alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Ning Ita Pamerkan Koleksi Panji di Rumah Rakyat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Mojokerto Puspitasari berinisitif untuk membangkitkan kembali Cerita Panji yang berkembang di masa Kerajaan Majapahit. Sebagai langkah awal, sepanjang koridor Rumah Rakyat di Jalan Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto dijadikan media pameran dengan memajang berbagai koleksi seni rupa dari Museum Gubug Wayang.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menjelaskan, digelarnya pameran di koridor di Rumah Rakyat tersebut menjadi refleksi dalam peringatan Bulan Panji. Pasalnya, cerita lisan yang populer di era Majapahit ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Memory of the World (MoW) atau Ingatan Dunia pada akhir Oktober 2017 lalu. ’’Di bulan ini (Oktober) kami tampilkan bagian dari budaya Majapahit yaitu Cerita Panji. Di mana, pada waktu itu merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Majapahit di abad Ke-13,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Penyandang Difabel Hidup Sebatang Kara di Kandang Ayam

Cerita Panji dipamerkan dalam berbagai wujud seni rupa. Mulai dari topeng, senjata tradisonal keris, tembikar, hingga patung yang menggambarkan seni pertunjukan masa lalu. ’’Ada banyak tokoh yang menggambarkan peran-peran ketokohan di masa lalu dengan berbagai karakter dan cerita yang disampaikan,’’ papar Ning Ita.

Meliputi topeng Asmoro Bangun, Dewi Sekartaji, Dewi Ragil Kuning, Dewi Tejaswari, Inu Kertapati, Bapang, Raja Klana. Ratu Jawa, Dewi Kili Suci, Dewi Reni, dan Gunung Sari. Koleksi Museum Gubung Wayang itu dipamerkan secara terbuka di sepanjang lorong Gedhong Hageng atau Rumah Rakyat. ’’Dengan adanya display di sepanjang koridor Rumah Rakyat ini, masyarakat yang datang juga bisa sambil mempelajari terkait budaya Panji yang merupakan budaya dari leluhur kita di masa Majapahit,’’ tuturnya.

Baca Juga :  12 Nama Berhak Running dalam Bursa Pemilihan Ketua PWI Mojokerto

Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, pameran tersebut merupakan langkah awal dalam membangkitkan kembali Cerita Panji di Bumi Majapahit. Sebab, dalam momentum Bulan Panji ini, Pemkot Mojokerto juga akan berkolaborasi dengan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto untuk menyelenggarakan ajang mural tentang panji dan pergelaran panji.

Bahkan, melalui kerja sama dengan Bank Indonesia serta instansi terkait lainnya, pemkot juga berencana menggelar sarasehan Cerita Panji di Kota Mojokerto. ’’Dengan harapan, Festival Panji Internasional bisa terselenggara di Kota Mojokerto sebagai bagian dari Bumi Majapahit. Karena Kerajaan Majapahit punya andil besar menyebarkan dan mempopulerkan cerita panji ini hingga ke mancanegara dan akhirnya diakui sebagai warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO,’’ harap Ning Ita. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Mojokerto Puspitasari berinisitif untuk membangkitkan kembali Cerita Panji yang berkembang di masa Kerajaan Majapahit. Sebagai langkah awal, sepanjang koridor Rumah Rakyat di Jalan Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto dijadikan media pameran dengan memajang berbagai koleksi seni rupa dari Museum Gubug Wayang.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menjelaskan, digelarnya pameran di koridor di Rumah Rakyat tersebut menjadi refleksi dalam peringatan Bulan Panji. Pasalnya, cerita lisan yang populer di era Majapahit ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Memory of the World (MoW) atau Ingatan Dunia pada akhir Oktober 2017 lalu. ’’Di bulan ini (Oktober) kami tampilkan bagian dari budaya Majapahit yaitu Cerita Panji. Di mana, pada waktu itu merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Majapahit di abad Ke-13,’’ ulasnya.

Baca Juga :  PPKM Darurat Diperpanjan. Ning Ita: Kulo Mboten Tego

Cerita Panji dipamerkan dalam berbagai wujud seni rupa. Mulai dari topeng, senjata tradisonal keris, tembikar, hingga patung yang menggambarkan seni pertunjukan masa lalu. ’’Ada banyak tokoh yang menggambarkan peran-peran ketokohan di masa lalu dengan berbagai karakter dan cerita yang disampaikan,’’ papar Ning Ita.

Meliputi topeng Asmoro Bangun, Dewi Sekartaji, Dewi Ragil Kuning, Dewi Tejaswari, Inu Kertapati, Bapang, Raja Klana. Ratu Jawa, Dewi Kili Suci, Dewi Reni, dan Gunung Sari. Koleksi Museum Gubung Wayang itu dipamerkan secara terbuka di sepanjang lorong Gedhong Hageng atau Rumah Rakyat. ’’Dengan adanya display di sepanjang koridor Rumah Rakyat ini, masyarakat yang datang juga bisa sambil mempelajari terkait budaya Panji yang merupakan budaya dari leluhur kita di masa Majapahit,’’ tuturnya.

Baca Juga :  12 Nama Berhak Running dalam Bursa Pemilihan Ketua PWI Mojokerto

Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, pameran tersebut merupakan langkah awal dalam membangkitkan kembali Cerita Panji di Bumi Majapahit. Sebab, dalam momentum Bulan Panji ini, Pemkot Mojokerto juga akan berkolaborasi dengan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto untuk menyelenggarakan ajang mural tentang panji dan pergelaran panji.

Bahkan, melalui kerja sama dengan Bank Indonesia serta instansi terkait lainnya, pemkot juga berencana menggelar sarasehan Cerita Panji di Kota Mojokerto. ’’Dengan harapan, Festival Panji Internasional bisa terselenggara di Kota Mojokerto sebagai bagian dari Bumi Majapahit. Karena Kerajaan Majapahit punya andil besar menyebarkan dan mempopulerkan cerita panji ini hingga ke mancanegara dan akhirnya diakui sebagai warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO,’’ harap Ning Ita. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/