alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Butuh Rp 2,7 Triliun untuk Tuntaskan Infrastruktur

DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto membutuhkan anggaran hingga Rp 2,7 triliun untuk menuntaskan pembangunan di segala lini. Mulai pembangunan jalan, jembatan, pedestrian, hingga irigasi.

 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto mengatakan, kebutuhan anggaran jumbo itu disebabkan masih banyaknya persoalan pembangunan yang tak kunjung terealisasi. Seperti, pembangunan jalan yang masih menyisakan 206 kilometer. ’’Jalan yang membutuhkan perbaikan saja, masih sangat panjang,’’ ungkapnya.

Besarnya anggaran yang dibutuhkan itu, tegas Bambang, karena dari panjang jalan 1.024 kilometer, 30 persen di antaranya membutuhkan penahan jalan. Sementara, 60 persen membutuhkan pembangunan drainase. ’’Jadi, 1,2 triliun tidak seluruhnya untuk pembangunan jalan saja,’’ tambah dia.

Selain pembangunan jalan, sentuhan perbaikan juga dibutuhkan di sektor jembatan. Dari 607 titik jembatan, terdapat 274 jembatan dengan kondisi sempit dan membutuhkan pelebaran. ’’Dan, yang harus diperbaiki, masih ada 56 titik,’’ tambah Bambang.

Baca Juga :  Dokter Dinyatakan Positif Covid-19, Pemkot Tracing Enam Orang Terdekat

Pembangunan di dua sektor ini, tegas mantan Kabag Hukum Setdakab Mojokerto ini, pemda membutuhkan anggaran kisaran Rp 1,2 triliun.

Besarnya anggaran ini belum termasuk irigasi panjang. Meliputi, bendungan. Dari 201 titik bendungan yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, terdapat 4 bendungan dengan kondisi kurang layak dan membutuhkan sentuhan perbaikan.

Sektor irigasi juga butuh pembangunan. Bambang menuturkan, irigasi bangunan sadap juga serupa. Saat ini, terdapat 215 titik dalam kondisi layak dan sebanyak 239 titik butuh perbaikan.

Irigasi bangunan bagi juga demikian. Saat ini, dari 11 lokasi, 7 di antaranya mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Irigasi di bagian waduk juga serupa. Dari 61 lokasi, 57 membutuhkan normalisasi. ’’Embung dari total 76 titik, ada 70 titik yang layak. Dan 6 titik tidak layak,’’ bebernya.

Baca Juga :  Izin Apotek Dicabut, Jika Terbukti Jual PCC

Kebutuhan anggaran di sektor irigasi persawahan ini, Bambang menghitung, butuh anggaran hingga Rp 1,5 triliun. Jadi, untuk merampungkan pembangunan jalan, jembatan hingga irigasi, dibutuhkan anggaran total senilai Rp 2,7 miliar.

Di tahun 2021 ini, Dinas PUPR telah mengalokasikan anggaran untuk mempercantik wilayah perkotaan. Seperti, pembangunan pedestrian di sepanjang RA Basuni, Sooko. Anggaran yang sudah dialokasikan mencapai Rp 10 miliar.

Anggaran dengan besaran yang sama, juga menyentuh kawasan Mojosari, tepatnya di sepanjang Jalan Pemuda. Jalur ini kerap mengalami banjir saat musim penghujan. ’’Juga drainase di Parengan, Jetis. Jalur ini selalu ada air di tengah jalan tepatnya di bawah tol Sumo. Jadi, banyak sekali megaproyek di tahun 2021 ini,’’ paparnya. 

DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto membutuhkan anggaran hingga Rp 2,7 triliun untuk menuntaskan pembangunan di segala lini. Mulai pembangunan jalan, jembatan, pedestrian, hingga irigasi.

 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto mengatakan, kebutuhan anggaran jumbo itu disebabkan masih banyaknya persoalan pembangunan yang tak kunjung terealisasi. Seperti, pembangunan jalan yang masih menyisakan 206 kilometer. ’’Jalan yang membutuhkan perbaikan saja, masih sangat panjang,’’ ungkapnya.

Besarnya anggaran yang dibutuhkan itu, tegas Bambang, karena dari panjang jalan 1.024 kilometer, 30 persen di antaranya membutuhkan penahan jalan. Sementara, 60 persen membutuhkan pembangunan drainase. ’’Jadi, 1,2 triliun tidak seluruhnya untuk pembangunan jalan saja,’’ tambah dia.

Selain pembangunan jalan, sentuhan perbaikan juga dibutuhkan di sektor jembatan. Dari 607 titik jembatan, terdapat 274 jembatan dengan kondisi sempit dan membutuhkan pelebaran. ’’Dan, yang harus diperbaiki, masih ada 56 titik,’’ tambah Bambang.

Baca Juga :  Galakkan Pengabdian Kader

Pembangunan di dua sektor ini, tegas mantan Kabag Hukum Setdakab Mojokerto ini, pemda membutuhkan anggaran kisaran Rp 1,2 triliun.

- Advertisement -

Besarnya anggaran ini belum termasuk irigasi panjang. Meliputi, bendungan. Dari 201 titik bendungan yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, terdapat 4 bendungan dengan kondisi kurang layak dan membutuhkan sentuhan perbaikan.

Sektor irigasi juga butuh pembangunan. Bambang menuturkan, irigasi bangunan sadap juga serupa. Saat ini, terdapat 215 titik dalam kondisi layak dan sebanyak 239 titik butuh perbaikan.

Irigasi bangunan bagi juga demikian. Saat ini, dari 11 lokasi, 7 di antaranya mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Irigasi di bagian waduk juga serupa. Dari 61 lokasi, 57 membutuhkan normalisasi. ’’Embung dari total 76 titik, ada 70 titik yang layak. Dan 6 titik tidak layak,’’ bebernya.

Baca Juga :  Izin Apotek Dicabut, Jika Terbukti Jual PCC

Kebutuhan anggaran di sektor irigasi persawahan ini, Bambang menghitung, butuh anggaran hingga Rp 1,5 triliun. Jadi, untuk merampungkan pembangunan jalan, jembatan hingga irigasi, dibutuhkan anggaran total senilai Rp 2,7 miliar.

Di tahun 2021 ini, Dinas PUPR telah mengalokasikan anggaran untuk mempercantik wilayah perkotaan. Seperti, pembangunan pedestrian di sepanjang RA Basuni, Sooko. Anggaran yang sudah dialokasikan mencapai Rp 10 miliar.

Anggaran dengan besaran yang sama, juga menyentuh kawasan Mojosari, tepatnya di sepanjang Jalan Pemuda. Jalur ini kerap mengalami banjir saat musim penghujan. ’’Juga drainase di Parengan, Jetis. Jalur ini selalu ada air di tengah jalan tepatnya di bawah tol Sumo. Jadi, banyak sekali megaproyek di tahun 2021 ini,’’ paparnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Dewan Endus Indikasi Wanprestasi

Personel Kodim 0815 Jalani Rapid Test

Dua Buah Hati Penenang Hati

Artikel Terbaru


/