alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Sempat Sakit Flu, Digembleng Latihan Hingga Malam

DUA pelajar SMA terpilih mewakili Kabupaten Mojokerto sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Republik Indonesia, tahun 2017 di tingkat Provinsi Jatim.

Terpilih menjadi anggota Paskibraka tentu menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi masuk dalam tingkat selevel provinsi. Hal itulah yang kini dirasakan Rahmadi Dimas Pratama, pelajar kelas XI SMAN 1 Sooko dan Silvia Rossa, siswi kelas XI SMAN 1 Gondang.

Keduanya lolos seleksi mewakili Kabupaten Mojokerto dalam tugas mengibarkan bendera merah-putih pada pelaksanaan upacara Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus nanti. Kesempatan tersebut tentu tidak didapat dengan mudah, karena harus melalui serangkaian seleksi.

Dimas menceritakan, dia mulai menjalani seleksi sejak di tingkat sekolah. Kebetulan, siswa kelas XI MIPA 8 yang aktif dalam ekstrakurikuler paskibraka ini dinyatakan lolos 10 besar dan dikirim untuk menjalani seleksi selanjutnya di tingkat kabupaten.

Proses tersebut dilaksanakan di Stadion Gajah Mada Mojosari dengan diikuti 300 pelajar dari SMA/SMK. Dari jumlah tersebut, hanya dipilih 82 siswa yang terdiri dari 41 putra dan 41 putri. Dimas akhirnya bisa melewati dan lolos untuk bergabung dengan 82 siswa lainnya menjadi calon Paskibraka Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  UMM Ngaji Bareng Gus Baha’

Tak berhenti di situ, kabupaten juga memilih 5 putra dan 5 putri terbaik untuk diberangkatkan seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dimas mengatakan, proses seleksi dilakukan beberapa tahap. Antara lain, tes tulis, tes kesehatan, dan tes fisik. ”Waktu tes itu sebenarnya saya sedang sakit flu, tapi saya paksakan tetap ikut,” terangnya.

Merasa kurang maksimal, Dimas pun sempat merasa langkahnya akan semakin berat untuk bisa lolos ke provinsi. Namun, dari 5 putra terbaik yang dipilih, salah satu yang dipanggil adalah namanya. Provinsi memilih dua calon paskibra sebagai anggota inti dan cadangan. ”Alhamdulillah, saat itu saya terpilih jadi yang anggota inti,” cetus siswa asal Desa/Kecamatan Sooko ini.

Begitu pula dengan Silvia, dari 5 calon paskibraka putri terbaik kabupaten, dia juga lolos menjadi anggota inti. Kini, Dimas dan Silvia sedang menjalani proses karantina di Islamic Center, Dukuh Kupang, Surabaya.

Silvia menceritakan, dia diberangkatkan sejak Minggu (6/8) lalu. Sesuai jadwal, dia bersama calon paskibraka lainnya menjalani karantina hingga Jumat (18/8) nanti. ”Di sini (Islamic Center, Red) bersama dengan 76 siswa dari berbagai kabupaten/kota se-Jatim,”

Baca Juga :  Jawa Timur Jadi Provinsi dengan Siswa Terbanyak Diterima SNMPTN 2022

Selama kurun dua pekan tersebut, mereka dihadapkan dengan agenda latihan yang cukup padat. Siswi asal Desa/Kecamatan Jatirejo ini menjelaskan, dia sudah harus bangun mulai 04.30. Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas olahraga, makan, dan latihan pengibaran bendera. ”Sekitar pukul 11.00 isoma (istirahat, salat, makan) dan 13.00 sudah dilanjutkan latihan lagi,” paparnya.

Menurut Silvia, serangkaian latihan dan materi tersebut baru berakhir pada 22.00 malam. ”Setelah itu istirahat tidur dan bangun pagi lagi. Begitu seterusnya,” ujar dia. Namun, dirinya merasa tetap bersemangat untuk latihan.

Motivasinya adalah memberikan penampilan terbaik saat bertugas mengibarkan bendera merah-putih di depan Gubernur Jatim dan jajaran pemerintahan Pemprov Jatim. ”Saya tidak menyangka bisa lolos ke provinsi. Jadi, dalam kesempatan ini saya akan lakukan yang terbaik,” pungkasnya.

Saat pelaksanaan pengibaran bendera nanti, Dimas masuk dalam pasukan 17 yang berposisi paling depan sebagai pemandu atau pengiring. Sedangkan, Silvia masuk dalam pasukan 45 yang berposisi di belakang sebagai pengawal atau pengaman.

DUA pelajar SMA terpilih mewakili Kabupaten Mojokerto sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Republik Indonesia, tahun 2017 di tingkat Provinsi Jatim.

Terpilih menjadi anggota Paskibraka tentu menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi masuk dalam tingkat selevel provinsi. Hal itulah yang kini dirasakan Rahmadi Dimas Pratama, pelajar kelas XI SMAN 1 Sooko dan Silvia Rossa, siswi kelas XI SMAN 1 Gondang.

Keduanya lolos seleksi mewakili Kabupaten Mojokerto dalam tugas mengibarkan bendera merah-putih pada pelaksanaan upacara Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus nanti. Kesempatan tersebut tentu tidak didapat dengan mudah, karena harus melalui serangkaian seleksi.

Dimas menceritakan, dia mulai menjalani seleksi sejak di tingkat sekolah. Kebetulan, siswa kelas XI MIPA 8 yang aktif dalam ekstrakurikuler paskibraka ini dinyatakan lolos 10 besar dan dikirim untuk menjalani seleksi selanjutnya di tingkat kabupaten.

- Advertisement -

Proses tersebut dilaksanakan di Stadion Gajah Mada Mojosari dengan diikuti 300 pelajar dari SMA/SMK. Dari jumlah tersebut, hanya dipilih 82 siswa yang terdiri dari 41 putra dan 41 putri. Dimas akhirnya bisa melewati dan lolos untuk bergabung dengan 82 siswa lainnya menjadi calon Paskibraka Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  HSN, JPRM-Loodst Coffee Gelar Lomba Menulis, Total Hadiah Rp 10 Juta

Tak berhenti di situ, kabupaten juga memilih 5 putra dan 5 putri terbaik untuk diberangkatkan seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dimas mengatakan, proses seleksi dilakukan beberapa tahap. Antara lain, tes tulis, tes kesehatan, dan tes fisik. ”Waktu tes itu sebenarnya saya sedang sakit flu, tapi saya paksakan tetap ikut,” terangnya.

Merasa kurang maksimal, Dimas pun sempat merasa langkahnya akan semakin berat untuk bisa lolos ke provinsi. Namun, dari 5 putra terbaik yang dipilih, salah satu yang dipanggil adalah namanya. Provinsi memilih dua calon paskibra sebagai anggota inti dan cadangan. ”Alhamdulillah, saat itu saya terpilih jadi yang anggota inti,” cetus siswa asal Desa/Kecamatan Sooko ini.

Begitu pula dengan Silvia, dari 5 calon paskibraka putri terbaik kabupaten, dia juga lolos menjadi anggota inti. Kini, Dimas dan Silvia sedang menjalani proses karantina di Islamic Center, Dukuh Kupang, Surabaya.

Silvia menceritakan, dia diberangkatkan sejak Minggu (6/8) lalu. Sesuai jadwal, dia bersama calon paskibraka lainnya menjalani karantina hingga Jumat (18/8) nanti. ”Di sini (Islamic Center, Red) bersama dengan 76 siswa dari berbagai kabupaten/kota se-Jatim,”

Baca Juga :  Peringati HUT RI Ke-76 dengan Berbagi Sembako dan Donor Darah

Selama kurun dua pekan tersebut, mereka dihadapkan dengan agenda latihan yang cukup padat. Siswi asal Desa/Kecamatan Jatirejo ini menjelaskan, dia sudah harus bangun mulai 04.30. Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas olahraga, makan, dan latihan pengibaran bendera. ”Sekitar pukul 11.00 isoma (istirahat, salat, makan) dan 13.00 sudah dilanjutkan latihan lagi,” paparnya.

Menurut Silvia, serangkaian latihan dan materi tersebut baru berakhir pada 22.00 malam. ”Setelah itu istirahat tidur dan bangun pagi lagi. Begitu seterusnya,” ujar dia. Namun, dirinya merasa tetap bersemangat untuk latihan.

Motivasinya adalah memberikan penampilan terbaik saat bertugas mengibarkan bendera merah-putih di depan Gubernur Jatim dan jajaran pemerintahan Pemprov Jatim. ”Saya tidak menyangka bisa lolos ke provinsi. Jadi, dalam kesempatan ini saya akan lakukan yang terbaik,” pungkasnya.

Saat pelaksanaan pengibaran bendera nanti, Dimas masuk dalam pasukan 17 yang berposisi paling depan sebagai pemandu atau pengiring. Sedangkan, Silvia masuk dalam pasukan 45 yang berposisi di belakang sebagai pengawal atau pengaman.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/