alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Berbagi Bersama Patelki di Bulan Suci

Bulan suci Ramadan dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kabupaten Mojokerto menggelar bakti sosial. Sekaligus untuk merayakan hari jadi Patelki yang ke-35 tahun. Selain menyatuni anak yatim di pecinta anak yatim (PAY) Nurul Falah dengan berbagi sembako. Patelki juga berbagi takjil, dan juga melakukan kegiatan bakti sosial lainnya. ’’Juga ada kegiatan donor darah, buka bersama dan berbagi dengan duafa. Tepatnya di PMI Kabupaten Mojokerto,’’ ujar Ketua Panitia HUT Patelki 2021 Sunardi, Sabtu (8/5).

Menurutnya, baksos selama puasa ini juga memberikan kesempatan pada para Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) untuk berbagi dengan masyarakat. Sebab, selama ini, mereka lebih banyak dikenal sebagai laborat.

Baca Juga :  Ratusan Calon Penghuni Rusunawa Kota Gigit Jari

Dan sebagai garda terdepan melawan Covid-19, Sunardi sangat senang bisa memperkenalkan dunia laborat kepada warga umum. ”Kita notabene tak terkenal seperti dokter dan bidan. Sebab hanya berperan di belakang mikroskop saja,” ucap Sunardi.

Karena itu, melalui hari jadi ini, ATLM yang tergabung di Patelki Kabupaten Mojokerto pun memberikan sedikit edukasi terhadap masyarakat tentang pandemi Covid-19.

Terpisah, Ketua DPC Patelki Kabupaten Mojokerto Kriswadi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur bisa melaksanakan hari jadi Patelki di tengah-tengah pandemi. Saat ini, anggota Patelki Kabupaten Mojokerto sendiri terdiri dari 180 orang.

Dengan perayaan tahun ini, Kriswadi berharap, warga bisa lebih mengenal dekat profesi dari ATLM terkait tugas dan peran di balik layar penanganan Covid-19. ’’Tugas kami di laboratorium membantu dokter atau paramedis untuk menegakkan diagnosa terhadap suatu penyakit,” jelasnya.

Baca Juga :  Bolos Sekolah, Terjaring Satpol PP, Dihukum Hafalan Doa-Doa

Selain itu, Kriswadi menuturkan, sebuah keberkahan bagi para ATLM hingga kini masih bisa melayani masyarakat. Meski dengan melawan Covid-19, namun dikatakannya, di Kabupaten Mojokerto nihil ATLM yang gugur akibat Covid-19. Semua itu berkat kerja keras semua tenaga medis untuk taat menjaga protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. ”Kami berharap bisa terus melayani masyarakat. Jangan lupa selalu patuhi prokes dan jangan lengah dengan virus ini,” pesannya. (oce)

Bulan suci Ramadan dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kabupaten Mojokerto menggelar bakti sosial. Sekaligus untuk merayakan hari jadi Patelki yang ke-35 tahun. Selain menyatuni anak yatim di pecinta anak yatim (PAY) Nurul Falah dengan berbagi sembako. Patelki juga berbagi takjil, dan juga melakukan kegiatan bakti sosial lainnya. ’’Juga ada kegiatan donor darah, buka bersama dan berbagi dengan duafa. Tepatnya di PMI Kabupaten Mojokerto,’’ ujar Ketua Panitia HUT Patelki 2021 Sunardi, Sabtu (8/5).

Menurutnya, baksos selama puasa ini juga memberikan kesempatan pada para Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) untuk berbagi dengan masyarakat. Sebab, selama ini, mereka lebih banyak dikenal sebagai laborat.

Baca Juga :  Ratusan Calon Penghuni Rusunawa Kota Gigit Jari

Dan sebagai garda terdepan melawan Covid-19, Sunardi sangat senang bisa memperkenalkan dunia laborat kepada warga umum. ”Kita notabene tak terkenal seperti dokter dan bidan. Sebab hanya berperan di belakang mikroskop saja,” ucap Sunardi.

Karena itu, melalui hari jadi ini, ATLM yang tergabung di Patelki Kabupaten Mojokerto pun memberikan sedikit edukasi terhadap masyarakat tentang pandemi Covid-19.

Terpisah, Ketua DPC Patelki Kabupaten Mojokerto Kriswadi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur bisa melaksanakan hari jadi Patelki di tengah-tengah pandemi. Saat ini, anggota Patelki Kabupaten Mojokerto sendiri terdiri dari 180 orang.

Dengan perayaan tahun ini, Kriswadi berharap, warga bisa lebih mengenal dekat profesi dari ATLM terkait tugas dan peran di balik layar penanganan Covid-19. ’’Tugas kami di laboratorium membantu dokter atau paramedis untuk menegakkan diagnosa terhadap suatu penyakit,” jelasnya.

Baca Juga :  6 Mei Nanti, Kereta Api Tak Beroperasi
- Advertisement -

Selain itu, Kriswadi menuturkan, sebuah keberkahan bagi para ATLM hingga kini masih bisa melayani masyarakat. Meski dengan melawan Covid-19, namun dikatakannya, di Kabupaten Mojokerto nihil ATLM yang gugur akibat Covid-19. Semua itu berkat kerja keras semua tenaga medis untuk taat menjaga protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. ”Kami berharap bisa terus melayani masyarakat. Jangan lupa selalu patuhi prokes dan jangan lengah dengan virus ini,” pesannya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/