alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Proyek Penanggulangan Banjir Dikeluhkan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengerjaan proyek penanggulangan potensi banjir di Kabupaten Mojokerto dikeluhkan warga. Salah satunya proyek pembenahan tanggul dan pembangunan penyaring sampah di dekat Dam Sipon, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko.

ME, warga setempat mengatakan, proyek pembuatan tanggul di anak Kali Watudakon dan afvour Sungai Balongkrai itu dianggap tak menyeluruh. Karena hanya sebagian tanggul saja yang mendapat plengsengan. Sedangkan area lainnya tidak diplengseng, bahkan ada yang mengalami ambrol.

’’Sudah tidak sesuai kalau hanya satu sisi saja yang ditanggul,’’ ujar ME. Dia menjelaskan, proyek dikerjakan pula di kala masa awal musim penghujan. Warga sekitar juga merasa khawatir apabila terjadi hujan deras yang diiringi kenaikan debit air sungai menyebabkan meluap ke pemukiman. Pasalnya, terdapat tanggul yang ambrol dan tak terplengseng. ’’Kekhawatiran kami kalau ada hujan deras lalu air sungai naik itu nanti meluapnya ke pemukiman warga,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Pemerintah Didorong Terapkan Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan

Menurut informasi yang diperoleh warga pula, sedianya proyek pembangunan penyaring sampah di sungai itu disebut-sebut mengalami perubahan lokasi. Sebelumnya, lokasi proyek penangkal banjir itu diletakkan sisi selatan jembatan. Belakangan, lokasi diubah ke sisi utara jembatan. ’’Nah kalau penyaring sampahnya di utara jembatan kan tidak efektif. Karena biasanya sampah sudah terjebak di penyangga jembatan,’’ beber pria berusia 45-an tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto mengaku tak mengetahui adanya keluhan warga tersebut. Dirinya juga enggan mengomentari perihal proyek tersebut karena bukan dikerjakan oleh Pemkab Mojokerto. ’’Itu proyek BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Brantas). Saya tidak komentar dulu,’’ imbuh dia.

Disinggung soal potensi muspronya proyek karena berada di sisi utara jembatan Ngingasrembyong-Kesamben Jombang itu, Bambang menilai memang kerap ditemui timbunan sampah yang terbawa aliran sungai. Lokasi jembatan itu, jadi target lokasi pembersihan sampah di sungai. ’’Ya memang itu banyak sampah kalau aliran sungai deras. Nyantol di situ. Akan kami bersihkan kanan-kirinya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Bawaslu Warning Netralitas ASN

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Arif Winarko mengaku belum mengetahui secara detail terkait proyek yang dikeluhkan warga tersebut. Menyusul, menurut dia anggaran proyek sekaligus pelaksana bukan dari Pemkab Mojokerto. ’’Akan tetapi, apabila ada keluhan warga harusnya ada tanggapan dari instansi terkait,’’ tegasnya.

Diketahui sebelumnya, lokasi proyek itu berupa pengerukan sedimentasi, penebalan tanggul dengan parapet, hingga trashtrack alias penyaring sampah. Aliran anak Kali Watudakon dan afvour Kali Balongkrai bermuara di Dam Sipon. Selain endapatan sungai yang tinggi, banyaknya sampah kerap menyumbat aliran Dam Sipon yang mengalir ke Sungai Brantas. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengerjaan proyek penanggulangan potensi banjir di Kabupaten Mojokerto dikeluhkan warga. Salah satunya proyek pembenahan tanggul dan pembangunan penyaring sampah di dekat Dam Sipon, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko.

ME, warga setempat mengatakan, proyek pembuatan tanggul di anak Kali Watudakon dan afvour Sungai Balongkrai itu dianggap tak menyeluruh. Karena hanya sebagian tanggul saja yang mendapat plengsengan. Sedangkan area lainnya tidak diplengseng, bahkan ada yang mengalami ambrol.

’’Sudah tidak sesuai kalau hanya satu sisi saja yang ditanggul,’’ ujar ME. Dia menjelaskan, proyek dikerjakan pula di kala masa awal musim penghujan. Warga sekitar juga merasa khawatir apabila terjadi hujan deras yang diiringi kenaikan debit air sungai menyebabkan meluap ke pemukiman. Pasalnya, terdapat tanggul yang ambrol dan tak terplengseng. ’’Kekhawatiran kami kalau ada hujan deras lalu air sungai naik itu nanti meluapnya ke pemukiman warga,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Klaster Perkantoran Persoalan Serius

Menurut informasi yang diperoleh warga pula, sedianya proyek pembangunan penyaring sampah di sungai itu disebut-sebut mengalami perubahan lokasi. Sebelumnya, lokasi proyek penangkal banjir itu diletakkan sisi selatan jembatan. Belakangan, lokasi diubah ke sisi utara jembatan. ’’Nah kalau penyaring sampahnya di utara jembatan kan tidak efektif. Karena biasanya sampah sudah terjebak di penyangga jembatan,’’ beber pria berusia 45-an tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto mengaku tak mengetahui adanya keluhan warga tersebut. Dirinya juga enggan mengomentari perihal proyek tersebut karena bukan dikerjakan oleh Pemkab Mojokerto. ’’Itu proyek BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Brantas). Saya tidak komentar dulu,’’ imbuh dia.

Disinggung soal potensi muspronya proyek karena berada di sisi utara jembatan Ngingasrembyong-Kesamben Jombang itu, Bambang menilai memang kerap ditemui timbunan sampah yang terbawa aliran sungai. Lokasi jembatan itu, jadi target lokasi pembersihan sampah di sungai. ’’Ya memang itu banyak sampah kalau aliran sungai deras. Nyantol di situ. Akan kami bersihkan kanan-kirinya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Sajikan Lima Karya Hanya Bisa Dikunjungi Selama Enam Jam Saja
- Advertisement -

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Arif Winarko mengaku belum mengetahui secara detail terkait proyek yang dikeluhkan warga tersebut. Menyusul, menurut dia anggaran proyek sekaligus pelaksana bukan dari Pemkab Mojokerto. ’’Akan tetapi, apabila ada keluhan warga harusnya ada tanggapan dari instansi terkait,’’ tegasnya.

Diketahui sebelumnya, lokasi proyek itu berupa pengerukan sedimentasi, penebalan tanggul dengan parapet, hingga trashtrack alias penyaring sampah. Aliran anak Kali Watudakon dan afvour Kali Balongkrai bermuara di Dam Sipon. Selain endapatan sungai yang tinggi, banyaknya sampah kerap menyumbat aliran Dam Sipon yang mengalir ke Sungai Brantas. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/