alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

EMESPE Jadi Jujukan Bupati Minahasa Royke Roring Belajar Budidaya Maggot

AGROKULTUR edukasi Masyarakat Sejahterakan Petani (EMESPE) Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto kembali menjadi jujukan pemerintah daerah di Indonesia. Kali ini, pusat studi dan edukasi pertanian tersebut menjadi jujukan Bupati Minahasa Royke Oktavianus Roring (ROR) beserta rombongan.

Sekretaris EMESPE karangdiyeng, Joko Sambodo mengatakan, Bupati Minahasa ROR ingin studi budidaya maggot di EMESPE sebagai bagian dalam pengelolaan sampah. Mereka juga melihat bagaimana maggot bisa menjadi salah satu pakan alternatif untuk budidaya perikanan yang bisa mengurangi pakan konsentrat sebanyak 80 persen.

”Dengan komposisi 80 pern pakan dari maggot dan 20 persen pakan konsentrat. Mereka juga mengagumi bahwa hanya EMESPE yang saat ini mempunyai gagasan bagaimana pengelolaan sampah organik di TPA, bisa digunakan sebagai bagian dari mengurangi penumpukan sampah. Hasil maggot bisa digunakan untuk pakan perikanan dan unggas.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Tengkorak Kasir Kafe Alami Retak

Joko mengatakan, dengan kekaguman itu, Bupati ROR akan mengirim personil untuk bisa menyerap ilmu budidaya maggot dan akan menduplikasi ke Kabupaten Minahasa yang mana sampah masuk ke TPA 80 ton per hari. Dalam kunjungan tersebut, penjelasan mengenai teknis budidaya maggot dijelaskan oleh pendamping budidaya yakni Santoso.

KOLAM LELE: Teknis penggunaan maggot sebagai bahan pakan tambahan budidaya lele dapat mengurangi pakan konsentrat hingga 80 persen.

Rombongan Bupati ROR juga mendapatkan penjelasan mengenai teknis budidaya air tawar oleh Hasyim Asyari. Bagaimana teknis penggunaan maggot sebagai bahan pakan tambahan bagi budidaya lele. Yakni, penggunaan maggot kering yang diberikan kepada ikan lele di samping pemberian pakan utama berupa pelet. Penggunaan maggot dapat mengurangi penggunaan pakan konsentrat berupa pelet hingga 80 persen.

Bupati Minahasa ROR mengaku kagum melihat kegiatan pelatihan dan pengembangan pertanian di EMESPE. Lantaran, menggambarkan roh perjuangan PDI Perjuangan yang selalu berusaha dekat dengan rakyat. Dikatakannya pula, pihaknya berterima kasih dapat mengunjungi sekaligus menyaksikan secara langsung budidaya maggot skala massal dan rumah tangga. Juga, pemanfaatan maggot untuk budidaya ikan lele. ’’Kami sangat berterima kasih. Kami dapat inspirasi dari sini. Di EMESPE rupanya bisa berkolaborasi antara pemerintah dan partai. Ke depan kami akan kirimkan SDM untuk belajar ke sini,’’ kata dia. (fen)

Baca Juga :  Puan Apresiasi Green Technology dan Inovasi Karagdiyeng

AGROKULTUR edukasi Masyarakat Sejahterakan Petani (EMESPE) Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto kembali menjadi jujukan pemerintah daerah di Indonesia. Kali ini, pusat studi dan edukasi pertanian tersebut menjadi jujukan Bupati Minahasa Royke Oktavianus Roring (ROR) beserta rombongan.

Sekretaris EMESPE karangdiyeng, Joko Sambodo mengatakan, Bupati Minahasa ROR ingin studi budidaya maggot di EMESPE sebagai bagian dalam pengelolaan sampah. Mereka juga melihat bagaimana maggot bisa menjadi salah satu pakan alternatif untuk budidaya perikanan yang bisa mengurangi pakan konsentrat sebanyak 80 persen.

”Dengan komposisi 80 pern pakan dari maggot dan 20 persen pakan konsentrat. Mereka juga mengagumi bahwa hanya EMESPE yang saat ini mempunyai gagasan bagaimana pengelolaan sampah organik di TPA, bisa digunakan sebagai bagian dari mengurangi penumpukan sampah. Hasil maggot bisa digunakan untuk pakan perikanan dan unggas.

Baca Juga :  EMESPE Karangdiyeng Dikunjungi Wali Kota Bitung

Joko mengatakan, dengan kekaguman itu, Bupati ROR akan mengirim personil untuk bisa menyerap ilmu budidaya maggot dan akan menduplikasi ke Kabupaten Minahasa yang mana sampah masuk ke TPA 80 ton per hari. Dalam kunjungan tersebut, penjelasan mengenai teknis budidaya maggot dijelaskan oleh pendamping budidaya yakni Santoso.

KOLAM LELE: Teknis penggunaan maggot sebagai bahan pakan tambahan budidaya lele dapat mengurangi pakan konsentrat hingga 80 persen.

Rombongan Bupati ROR juga mendapatkan penjelasan mengenai teknis budidaya air tawar oleh Hasyim Asyari. Bagaimana teknis penggunaan maggot sebagai bahan pakan tambahan bagi budidaya lele. Yakni, penggunaan maggot kering yang diberikan kepada ikan lele di samping pemberian pakan utama berupa pelet. Penggunaan maggot dapat mengurangi penggunaan pakan konsentrat berupa pelet hingga 80 persen.

Bupati Minahasa ROR mengaku kagum melihat kegiatan pelatihan dan pengembangan pertanian di EMESPE. Lantaran, menggambarkan roh perjuangan PDI Perjuangan yang selalu berusaha dekat dengan rakyat. Dikatakannya pula, pihaknya berterima kasih dapat mengunjungi sekaligus menyaksikan secara langsung budidaya maggot skala massal dan rumah tangga. Juga, pemanfaatan maggot untuk budidaya ikan lele. ’’Kami sangat berterima kasih. Kami dapat inspirasi dari sini. Di EMESPE rupanya bisa berkolaborasi antara pemerintah dan partai. Ke depan kami akan kirimkan SDM untuk belajar ke sini,’’ kata dia. (fen)

Baca Juga :  Polisi Pastikan Tengkorak Kasir Kafe Alami Retak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/