alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Tak Sakit, Warga Tetap Beli Oksigen

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menipisnya oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini salah satunya diduga imbas dari punic buying masyarakat. Belakangan, tak sedikit warga yang kondisi kesehatannya baik, namun harus membeli oksigen sebagai persediaan untuk menghindari kelangkaan.

’’Kita tidak bisa membatasi (harus ada resep dokter), karena selama ini tidak ada aturan. Tapi, kebanyakan memang pasien isoman katanya, rumah sakit tidak menerima, katanya,’’ ungkap Widayati owner toko alkes PT Rukun Putra Bersama, di Jalan Wijaya Kusuma, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (9/7).

Dia mengaku tak pernah melakukan pembatasan bagi pelanggan. Tiap ada yang membeli selalu dilayani jika persediaan masih ada. Termasuk, di tengah kebutuhan oksigen yang belakangan meningkat seiring kasus Covid-19 yang terus melonjak. Terbukti, setiap kali tabung oksigen dari pengisian di PT Samator Gas Industri di Jalan Raya Mojoagung, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang datang, dalam hitungan jam selalu ludes diserbu pembeli.

Baca Juga :  Dibekali Kebencanaan hingga Wawasan Kebangsaan

’’Kemarin (Kamis (8/7), saya isi 40 tabung kecil datang Magrib, jam 20.30 sudah habis. Itu saya tidak nahan tabung orang. Orang refleks datang langsung ada tak kasihkan. Selagi ada, saya tidak pernah nutup. Siapa yang nunggu di sini, siapa yang duluan,’’ jelasnya. Widayati tak menampik penjualan isi ulang tabung oksigen sejak Sabtu (3/7) memang mengalami peningkatan. Hanya saja, pihaknya tak bisa memenuhi kuota pembeli setiap harinya. Jumat (9/7) bahkan dirinya harus memasang pengumuman di pagar toko jika oksigen sedang kosong. Kekosongan ini tak lepas akibat panjangnya antrean di depo pengisian.

Apalagi, saat ini PT. Samator Gas Industri lebih mendahulukan kebutuhan di rumah sakit karena kondisinya emergency akibat lonjakan pasien Covid-19. Krisis oksigen belakangan ini turut menjadi perhatian Pemkab Mojokerto. Jumat (9/7), Bupati Ikfina Fahmawati melakukan sidak ke toko alkes yang berada di Jalan Wijaya Kusuma, Desa/Kecamatan Sooko. Upaya itu sekaligus untuk menelusuri penyebab kelangkaan yang terjadi.

Baca Juga :  Kejari-Dinkes Buru Penimbun Oksigen

’’Tingkat kebutuhan masyarakat sangat tinggi, akhirnya barang ini (oksigen) menjadi sulit. Sebenarnya belum langka, karena tiap hari masih bisa melayani,’’ ungkap Ikfina. Ketersediaan oksigen di pasaran sejauh ini masih tetap ada. Namun, penjual tak bisa menyetok tabung oksigen lagi seperti biasanya akibat adanya keterlambatan pada pengisian di supplier.

Apalagi, lanjut Ikfina, ada kebijakan dari pemerintah provinsi terkait oksigen pada situasi pandemi Covid-19 ini mengutamakan ketersediaan stok oksigen di rumah sakit. ’’Untuk masyarakat yang mandang Covid-19 ini berlebihan jangan melakukan stok kalau baik-baik saja kondisi tubuh. Utamakan yang membutuhkan, seperti warga yang isoman,’’ tegasnya.

Pendataan warga yang tengah isoman pun kini terus diperkuat agar tak terjadi kesulitan dalam mendapatkan tabung oksigen jika dibutuhkan. Peningkatan kebutuhan ini juga segera diantisipasi melalui Disperindag Kabupaten Mojokerto. Agar nanti tidak terjadi kelangkaan di pasaran. ’’Hal-hal ini yang akan diantisipasi disperindag dengan kajian-kajian,’’ ujarnya. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menipisnya oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini salah satunya diduga imbas dari punic buying masyarakat. Belakangan, tak sedikit warga yang kondisi kesehatannya baik, namun harus membeli oksigen sebagai persediaan untuk menghindari kelangkaan.

’’Kita tidak bisa membatasi (harus ada resep dokter), karena selama ini tidak ada aturan. Tapi, kebanyakan memang pasien isoman katanya, rumah sakit tidak menerima, katanya,’’ ungkap Widayati owner toko alkes PT Rukun Putra Bersama, di Jalan Wijaya Kusuma, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (9/7).

Dia mengaku tak pernah melakukan pembatasan bagi pelanggan. Tiap ada yang membeli selalu dilayani jika persediaan masih ada. Termasuk, di tengah kebutuhan oksigen yang belakangan meningkat seiring kasus Covid-19 yang terus melonjak. Terbukti, setiap kali tabung oksigen dari pengisian di PT Samator Gas Industri di Jalan Raya Mojoagung, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang datang, dalam hitungan jam selalu ludes diserbu pembeli.

Baca Juga :  Saat Terpapar, Suami Tutup Usia

’’Kemarin (Kamis (8/7), saya isi 40 tabung kecil datang Magrib, jam 20.30 sudah habis. Itu saya tidak nahan tabung orang. Orang refleks datang langsung ada tak kasihkan. Selagi ada, saya tidak pernah nutup. Siapa yang nunggu di sini, siapa yang duluan,’’ jelasnya. Widayati tak menampik penjualan isi ulang tabung oksigen sejak Sabtu (3/7) memang mengalami peningkatan. Hanya saja, pihaknya tak bisa memenuhi kuota pembeli setiap harinya. Jumat (9/7) bahkan dirinya harus memasang pengumuman di pagar toko jika oksigen sedang kosong. Kekosongan ini tak lepas akibat panjangnya antrean di depo pengisian.

Apalagi, saat ini PT. Samator Gas Industri lebih mendahulukan kebutuhan di rumah sakit karena kondisinya emergency akibat lonjakan pasien Covid-19. Krisis oksigen belakangan ini turut menjadi perhatian Pemkab Mojokerto. Jumat (9/7), Bupati Ikfina Fahmawati melakukan sidak ke toko alkes yang berada di Jalan Wijaya Kusuma, Desa/Kecamatan Sooko. Upaya itu sekaligus untuk menelusuri penyebab kelangkaan yang terjadi.

Baca Juga :  Dibekali Kebencanaan hingga Wawasan Kebangsaan

’’Tingkat kebutuhan masyarakat sangat tinggi, akhirnya barang ini (oksigen) menjadi sulit. Sebenarnya belum langka, karena tiap hari masih bisa melayani,’’ ungkap Ikfina. Ketersediaan oksigen di pasaran sejauh ini masih tetap ada. Namun, penjual tak bisa menyetok tabung oksigen lagi seperti biasanya akibat adanya keterlambatan pada pengisian di supplier.

- Advertisement -

Apalagi, lanjut Ikfina, ada kebijakan dari pemerintah provinsi terkait oksigen pada situasi pandemi Covid-19 ini mengutamakan ketersediaan stok oksigen di rumah sakit. ’’Untuk masyarakat yang mandang Covid-19 ini berlebihan jangan melakukan stok kalau baik-baik saja kondisi tubuh. Utamakan yang membutuhkan, seperti warga yang isoman,’’ tegasnya.

Pendataan warga yang tengah isoman pun kini terus diperkuat agar tak terjadi kesulitan dalam mendapatkan tabung oksigen jika dibutuhkan. Peningkatan kebutuhan ini juga segera diantisipasi melalui Disperindag Kabupaten Mojokerto. Agar nanti tidak terjadi kelangkaan di pasaran. ’’Hal-hal ini yang akan diantisipasi disperindag dengan kajian-kajian,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/