapai 4,94 persen atau tembus 8.700 orang.

Sementara, pendapatan per kapita per bulan sebesar Rp 404.959. Sebagai seorang perempuan dan menjadi kepala daerah, kepentingan seorang perempuan dipastikan tak pernah diabaikan.

Di antaranya, terkait tingginya pengangguran di kalangan perempuan. Bagi Ning Ita, selama blusukan ke masyarakat bawah, banyak menemukan fakta menarik. Di kota dengan tiga kecamatan ini, banyak perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Untuk itu, ia pun memiliki sejumlah strategi untuk mengentasnya. ’’Kota Mojokerto ini memiliki banyak aset. Dan, itu nantinya bisa dipakai untuk pasar rakyat dan menjadi lahan pekerjaan baru bagi kalangan perempuan,’’ tambah dia.

Baca Juga :  Restu Pelantikan Sekda Tak Kunjung Turun

Ning Ita mengaku bakal merinci sederet programnya tersebut dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto pada pertengahan Desember nanti. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/