alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Kompensasi Lahan Warga, Tunggu Ekskavasi Kedua Situs Kumitir

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan warga Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, yang lahannya masuk area Situs Kumitir masih harus menunggu kompensasi.

Sebab, masih ditangguhkan sampai ekskavasi tahap kedua. Sedianya, ekskavasi besar-besaran akan dilakukan pada awal Agustus mendatang. Diperkirakan panjangnya mencapai 312 meter dengan lebar 200 meter.

Kepala Desa (Kades) Kumitir Mukhamad Khoirun mengatakan, setidaknya ada 30 warga yang lahannya masuk Situs Kumitir berbentuk talud tersebut. Dan mereka masih belum mendapatkan kompensasi dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim).

’’Dari puluhan warga itu terdapat 150 bagian lahan milik warga. Dan masih belum mendapatkan kompensasi. Renacananya akan turun pasca ekskavasi kedua nanti,’’ katanya.

Baca Juga :  Bawaslu Sebut TPS Lapas Mojokerto Paling Rawan

Menurut kades, warganya dipastikan bisa menerima kondisi tersebut. Bahkan pihaknya akan membantu warga untuk mendapatkan kompensasi. Sebab, dibangunnya situs tidak hanya menguntungkan pihaknya maupun pihak BPCB.

Namun, warga nantinya bakal meraup keuntungan. Sebab, akan menjadi tempat wisata. ’’Jadi, untuk kompensasi itu akan turun jika ekskavasi kedua telah rampung,’’ tandasnya.

Hal itu dibenarkan arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho. Menurutnya, setelah pihaknya berhasil menampakkan secara keseluruhan empat dinding talud, akan memberikan kompensasi kepada warga pemilik lahan.

Seperti sembilan warga yang sudah mendapatkan kompensasi pada pra-ekskavasi selama tiga hari beberapa hari lalu yang menghasilkan sembilan titik penggalian. ’’Sembilan warga yang tanahnya sudah tergali sudah kami berikan kompensasi,’’ katanya.

Baca Juga :  Oknum PNS Dispendik Jadi Calo CPNS, Raup Miliaran Rupiah

Kebijakan itu menyusul pihaknya belum bisa memastikan seberapa luas Situs Kumitir itu. Sebab, luasnya lahan yang akan digali itu masih bersifat dugaan. Sehingga, tidak berani menanggung risiko.

’’Akhir bulan Juli kami akan kembali membikin kotak galian. Kemudian negosiasi dengan pemilik lahan yang terlewati oleh jalur galian,’’ tandas Wicaksono. (hin/abi)

 

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan warga Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, yang lahannya masuk area Situs Kumitir masih harus menunggu kompensasi.

Sebab, masih ditangguhkan sampai ekskavasi tahap kedua. Sedianya, ekskavasi besar-besaran akan dilakukan pada awal Agustus mendatang. Diperkirakan panjangnya mencapai 312 meter dengan lebar 200 meter.

Kepala Desa (Kades) Kumitir Mukhamad Khoirun mengatakan, setidaknya ada 30 warga yang lahannya masuk Situs Kumitir berbentuk talud tersebut. Dan mereka masih belum mendapatkan kompensasi dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim).

’’Dari puluhan warga itu terdapat 150 bagian lahan milik warga. Dan masih belum mendapatkan kompensasi. Renacananya akan turun pasca ekskavasi kedua nanti,’’ katanya.

Baca Juga :  Syarat Vaksin Booster Masih Buram

Menurut kades, warganya dipastikan bisa menerima kondisi tersebut. Bahkan pihaknya akan membantu warga untuk mendapatkan kompensasi. Sebab, dibangunnya situs tidak hanya menguntungkan pihaknya maupun pihak BPCB.

Namun, warga nantinya bakal meraup keuntungan. Sebab, akan menjadi tempat wisata. ’’Jadi, untuk kompensasi itu akan turun jika ekskavasi kedua telah rampung,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Hal itu dibenarkan arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho. Menurutnya, setelah pihaknya berhasil menampakkan secara keseluruhan empat dinding talud, akan memberikan kompensasi kepada warga pemilik lahan.

Seperti sembilan warga yang sudah mendapatkan kompensasi pada pra-ekskavasi selama tiga hari beberapa hari lalu yang menghasilkan sembilan titik penggalian. ’’Sembilan warga yang tanahnya sudah tergali sudah kami berikan kompensasi,’’ katanya.

Baca Juga :  Bawaslu Sebut TPS Lapas Mojokerto Paling Rawan

Kebijakan itu menyusul pihaknya belum bisa memastikan seberapa luas Situs Kumitir itu. Sebab, luasnya lahan yang akan digali itu masih bersifat dugaan. Sehingga, tidak berani menanggung risiko.

’’Akhir bulan Juli kami akan kembali membikin kotak galian. Kemudian negosiasi dengan pemilik lahan yang terlewati oleh jalur galian,’’ tandas Wicaksono. (hin/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Orang Gila Ngamuk, Bacok Dua Tetangga

Siagakan Isoter Covid-19

Tak Berhenti Berkarya

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/