alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Pemkab Coret PAD Wisata Ubalan Pacet

MOJOKERTO – Target pendapatan asli daerah (PAD) di Wisata Pemandian Ubalan, Pacet, senilai Rp 400 juta, mendadak dicoret. Menyusul, langkah pemda merombak infrastruktur di lokasi wisata ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Djoko Widjayanto, kemarin. Menurutnya, PAD tersebut dilakukan pencoretan setelah Perubahan APBD (P-APBD) 2017.

Pencoretan tesrebut lantaran pemda melakukan perombakan seluruh area wisata Ubalan di tahun 2017 ini. ’’Pembangunan yang kami lakukan terpaksa harus menutup area ini secara total. Sehingga, PAD yang sudah ditargetkan di APBD 2017, harus dihapus,’’ terangnya.

Meski target pendapatan sudah distop, namun pendapatan di sektor wisata sejak awal tahun, sudah menembus 64,19 persen atau senilai Rp 256,7 juta. Djoko menerangkan, target pendapatan di sektor wisata ini akan kembali digenjot di tahun 2018 nanti. Atau setelah pembangunan Ubalan, sudah memasuki tahap II. ’’Awal tahun, sudah bisa dibuka untuk umum,’’ terang dia.

Baca Juga :  Niat sejak Awal Terpapar, Ajak Mantan Pasien Lain

Saat ini, Ubalan dipermak pemda dengan dana pembangunan senilai Rp 18,2 miliar dari pagu Rp 20 miliar. Wisata yang semula hanya menyajikan kolam renang dan wisata seadanya ini, akan disulap menjadi waterboom berstandar nasional.

Dana untuk pembangunan ini tak berhenti di waterpark. Namun, disparpora juga tengah merancang pembangunan perhotelan di area wisata. ’’Itu rencana pembangunan tahun depan. Anggarannya, mencapai Rp 15 miliar,’’ tegas dia.

Di tahap I, wisata ini akan membangun seluncur, mainan anak, dan kolam renang dewasa. ’’Jadi, kalau selama ini hanya kolam yang standar, nanti akan ada kolam yang  cukup dalam,’’ papar Djoko. Mantan Camat Jatirejo ini, menambahkan, dengan pembangunan kolam yang cukup dalam, juga mampu mendukung kualitas atlet renang di Kabupaten Mojokerto. Selama ini, para atlet mereka tidak ada kolam khusus.

Baca Juga :  Ajak Pakai Masker, Polisi Bagikan Sembako dan Masker

Apakah pengelolaan wisata Ubalan nanti akan menggandeng pihak ketiga? Djoko mengaku, langkah menggandeng pihak ketiga sudah tak diperbolehkan. Artinya, pemda akan serius mengelola demi pendapatan daerah yang luar biasa. ’’Akan ditangani oleh tenaga-tenaga yang sangat profesional. Tentunya, agar pengelolaan lebih maksimal,’’  pungkasnya.

Seperti diketahui, pengelolaan wisata Pemandian Ubalan Pacet telah habisnya masa sewa kontrak pengelolaan wisata dengan CV Sari Alam, April 2016 lalu. Investor CV Sari Alam dinilai terlalu merugikan. Pasalnya, selain nilai kontrak terlalu terlalu kecil, masa kontraknya pun terlalu lama, yakni 20 tahun.

MOJOKERTO – Target pendapatan asli daerah (PAD) di Wisata Pemandian Ubalan, Pacet, senilai Rp 400 juta, mendadak dicoret. Menyusul, langkah pemda merombak infrastruktur di lokasi wisata ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Djoko Widjayanto, kemarin. Menurutnya, PAD tersebut dilakukan pencoretan setelah Perubahan APBD (P-APBD) 2017.

Pencoretan tesrebut lantaran pemda melakukan perombakan seluruh area wisata Ubalan di tahun 2017 ini. ’’Pembangunan yang kami lakukan terpaksa harus menutup area ini secara total. Sehingga, PAD yang sudah ditargetkan di APBD 2017, harus dihapus,’’ terangnya.

Meski target pendapatan sudah distop, namun pendapatan di sektor wisata sejak awal tahun, sudah menembus 64,19 persen atau senilai Rp 256,7 juta. Djoko menerangkan, target pendapatan di sektor wisata ini akan kembali digenjot di tahun 2018 nanti. Atau setelah pembangunan Ubalan, sudah memasuki tahap II. ’’Awal tahun, sudah bisa dibuka untuk umum,’’ terang dia.

Baca Juga :  Ning Ita: Dengan Kebahagiaan, Kesejahteraan Mudah Diraih

Saat ini, Ubalan dipermak pemda dengan dana pembangunan senilai Rp 18,2 miliar dari pagu Rp 20 miliar. Wisata yang semula hanya menyajikan kolam renang dan wisata seadanya ini, akan disulap menjadi waterboom berstandar nasional.

- Advertisement -

Dana untuk pembangunan ini tak berhenti di waterpark. Namun, disparpora juga tengah merancang pembangunan perhotelan di area wisata. ’’Itu rencana pembangunan tahun depan. Anggarannya, mencapai Rp 15 miliar,’’ tegas dia.

Di tahap I, wisata ini akan membangun seluncur, mainan anak, dan kolam renang dewasa. ’’Jadi, kalau selama ini hanya kolam yang standar, nanti akan ada kolam yang  cukup dalam,’’ papar Djoko. Mantan Camat Jatirejo ini, menambahkan, dengan pembangunan kolam yang cukup dalam, juga mampu mendukung kualitas atlet renang di Kabupaten Mojokerto. Selama ini, para atlet mereka tidak ada kolam khusus.

Baca Juga :  Menuju Pelayanan Paripurna dan Berakhlak

Apakah pengelolaan wisata Ubalan nanti akan menggandeng pihak ketiga? Djoko mengaku, langkah menggandeng pihak ketiga sudah tak diperbolehkan. Artinya, pemda akan serius mengelola demi pendapatan daerah yang luar biasa. ’’Akan ditangani oleh tenaga-tenaga yang sangat profesional. Tentunya, agar pengelolaan lebih maksimal,’’  pungkasnya.

Seperti diketahui, pengelolaan wisata Pemandian Ubalan Pacet telah habisnya masa sewa kontrak pengelolaan wisata dengan CV Sari Alam, April 2016 lalu. Investor CV Sari Alam dinilai terlalu merugikan. Pasalnya, selain nilai kontrak terlalu terlalu kecil, masa kontraknya pun terlalu lama, yakni 20 tahun.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/