alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Ilalang Terbakar, Siswa Panik dan Berebut Menyelamatkan Diri

MOJOKERTO – Kepanikan menyelimuti siswa-siswi SDN Kranggan I Kota Mojokerto, Senin (10/9). Mereka berhamburan keluar dari ruang kelas masing-masing menuju halaman dan pintu gerbang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB.

Mengenakan seragam merah putih dan membawa tas sekolah, para siswa kelas I-VI ini seolah berebut ingin segera meninggalkan halaman sekolah. Hal itu menyusul terjadi asap tebal hingga mengganggu pernapasan mereka saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.

Asap putih itu bahkan membuat kepanikan aktivitas perkantoran dan warga di sekitar Jalan Raya Lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Khawatir mengancam keselamatan dan mengganggu kesehatan siswa, pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih awal. Apalagi, lokasi kebakaran ilalang di lahan kosong ini berada persis di belakang SDN Kranggan I.

Baca Juga :  3 Orang Berebut Kursi Disbudporapar

”Khawatirlah mas. Kami tidak ingin terjadi apa-apa pada anak-anak,” ujar seorang guru kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Setidaknya, nampak tiga orang guru menjaga para siswa di depan pintu gerbang sekolah. Mereka yang ikutan panik terlihat terus berusaha menenangkan anak didiknya.

”Sementara hari ini mereka kita pulangkan lebih awal. Asap dari lahan yang terbakar sangat mengganggu anak-anak. Karena lokasi kebakaran persis di belakang sekolah kita,” tandas guru berjilbab yang enggan menyebutkan identitas ini.

Para siswa diperkenankan pulang setelah mereka dipastikan ada keluarga menjemput di luar pintu gerbang. Baik wali murid atau keluarga dekat. ”Biasanya anak saya memang pulang sebelum jam 12.00. Tapi, ini dipulangkan lebih awal. Mungkin karena ada kebakaran lahan di belakang sekolah itu,” papar Firman Pujiono, wali murid siswa kelas I, Novario Nicolas Putra, asal Kelurahan Kranggan.

Baca Juga :  Warga Klanting Tidur di Jalan

Sebagian sepanjang Jalan Raya Pekayon tertutup asap tebal. Cuaca terik disertai angin kencang menuju arah barat daya membuat lingkungan sekitar dan SDN Kranggan I hampir tak terlihat. Sebagian warga di berada di dekat lokasi merasakan kesulitan bernapas setelah lahan yang terbakar semakin meluas.

Dua unit mobil PMK didatangkan membantu proses pemadaman. Sementara petugas dari Satsabhara Polresta Mojokerto dan satpol PP dikerahkan untuk mengamankan situasi dan arus lalu lintas.

MOJOKERTO – Kepanikan menyelimuti siswa-siswi SDN Kranggan I Kota Mojokerto, Senin (10/9). Mereka berhamburan keluar dari ruang kelas masing-masing menuju halaman dan pintu gerbang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB.

Mengenakan seragam merah putih dan membawa tas sekolah, para siswa kelas I-VI ini seolah berebut ingin segera meninggalkan halaman sekolah. Hal itu menyusul terjadi asap tebal hingga mengganggu pernapasan mereka saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.

Asap putih itu bahkan membuat kepanikan aktivitas perkantoran dan warga di sekitar Jalan Raya Lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Khawatir mengancam keselamatan dan mengganggu kesehatan siswa, pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih awal. Apalagi, lokasi kebakaran ilalang di lahan kosong ini berada persis di belakang SDN Kranggan I.

Baca Juga :  3 Orang Berebut Kursi Disbudporapar

”Khawatirlah mas. Kami tidak ingin terjadi apa-apa pada anak-anak,” ujar seorang guru kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Setidaknya, nampak tiga orang guru menjaga para siswa di depan pintu gerbang sekolah. Mereka yang ikutan panik terlihat terus berusaha menenangkan anak didiknya.

”Sementara hari ini mereka kita pulangkan lebih awal. Asap dari lahan yang terbakar sangat mengganggu anak-anak. Karena lokasi kebakaran persis di belakang sekolah kita,” tandas guru berjilbab yang enggan menyebutkan identitas ini.

- Advertisement -

Para siswa diperkenankan pulang setelah mereka dipastikan ada keluarga menjemput di luar pintu gerbang. Baik wali murid atau keluarga dekat. ”Biasanya anak saya memang pulang sebelum jam 12.00. Tapi, ini dipulangkan lebih awal. Mungkin karena ada kebakaran lahan di belakang sekolah itu,” papar Firman Pujiono, wali murid siswa kelas I, Novario Nicolas Putra, asal Kelurahan Kranggan.

Baca Juga :  Polisi Sisir dan Warning Pelaku Usaha Tak Patuh

Sebagian sepanjang Jalan Raya Pekayon tertutup asap tebal. Cuaca terik disertai angin kencang menuju arah barat daya membuat lingkungan sekitar dan SDN Kranggan I hampir tak terlihat. Sebagian warga di berada di dekat lokasi merasakan kesulitan bernapas setelah lahan yang terbakar semakin meluas.

Dua unit mobil PMK didatangkan membantu proses pemadaman. Sementara petugas dari Satsabhara Polresta Mojokerto dan satpol PP dikerahkan untuk mengamankan situasi dan arus lalu lintas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/